home
close

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bu, Ini Cara yang Benar untuk Mencuci Popok Kain

Bu, Ini Cara yang Benar untuk Mencuci Popok Kain

Mencuci popok kain bayi perlu dilakukan dengan cara yang benar, karena popok berada di bagian yang bersinggungan dengan organ intim dan kulit si Kecil. Maka itu, popok kain perlu sering diganti dan dijaga kebersihannya agar si Kecil terhindar dari ruam popok.

Yuk, simak cara yang tepat untuk mencuci popok kain.

Popok kain yang tidak bersih bisa menyebabkan iritasi

Pada kondisi normalnya, si Kecil akan buang air kecil setidaknya satu sampai tiga jam sekali. Pada popok yang basah terdapat amonia dalam urin si Kecil. Selain itu, ada feses yang juga tertampung dalam popok. Jika popok tak kunjung diganti dapat menimbulkan iritasi pada kulit si Kecil.

Lembapnya udara dan keberadaan amonia di dalam popok memicu perkembangan bakteri yang mengakibatkan ruam popok pada si kecil. Ini masalah umum yang terjadi dan sulit terhindarkan.

Ruam popok menimbulkan gejala seperti sensasi kulit terbakar pada area genital dan anus, kemerahan, muncul luka pada kulit si Kecil. Gejala iritasi bisa menyebar ke bagian perut maupun punggung si Kecil.

Pastinya si Kecil akan merasa terganggu dengan kondisi ini. Meskipun tergolong kondisi umum pada si Kecil, ruam popok dapat dihindari dengan menerapkan cara mencuci kain popok bayi dengan benar.

Cara mencuci popok kain bayi yang benar

Selain mengganti popok secara berkala, popok kain yang dicuci bersih dapat meminimalkan risiko penyebaran bakteri. Mencuci popok kain bayi berbeda dengan pakaian lainnya.

Agar kuman dari amonia mati, terapkan cara mencuci popok kain sebagai berikut.

1. Pisahkan popok yang terdapat feses

Tahap pertama cara mencuci popok kain si Kecil adalah memisahkan popok yang terdapat feses dan yang tidak. Karena untuk membersihkan feses pada popok si Kecil, Ibu perlu mencucinya secara manual dengan tangan agar bersih.

2. Rendam beberapa jam

Dalam ember terpisah antara popok yang terkena kotoran feses dan urin, rendam popok kain si Kecil beberapa jam. Ini dilakukan untuk mengangkat noda-noda yang menempel pada kain popok. Ibu boleh saja menambahkan sedikit sabun cuci pakaian sebelum mencucinya.

3. Campurkan cairan antiseptik

Agar kuman dapat dibasmi dengan optimal, Ibu bisa menambahkan cairan antiseptik yang aman untuk si Kecil. Cairan antiseptik ini dapat menghentikan dan memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Sehingga saat mengenakan popok, dapat mengurangi risiko infeksi kuman penyebab iritasi.

4. Cuci popok

Cara mencuci popok kain bayi selanjutnya adalah ganti air rendaman dan gunakan air dengan suhu 60C di dalam mesin cuci untuk membasmi jamur.

Bila ingin menggunakan detergen, pilihlah sabun pakaian yang bebas pewangi. Jangan menggunakan pelembut kain untuk menghindari iritasi kulit pada si kecil. Karena pelembut kain dapat mengurangi daya absorpsi popok kain Ibu.

Untuk pencucian popok dengan kotoran feses, gunakan dengan teknik cuci manual dengan suhu air biasa dan detergen tanpa pewangi. Menggunakan mesin cuci untuk membersihkan popok si Kecil dengan feses tidak membersihkannya secara optimal.

5. Cek aroma popok

Setelah mencucinya, coba cek aroma popok. Bila masih ada aroma yang tidak sedap, ulangi cara mencuci popok kain bayi, sehingga dapat bersih optimal. Karena aroma yang tidak sedap pertanda masih ada bakteri yang bisa mengiritasi kulit si kecil.

6. Jemur popok

Setelah melakukan rangkaian cara mencuci di atas, jemurlah popok kain si Kecil dengan sinar matahari. Meskipun menjemurnya di bawah terik matahari dapat membuatnya cepat kering, tetapi efek yang didapatkan membuat popok jadi kaku.

Waktu tepat menjemur popok adalah di pagi hari atau di sore hari. Jika ingin menjemurnya di siang hari, cobalah gantungkan popok di dalam ruangan. Dengan begitu, popok dapat kering dan teksturnya tetap lembut untuk dipakai si kecil.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nappy rash. (2018, May). Retrieved January 27, 2020, from Raising Children Network website: https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/poos-wees-nappies/nappy-rash

HealthCentral. (2007, November 14). Diaper Rash. Retrieved January 27, 2020, from Healthcentral.com website: https://www.healthcentral.com/encyclopedia/diaper-rash

Nappy rash. (2012). Retrieved January 27, 2020, from Vic.gov.au website: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/nappy-rash

How to wash cloth nappies. (2018). Retrieved January 27, 2020, from BabyCentre UK website: https://www.babycentre.co.uk/a1052701/how-to-wash-cloth-nappies

How to wash cloth nappies. (2018). Retrieved January 27, 2020, from BabyCenter Australia website: http://babycenter.com.au/a1052701/how-to-wash-cloth-nappies

Baby’s First Days: Bowel Movements & Urination. (2020). Retrieved January 27, 2020, from HealthyChildren.org website: https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Babys-First-Days-Bowel-Movements-and-Urination.aspx

Nankervis, H., Thomas, K. S., Delamere, F. M., Sébastien Barbarot, Rogers, N. K., & Williams, H. C. (2016, May). Antimicrobials including antibiotics, antiseptics and antifungal agents. Retrieved January 27, 2020, from Nih.gov website: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK363143/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 14/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x