Berbagai Penyebab Anak Demam: Kapan Ortu Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, hati tentu tidak tenang saat mengetahui anak demam. Sebenarnya, demam bukanlah sesuatu yang serius. Demam adalah keluhan anak yang paling umum hal yang sangat umum dan seringkali hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Meski begitu, suhu tubuh yang tinggi dapat mengganggu aktivitas anak dan menyebabkan dehidrasi. Tetaplah tenang dan ikuti petunjuk dasar untuk mengukur suhu tubuh serta cobalah untuk mendinginkan anak Anda.

Apa itu demam?

Demam adalah kondisi di mana hipotalamus otak mencoba untuk mengatur suhu tubuh (hipotalamus juga mengatur rasa lapar atau haus). Hipotalamus tahu pasti suhu tubuh seseorang yang tepat dan kemudian mengirimkan sinyal pengaturan ke tubuh. Jika terjadi kejanggalan dalam tubuh, hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh sebagai caranya melindungi si pemilik tubuh.

Kenaikan suhu tubuh membuat lingkungan yang lebih sulit bagi bakteri dan virus penyebab infeksi untuk bertahan hidup. Beberapa ilmuwan percaya bahwa suhu yang tinggi dapat mengaktifkan beberapa jenis enzim untuk bekerja lebih efektif sehingga membuat tubuh menjadi lebih kuat.

Apa penyebab anak demam?

Sebagian besar penyebab anak demam dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya. Kondisi umum yang dapat menyebabkan demam meliputi:

Suhu tubuh anak juga dapat meningkat setelah vaksinasi, atau jika ia mengalami kepanasan akibat selimut atau pakaian yang terlalu tebal. Cara cepat dan mudah untuk mencari tahu apakah anak Anda terkena demam adalah dengan menggunakan termometer.

Kapan orangtua harus khawatir tentang demam anak?

Demam itu sendiri bukanlah penyakit dan tidak menyebabkan kerusakan berarti. Terkadang, demam dapat dianggap sebagai suatu tanda yang baik karena itu adalah cara tubuh anak Anda melindungi diri dari peradangan atau infeksi.

Tapi segera hubungi dokter jika anak demam Anda:

  • Berusia kurang dari tiga bulan dan suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih
  • Berusia 3-6 bulan dan suhu tubuhnya mencapai 39°C

Tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda harus menemui dokter adalah jika anak Anda:

  • Terlihat sangat sakit
  • Mengantuk atau sangat rewel
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau masalah medis lainnya
  • Mengalami kejang (step)
  • Mengalami gejala lainnya seperti ruam, radang tenggorokan, sakit kepala, leher kaku, atau sakit telinga

Jika anak Anda terlihat sehat — misalnya, jika ia demam tapi tetap aktif bermain dan sigap — kemungkinan ia sakit serius sangatlah kecil.

Ortu harus waspada jika anak demam menunjukkan gejala yang lebih parah

Terkadang gejala demam pada anak yang lebih serius seperti sesak napas, muntah, ruam, dan kejang, berkaitan dengan tanda dan gejala penyakit yang lebih serius, seperti infeksi bakteri.

Kemungkinan penyakit bakteri yang serius meliputi:

  • Meningitis — infeksi selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang
  • Sepsis (infeksi darah)
  • Pneumonia—radang jaringan paru-paru, biasanya disebabkan oleh infeksi

Penting untuk diingat bahwa penyebab anak demam yang berpotensi serius tergolong langka.

Baca lebih lanjut tentang mengenali tanda-tanda penyakit serius pada bayi dan anak-anak.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

6 Trik Sederhana Agar Terbiasa Jalan Kaki Demi Tubuh yang Bugar

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah, namun banyak yang malas melakukannya. Yuk, biasakan jalan kaki dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Olahraga Lainnya, Kebugaran 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit