Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Ruam popok merupakan masalah kulit yang paling sering dialami bayi. Tidak jarang, kulit kemerahan di selangkangan dan bokong si kecil membuatnya tidak nyaman. Ruam sering membuat kulit gatal sehingga bayi sering menggaruknya sampai luka. Berikut penjelasan lengkap seputar ruam popok, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara mengobati.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu ruam popok?

urine bayi baru lahir

Mengutip dari Mayo Clinic, ruam popok adalah adalah iritasi berupa ruam kemerahan mengilap yang muncul di area kulit bayi yang tertutup popok.

Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis popok alias diaper rash. Ruam popok bukan kondisi serius, tetapi jangan sampai Anda sepelekan terutama sebagai perawatan bayi baru lahir.

Pada kasus yang berat, ruam popok bisa memicu infeksi dari jamur maupun bakteri yang hidup di kulit bayi.

Seberapa umum iritasi kemerahan karena popok?

Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi yang rutin memakai popok.

Dikutip dari Family Doctor, lebih dari 50 persen bayi dari usia 6-9 bulan mengalami ruam popok.

Namun, pada beberapa kasus, ruam pada orang dewasa juga bisa terjadi, terutama lansia.

Menghindari faktor risiko bisa mencegah anak terkena kondisi ini. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Apa saja tanda-tanda dan gejala ruam popok?

mengganti popok bayi

Gejala ruam popok pada bayi adalah kemerahan dan iritasi di bagian bokong serta selangkangan.

Tanda ini biasanya dimulai dengan bintik-bintik merah muda yang samar dan menonjol.

Semakin lama, bintik-bintik tersebut akan membesar dan menutupi area yang tertutup popok jika tidak diobati.

Dalam kasus terburuk, kulit bayi bisa terlihat merah dan mulai mengelupas. Jika disentuh, lipatan kulit bisa terasa kasar sehingga sangat membuat tidak nyaman bahkan bisa mengganggu jam tidur bayi.

Ketika mengalami kondisi tersebut, bayi cenderung rewel dan menangis, khususnya setelah buang air kecil atau besar atau ketika Anda mengganti popoknya karena kesakitan.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika kulit bayi tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan di rumah, bicarakan dengan dokter Anda.

Kadang-kadang, Anda akan perlu resep pengobatan untuk mengatasi ruam karena popok bayi.

Bawa bayi ke dokter jika si kecil mengalami tanda dan gejala, seperti:

  • Gejalanya parah dan tidak biasa.
  • Tidak kunjung membaik walaupun sudah diobati.
  • Ruam menimbulkan bintik berisi cairan atau menimbulkan luka berdarah.
  • Bayi kesakitan saat buang air besar dan kecil.
  • Munculnya ruam disertai demam.

Saat berkonsultasi dengan dokter, ceritakan apa yang dialami oleh si kecil. Mulai dari kapan bayi mengalami ruam, sampai kondisi yang membuatnya memburuk.

Apa penyebab ruam popok?

mengatasi ruam popok bayi

Ada beberapa penyebab ruam yang dialami si kecil, misalnya gesekan atau iritasi. Berikut penjelasan seputar penyebab ruam popok pada si kecil:

Iritasi dari kotoran

Mengutip dari Family Doctor, iritasi dari tinja atau urine karena memakai popok terlalu lama bisa menyebabkan ruam.

Kondisi popok yang lembap, membuat kulit iritasi dan timbul bintik kemerahan. Bila si kecil mengalami diare, akan membuat kondisi ruam pada bayi semakin parah.

Gesekan

Penyebab lain munculnya ruam pada bokong atau selangkangan bayi disebabkan karena gesekan.

Kemudian, kulit yang sudah bermasalah ini dapat terinfeksi oleh jamur atau bakteri yang terperangkap oleh popok di kulit bayi yang rentan dan sensitif.

Bahan seperti absorben sintetik dalam popok sekali pakai dan sabun bilas pembunuh kuman juga bisa menyebabkan iritasi.

Infeksi candida

Apa itu candida? Ini adalah infeksi jamur yang tumbuh secara cepat di tempat lembap dan hangat. Ruam bisa timbul karena infeksi ini dan warnanya merah terang dengan bintik-bintik kecil di tepian.

Reaksi alergi

Pemakaian sabun mandi, detergen, pelembut pakaian, tisu bayi, sampai popok yang tidak cocok dengan kulit si kecil bisa menimbulkan reaksi alergi pada bayi dan membuat iritasi kemerahan.

Segera hentikan pemakaian produk yang memicu kulit bayi kemerahan sebagai salah satu cara merawat kulit bayi.

Apa yang meningkatkan risiko bayi mengalami iritasi di popok?

warna feses bayi

Ruam di area selangkangan pada bayi adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

Bayi memiliki kulit sensitif

Bayi yang memiliki penyakit dermatitis atopik atau dermatitis seboroik, cenderung memiliki kulit yang lebih sensitif.

Kondisi ini mengakibatkan mereka lebih mudah mengalami iritasi dan ruam di kulitnya.

Menggunakan popok atau produk pembersih yang kurang tepat

Penggunaan popok bayi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko bayi terkena kondisi ini.

Ini bisa meliputi bahan popok yang terlalu kasar atau ukurannya yang terlalu ketat.

Popok yang kasar dan ketat dapat menimbulkan gesekan pada kulit bayi sehingga bisa menimbulkan iritasi dan infeksi.

Membiarkan bayi mengenakan popok terlalu lama dalam kondisi basah juga bisa meningkatkan risiko terjadinya ruam.

Ditambah dengan penggunaan sabun yang mengandung zat iritan, risiko terjadinya ruam pada kulit akan semakin meningkat.

Memulai MPASI

Bayi yang memasuki usia 6 bulan mulai mengenal makanan padat selain ASI. Hal ini akan mengubah isi dan jumlah feses maupun urine si kecil.

Kulit bayi yang sensitif akan merespons perubahan ini dengan kemunculan ruam di sekitar bokong atau selangkangannya.

Apa saja pilihan obat untuk mengatasi ruam popok?

efek samping krim steroid

Ruam popok adalah masalah umum yang sering terjadi pada bayi. Kondisi ini biasanya menyerang bayi yang memiliki:

  • Kulit bayi yang sensitif.
  • Jarang mengganti popok secara rutin.
  • Keseringan memakai popok yang basah dan ketat.

Berikut ini obat yang direkomendasikan untuk mengobati ruam popok, baik dengan maupun tanpa resep:

1. Salep yang mengandung zinc oxide

American Academy of Dermatology menyebutkan salep zinc oxide sebagai salah satu pengobatan ampuh untuk ruam di pantat dan selangkangan bayi.

Zinc oxide membentuk lapisan pertahanan pada kulit teratas bayi untuk memperkecil peluang zat asing menyebabkan iritasi.

Salep ini mudah didapat dan umumnya ampuh untuk mengobati ruam popok pada bayi akibat iritasi.

Efek samping juga jarang terjadi pada bayi yang menggunakan obat ini. Namun, gunakan obat sesuai arahan dokter maupun apotek.

Bersihkan tangan Anda sebelum mengoleskan obat ini ke kulit bayi tipis-tipis dan pijat bayi secara lembut.

Jika dalam beberapa hari,ruam tidak juga membaik, konsultasi dokter untuk meresepkan obat yang lebih kuat.

2. Salep hidrokortison

Salep hidrokortison bisa digunakan untuk mengobati ruam popok. Obat ini dapat mengurangi pembengkakan, rasa gatal, dan iritasi pada kulit.

Sebagian besar krim kulit memang mengandung hidrokortison dosis ringan.

Namun, untuk digunakan sebagai obat ruam popok, cara pakai salep hidrokortison harus diawasi oleh dokter jika usia anak di bawah 10 tahun.

Gunakan hanya ketika dokter merekomendasikannya untuk anak Anda. Penggunaan secara sembarangan justru dapat memperparah ruam dan iritasi kulit.

Bila Anda menggunakan salep hidrokortison sebagai obat untuk mengatasi ruam popok, jangan gunakan obat lain secara bersamaan.

Sebaiknya, tunggu sekitar 10 menit baru oleskan obat lain, atau akan lebih baik jika obat lain digunakan pada waktu yang berbeda.

3. Krim antijamur

Kondisi kulit yang lembap dan kotor dapat merangsang pertumbuhan jamur jadi lebih banyak.

Ini bisa terjadi pada kulit di sekitar pantat dan selangkangan bayi sehingga dapat menyebabkan ruam popok akibat infeksi jamur.

Untuk mengobati infeksi jamur, bayi harus menggunakan salep antijamur. Obat ini dapat mengurangi infeksi dengan menghambat pertumbuhan jamur di kulit.

Beberapa salep antijamur yang biasanya digunakan, yakni golongan clotrimazole atau miconazole, seperti Balmex, Desitin, Triple Paste dan Lotrimin.

Selain itu, salep antijamur juga sering mengandung zinc oksida, ini adalah bahan aktif yang banyak dipakai di dalam produk untuk mengatasi ruam popok.

Kandungan ini bisa menenangkan dan melindungi kulit bayi sepanjang hari. Anda bisa mengoleskan salep ruam popok ini secara tipis-tipis di kulit bayi yang terkena ruam.

Akan tetapi, agar lebih aman penggunaannya, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu.

4. Petroleum jelly

Pilihan salep terakhir untuk mengobati ruam popok pada bayi adalah petroleum jelly, khususnya jika iritas masih tergolong ringan.

Memakaikan petroleum jelly pada kulit bayi juga dapat menjadi obat tambahan untuk krim ruam tertentu agar tidak lengket menempel di popok.

Setelah sembuh, Anda bisa menggunakan salep ini sebagai perawatan lanjutan untuk mencegah ruam popok kembali kambuh.

Studi tahun 2013 yang diterbitkan Journal for Specialists in Pediatric Nursing menunjukkan hasil positif dalam penggunaan gel ini.

Hasilnya, penggunaan petroleum jelly menurunkan risiko bayi terkena ruam popok di kemudian hari.

Agar lebih optimal, gunakan setelah kulit bayi dibersihkan dengan air agar salep dapat menahan air dan lebih efektif menjaga kelembapan kulit.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk ruam popok pada bayi?

Ruam di bagian tubuh bayi akibat penggunaan popok itu sangat umum terjadi.  Ketika sedang memandikan bayi baru lahir, biasanya Anda akan bisa langsung melihatnya.

Oleh karena itu, dokter juga biasanya bisa langsung mengenali ruam popok hanya dengan melihat tampilannya saja.

Ketika bicara dengan dokter, diskusikan merek popok, losion, deterjen, dan perlengkapan rumah lainnya yang bersentuhan dengan kulit si kecil. 

Apa pengobatan rumahan untuk atasi ruam popok?

mencegah ruam popok

Walaupun termasuk masalah kulit ringan, Anda harus tahu cara mengatasi ruam popok yang tepat.

Jika tidak, ruam dapat semakin memburuk dan dapat memicu infeksi yang menyebar ke area kulit lainnya.

Nah, agar bayi Anda tidak lagi rewel karena gatal dan perihnya ruam popok, berikut cara mengobati kondisinya:

1. Rutin memeriksa popok

Dalam sehari, cobalah untuk lebih sering cek kondisi popoknya. Anda mungkin juga perlu sesekali bangun di tengah malam untuk mengecek sekaligus mengganti popoknya bila sudah kotor.

Sering-sering memeriksa popok bayi adalah cara mengatasi ruam di bokongnya agar Anda tahu kapan harus mengganti dengan yang baru.

Apabila popok sudah mulai penuh, terasa berat, lembap, atau tampak kotor, segera ganti dengan yang baru.

2. Rutin mengganti popoknya

Mengganti popok bayi yang basah dengan salinan baru adalah cara tepat untuk mengobati ruam.

Normalnya, popok bayi perlu diganti setiap 2-3 jam sekali, tetapi akan lebih baik jika lebih cepat.

Begitu sudah mulai terasa agak basah atau penuh, segera ganti dengan yang baru.

Saat memakaikan popok bayi yang baru, jangan menempelkannya terlalu ketat agar kulitnya tetap leluasa bernapas dan tidak mendapat banyak gesekan dari popok.

3. Oleskan krim atau gel untuk meredakan gejala

Cara mengatasi ruam popok selanjutnya adalah dengan mengoleskan krim atau gel yang mengandung zinc oxide.

Anda juga bisa menggunakan witch hazel, gel aloe vera, atau krim yang mengandung calendula sebagai cara mengobati ruam popok bayi.

Gel ini termasuk ke dalam perlengkapan bayi baru lahir yang perlu dimiliki.

Namun, tanyakan lebih dahulu pada dokter atau apoteker tentang krim yang baik dan aman untuk dioleskan pada kulit bayi.

4. Pilih pakaian yang menyerap keringat

Cara mengobati ruam popok selanjutnya yang bisa Anda lakukan dengan memilih bahan pakaian yang tepat untuk bayi.

Pakaian yang sempit dapat memperbesar gesekan pada kulit yang iritasi. Ini akan menimbulkan rasa nyeri pada bayi.

Selain itu, pakaian yang sempit juga membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat. Akibatnya, area sekitar pantat bayi akan lembap sehingga iritasi jadi bertambah parah.

5. Biarkan kulit bayi bernapas

Biarkan 10 menit bayi bebas tanpa popok sebanyak 3 kali sehari. Ini bisa Anda lakukan saat mengganti popok atau ketika ia tidur siang.

Selain itu, cara mengobati ruam popok ini bisa juga Anda akali dengan melonggarkan popok bayi. Dengan begitu, ada celah untuk udara masuk dan menjaga kulit bayi tetap kering.

6. Gunakan produk yang aman untuk kulit bayi

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga mudah iritasi. Jika kulitnya sudah iritasi, butuh perhatian ekstra dalam memilih produk-produk perawatan untuk kulitnya.

Ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi ruam popok dan membantu kulit untuk pulih lebih cepat.

Mayo Clinic menyebutkan beberapa zat iritan pada kulit bayi yang sebaiknya Anda hindari.

Beberapa zat iritan yang perlu dihindari yaitu fenol, benzokain, diphenhydramine, salisilat, dan hidrogen borat.

7. Pakai obat yang sesuai resep dokter

Jika ruam popok disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, pengobatan biasa tidak akan mengobati kondisi ini secara efektif.

Infeksi sekaligus perkembangan bakteri dan jamur harus dihentikan dengan obat antibiotik atau antijamur.

Namun, menggunakan cara ini untuk mengatasi ruam popok tidak bisa sembarangan.

Antibiotik boleh digunakan di bawah pengawasan dokter, begitu juga dengan obat antijamur.

Ini dilakukan untuk mencegah dosis berlebihan yang bisa mengakibatkan resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika  bakteri menjadi kebal dengan antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Ruam popok bukan hanya bisa terjadi pada bayi. Orang dewasa juga bisa mengalami ruam popok lho! Yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Masalah Kesehatan pada Lansia 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat membuat si kecil tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengikuti cara mengatasi biang keringat pada bayi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Batuk pada Bayi, Ketahui Jenis dan Cara Mengatasinya

Batuk pada bayi perlu diatasi dengan tepat, tapi berbeda batuk beda juga penanganannya. Apa saja jenis batuk yang biasa dialami bayi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Mengapa laktosa sering ditemukan dalam susu formula anak? Ini dia manfaat laktosa bagi tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat baca buku untuk anak

Penting! Ini 5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit