Berbagai Penyebab Anak Demam: Kapan Ortu Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, hati tentu tidak tenang saat mengetahui anak demam. Sebenarnya, demam bukanlah sesuatu yang serius. Demam adalah keluhan anak yang paling umum hal yang sangat umum dan seringkali hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Meski begitu, suhu tubuh yang tinggi dapat mengganggu aktivitas anak dan menyebabkan dehidrasi. Tetaplah tenang dan ikuti petunjuk dasar untuk mengukur suhu tubuh serta cobalah untuk mendinginkan anak Anda.

Apa itu demam?

Demam adalah kondisi di mana hipotalamus otak mencoba untuk mengatur suhu tubuh (hipotalamus juga mengatur rasa lapar atau haus). Hipotalamus tahu pasti suhu tubuh seseorang yang tepat dan kemudian mengirimkan sinyal pengaturan ke tubuh. Jika terjadi kejanggalan dalam tubuh, hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh sebagai caranya melindungi si pemilik tubuh.

Kenaikan suhu tubuh membuat lingkungan yang lebih sulit bagi bakteri dan virus penyebab infeksi untuk bertahan hidup. Beberapa ilmuwan percaya bahwa suhu yang tinggi dapat mengaktifkan beberapa jenis enzim untuk bekerja lebih efektif sehingga membuat tubuh menjadi lebih kuat.

Apa penyebab anak demam?

Sebagian besar penyebab anak demam dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya. Kondisi umum yang dapat menyebabkan demam meliputi:

Suhu tubuh anak juga dapat meningkat setelah vaksinasi, atau jika ia mengalami kepanasan akibat selimut atau pakaian yang terlalu tebal. Cara cepat dan mudah untuk mencari tahu apakah anak Anda terkena demam adalah dengan menggunakan termometer.

Kapan orangtua harus khawatir tentang demam anak?

Demam itu sendiri bukanlah penyakit dan tidak menyebabkan kerusakan berarti. Terkadang, demam dapat dianggap sebagai suatu tanda yang baik karena itu adalah cara tubuh anak Anda melindungi diri dari peradangan atau infeksi.

Tapi segera hubungi dokter jika anak demam Anda:

  • Berusia kurang dari tiga bulan dan suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih
  • Berusia 3-6 bulan dan suhu tubuhnya mencapai 39°C

Tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda harus menemui dokter adalah jika anak Anda:

  • Terlihat sangat sakit
  • Mengantuk atau sangat rewel
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau masalah medis lainnya
  • Mengalami kejang (step)
  • Mengalami gejala lainnya seperti ruam, radang tenggorokan, sakit kepala, leher kaku, atau sakit telinga

Jika anak Anda terlihat sehat — misalnya, jika ia demam tapi tetap aktif bermain dan sigap — kemungkinan ia sakit serius sangatlah kecil.

Ortu harus waspada jika anak demam menunjukkan gejala yang lebih parah

Terkadang gejala demam pada anak yang lebih serius seperti sesak napas, muntah, ruam, dan kejang, berkaitan dengan tanda dan gejala penyakit yang lebih serius, seperti infeksi bakteri.

Kemungkinan penyakit bakteri yang serius meliputi:

  • Meningitis — infeksi selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang
  • Sepsis (infeksi darah)
  • Pneumonia—radang jaringan paru-paru, biasanya disebabkan oleh infeksi

Penting untuk diingat bahwa penyebab anak demam yang berpotensi serius tergolong langka.

Baca lebih lanjut tentang mengenali tanda-tanda penyakit serius pada bayi dan anak-anak.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit