Ciri-ciri Cacingan Pada Anak Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Cacingan adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi anak-anak. Jika dibiarkan terlalu lama, adanya cacing dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Alasannya, cacing yang ada di dalam tubuh akan menyerap sari-sari makanan anak yang ada dalam sel-sel darah dan usus. Orangtua perlu mengetahui tanda atau ciri-ciri cacingan pada anak, berikut penjelasan lengkapnya.

Kenapa anak rentan mengalami cacingan?

Mengutip dari About Kids Health, penyebab cacingan pada anak adalah parasit yang hidup di dalam usus. Parasit di usus ini biasanya dalam bentuk protozoa atau cacing kremi dan pita yang masuk ke dalam tubuh dan memakai usus sebagai tempat tinggal. 

Cacingan pada anak-anak sangat umum terjadi di seluruh dunia dengan ciri-ciri yang sama. Penyakit infeksi pada anak yang satu ini ditularkan di tempat ramai, sanitasi buruk, dan kualitas air yang kurang baik.

Jenis parasit yang paling sering dialami oleh anak-anak adalah cacing kremi dan cacing pita.

Apa saja ciri-ciri anak mengalami cacingan?

Ciri-ciri cacingan pada si kecil bisa dilihat berdasarkan jenisnya. Ada berbagai jenis cacingan pada anak yang perlu diwaspadai. Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Cacing kremi (Enterobius vermicularis)

Cacing kremi atau Enterobius vermicularis

Mengutip dari Kids Health, cacingan yang satu ini adalah infeksi usus pada anak yang disebabkan oleh cacing parasit kecil sehingga tidak memiliki ciri yang terlihat. Ini adalah jenis infeksi yang sangat umum dialami oleh anak, terutama di usia sekolah. 

Proses penularan parasit ini dari cacing kremi yang masuk ke dalam tubuh ketika anak menelan atau menghirup cacing kremi yang sangat kecil.

Setelah puas bermain, biasanya tanpa cuci tangan anak-anak langsung mengambil makanan. Hal tersebut membuat telur cacing yang menempel pada jari tangan dan ikut masuk ke dalam mulut. 

Lalu telur tersebut menetas di  usus kecil dan masuk ke usus besar. Di dalam usus besar tersebut cacing kremi menempel dan akan mengambil makanan. 

Kemudian jika sudah dewasa cacing kremi betina akan menuju ke anus untuk mengeluarkan telur. Namun ciri-ciri dan wujud cacing kremi sangat kecil, sehingga anak dengan mudah bisa terkena cacingan.

Maka, inilah penyebab kenapa banyak anak-anak yang terkena cacing kremi akan merasakan gatal-gatal di sekitar anus. 

Ciri-ciri anak terkena cacingan disebabkan cacing kremi

Berikut tanda anak terinfeksi cacing kremi:

  • Gatal yang terus menerus di sekitar anus
  • Susah tidur karena merasakan gatal di sekitar anus
  • Sekitar anus terasa nyeri dan terjadi iritasi
  • Terdapat cacing kremi pada tinja

Anda bisa melihat cacing di area anus setelah anak tertidur 2-3 jam. Kemungkinan besar, Anda juga bisa melihat cacing di toilet setelah si kecil selesai dari kamar mandi. 

Ciri-ciri cacing kremi yang menyebabkan cacingan pada anak yaitu wujudnya seperti potongan benang kecil berwarna putih. Anda juga bisa melihatnya di permukaan pakaian dalam si kecil di pagi hari.

2. Cacing gelang (Ascariasis lumbricoides)

infeksi cacing gelang

Jenis cacingan berikutnya adalah ascariasis lumbricoides, kondisi yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang.  biasa menyebar melalui makanan dan minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi Tapi tidak ada gejala khusus yang ditimbulkan cacing ini.

Ascariasis adalah cacing yang sering berada di lingkungan yang kurang bersih dan tinggal di daerah dengan suhu hangat. 

Berbeda dengan cacing kremi yang wujudnya kecil, cacing gelang dewasa yang berkembang biak di usus memiliki ciri-ciri tubuh panjang, melebihi 30 cm.

Anda baru tahu setelah melihat cacing yang keluar bersamaan dengan tinja. Cara hidup cacing gelang di dalam usus halus adalah dengan cara parasit. 

Cacing gelang juga bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan anak batuk-batuk. 

Ciri-ciri anak mengalami cacingan karena cacing gelang

Ada beberapa tanda si kecil terinfeksi cacing pita, yaitu:

  • Batuk
  • Nyeri perut 
  • Mual bahkan kadang sampai muntah
  • Berat badan turun
  • Tampak cacing pada tinja
  • Lesu
  • Demam

Bila tidak segera ditangani dengan tepat, cacingan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti anemia dan anak kurang gizi.

3. Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)

infeksi cacing tambang

Cacing tambang memiliki ciri-ciri melekat pada usus dengan mulut mereka dan akan menghisap darah, sehingga anak mengalami cacingan. 

Kemudian, cacing ini masuk lewat kulit kaki dan akan menginfeksi bagian dalam tubuh, seperti paru-paru dan jantung melewati aliran darah.

Tidak jarang, cacing ini menyebabkan anemia pada anak-anak, sehingga berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan mempengaruhi kecerdasan anak. 

Kontaminasi cacing ini juga mengakibatkan anak menjadi susah makan sehingga menjadi gizi buruk karena semua nutrisi akan diserap oleh si cacing.

Ciri-ciri anak mengalami cacingan yang disebabkan oleh cacing tambang

Agar lebih jelas, ini tanda anak terinfeksi cacing tambang:

  • Nyeri perut hilang timbul yang dapat membuat bayi menjadi sangat rewel
  • Diare
  • Mual
  • Demam 
  • Anemia (anak terlihat pucat)
  • Tidak nafsu makan
  • Gatal pada area di mana larva masuk ke dalam kulit
  • Ditemukannya darah dalam feses bayi jika ususnya mengalami infeksi akibat cacing

Tidak semua anak yang mengalami cacingan memiliki tanda atau ciri-ciri di atas, terutama bila kondisi si kecil tergolong ringan. 

Namun bila infeksi cukup parah, anak akan merasa gatal dan geli seperti ditusuk, 30 menit setelah terkontaminasi cacing tambang.

4. Infeksi cacing pita (Taenia sp.)

ciri cacingan pada anak
Siklus hidup cacing pita

Umumnya, anak yang terinfeksi cacing pita tidak merasakan gejala apapun karena memang gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi. 

Namun, bagi anak yang menderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus. 

Sementara bagian tubuhnya akan terus bertambah panjang dan memproduksi telur di dalam usus. Anda berisiko menelan cacing ini jika makan daging sapi atau babi tidak matang. 

Ciri-ciri anak cacingan karena cacing pita

Berikut tanda anak terinfeksi cacing pita:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Nampak lemah dan lemas
  • Hilang nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Jika gejala infeksi cacing pita telah menyebar di bagian tubuh, maka kemungkinan akan menyebabkan kerusakan organ dan jaringan

Beberapa anak yang mengalami cacingan karena cacing pita memiliki ciri-ciri iritasi di area perianal, atau area sekitar anus. 

Iritasi tersebut disebabkan oleh telur cacing yang dikeluarkan dalam tinja. Anak baru sadar terkena penyakit ini ketika melihat telur cacing di tinjanya.

Bagimana cara mencegah cacingan pada anak?

Setelah mengetahui ciri cacingan pada anak, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah si kecil mengalami cacingan:

  • Membiasakan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas
  • Pastikan anak-anak mengganti pakaian dalam mereka setiap hari
  • Cuci seprai, selimut, dan boneka si kecil secara teratur minimal seminggu sekali
  • Dorong anak untuk bermain di daerah kering dan tidak bermain di genangan air berlumpur
  • Pastikan sayuran dan daging dimasak dengan matang sebelum menyajikannya 
  • Ajarkan anak untuk memelihara kebersihan kuku dan kebersihan area genital
  • Selalu menjaga kebersihan rumah, lingkungan, bahkan mainan si kecil

Jika si kecil memunculkan salah satu gejala atau tanda yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter agar anak segera mendapatkan tindakan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Osteoporosis

Osteoporosis adala kondisi tulang mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyakit infeksi pada anak

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit