Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memberikan imunisasi pada anak menjadi salah satu cara pencegahan penularan penyakit. Pemerintah bahkan sudah menetapkan 5 imunisasi dasar yang wajib didapatkan anak sebelum mereka berusia 1 tahun. Sayangnya, tak sedikit anak yang terlambat imunisasi karena orangtua sering lupa. Entah itu karena jadwal yang sibuk atau malah menganggap bahwa imunisasi bukanlah hal yang penting. Lantas, apa jadinya kalau anak telat imunisasi? Bagaimana caranya supaya orangtua selalu ingat jadwal imunisasi anak? Yuk, cari tahu jawaban dari semua pertanyaan tersebut dalam ulasan di bawah ini.

Imunisasi sangat penting sehingga tidak boleh sampai terlambat

efek samping imunisasi

Manfaat imunisasi adalah mencegah dan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit-penyakit yang berbahaya dan menular.

Ketika anak sudah diimunisasi, tubuhnya akan secara otomatis dilengkapi dengan sistem imun yang bekerja spesifik untuk melawan virus, bakteri, atau kuman penyebab penyakit tersebut.

Sebaliknya, jika anak tidak diimunisasi, mereka akan lebih berisiko tertular penyakit berbahaya dan mengalami komplikasi yang parah.

Anak yang tidak diimunisasi juga berisiko menularkan penyakit yang mereka derita ke orang-orang di sekitarnya. Alhasil, wabah penyakit dan tingkat kematian akan semakin tinggi.

Bagaimana kalau anak terlambat imunisasi?

vaksinasi

Dengan kesibukan yang harus dijalani, ada kalanya Anda sebagai orangtua mungkin lupa dengan jadwal imunisasi anak. Hal ini membuat anak jadi terlambat atau bahkan melewatkan imunisasi. Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan.

Jika telat beberapa hari dari jadwal yang sudah ditentukan, segera konsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan menganjurkan anak untuk melakukan imunisasi susulan.

Hal ini pun berlaku apabila si kecil telat atau melewatkan imunisasi yang harus dilakukan satu rangkaian, misalnya polio.

Imunisasi polio sendiri terdiri dari empat rangkaian dan anak-anak wajib mendapatkannya semua. Sesuai program pemerintah, imunisasi polio dilakukan segera ketika anak lahir, pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Ketika anak terlambat mendapatkan imunisasi polio, Anda tak perlu khawatir harus mengulangnya lagi dari awal.

Tetaplah memberikan jenis imunisasi berikutnya sesuai jadwal. Tidak peduli berapa pun jarak keterlambatan dari pemberian imunisasi sebelumnya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada kata terlambat untuk menyusulkan imunisasi yang sudah terlanjur terlewat.

Ingat, imunisasi tidak hanya melindungi anak terkena berbagai penyakit berbahaya, tapi juga mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

Jadi, tidak hanya anak Anda saja yang mendapatkan manfaatnya, anak-anak lain dan orang di sekitarnya juga akan merasakannya.

Tips agar tidak lupa dan terlambat jadwal imunisasi anak

vaksin mempengaruhi kecerdasan anak

Berhubung imunisasi berperan penting untuk mencegah penyakit menular maupun komplikasi berbahaya, penting bagi orangtua untuk selalu ingat jadwal imunisasi anak.

Nah, supaya anak tidak lagi telat imunisasi, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. Buat pengingat di ponsel

Saat ini ponsel sudah jadi barang penting yang wajib dibawa ke mana pun kita pergi. Tak melulu memberi dampak yang negatif, jika digunakan dengan bijak ponsel pun bisa memberi banyak manfaat, lho. Salah satunya jadi sarana pengingat untuk jadwal imunisasi anak.

Ya, Anda bisa memanfaatkan fitur pengingat yang ada di ponsel. Caranya mudah, tandai tanggal di mana si kecil harus diimunisasi lalu atur alarm pengingat supaya berdering di tanggal tersebut. Jadi, Anda tak perlu was-was lagi kelewatan jadwal imunisasi si buah hati.

Anda juga bisa menambahkan jenis imunisasi yang dijadwalkan, misalnya imunisasi hepatitis B atau imunisasi MMR. Ini akan memudahkan orangtua dalam mengingat jenis vaksin yang akan diberikan pada anak.

2. Catat, catat, catat

Meski terbilang kuno, membuat jurnal atau catatan khusus tentang semua perkembangan atau kebutuhan si kecil juga bisa jadi cara efektif untuk mengingat jadwal imunisasi anak, sehingga anak tidak akan lagi terlambat imunisasi.

Ya, bagi beberapa orangtua, menulis langsung di atas kertas memudahkan mereka dalam mengingat sesuatu ketimbang harus menulisnya di gadget.

Anda juga bisa melihat jadwal imunisasi anak dalam buku catatan imunisasi yang disediakan oleh dokter atau penyedia kesehatan. Simpan baik-baik buku catatan tersebut, sehingga mudah dicari ketika sewaktu-waktu Anda membutuhkannya.

3. Ingat tanggal lahir anak

Cara mudah lainnya supaya anak tidak terlambat imunisasi adalah dengan mengingat tanggal lahir mereka. Pada prinsipnya, jadwal imunisasi anak akan berpedoman pada tanggal lahir anak setiap bulan.

Jadi, seharusnya tak ada alasan lagi untuk lupa jadwal imunisasi anak, ‘kan?

Hal penting yang harus diperhatikan bila terlambat imunisasi

imunisasi anak vaksin

Imunisasi biasanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti rumah sakit daerah (RSUD), Puskesmas, maupun Posyandu.

Jangan ragu bertanya atau meminta penjelasan ke dokter maupun bidan terkait program imunisasi yang akan dilakukan anak nantinya.

Mintalah penjelasan tentang jenis vaksin yang digunakan, merek vaksinnya, hingga efek samping imunisasi dan hal-hal lain yang harus diwaspadai setelah imunisasi.

Bila Anda merasa belum mengerti silakan diskusikan dengan dokter sampai Anda benar-benar paham.

Satu lagi yang tak kalah penting, hal-hal yang dicatat dokter di dalam buku catatan imunisasi juga harus dipahami oleh orang tua. Jangan sampai hanya dokternya saja yang paham.

Meski buku catatan imunisasi ditulis oleh dokter, tapi buku itu adalah milik orang tua. Maka, penting bagi orangtua untuk memahaminya juga. Dengan begitu, anak tidak akan lagi terlambat imunisasi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ketahui apakah terdapat perbedaan antara anak yang minum susu formula sapi dan soya dalam hal tumbuh kemang serta apa kelebihan dari susu soya.

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
perbedaan susu sapi dan soya
Parenting, Nutrisi Anak 16 Juli 2020

Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Balita rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya ditandai dengan demam. Bagaimana cara mengatasi demam pada balita dengan cepat dan aman?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
demam pada balita
Kesehatan Anak, Parenting 28 November 2019

Anak Batuk Terus Menerus, Apa Ortu Harus Khawatir?

Jika anak mengalami batuk yang terus menerus muncul dan tidak kunjung membaik, apakah orang tua harus waspada? Simak ulasannya di Hello Sehat.

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
anak batuk terus menerus
Kesehatan Anak, Parenting 23 September 2019

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Vaksin rotavirus termasuk ke dalam imunisasi tambahan yang dianjurkan IDAI. Mengapa vaksin ini perlu diberikan dan adakah efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Ini Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun yang Tidak Boleh Dilewatkan

Imunisasi memiliki jadwal yang tidak boleh terlewatkan, mulai dari yang wajib sampai tambahan. Ini jadwal imunisasi anak selengkapnya,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 11 Juni 2020 . Waktu baca 12 menit

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Cacar air salah satu penyakit paling menular dan bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Ini penjelasan seputar vaksin varisela untuk cegah cacar air.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi yang harus diulang

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Imunisasi untuk Remaja

Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
imunisasi vaksin hib

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit