Saat Anak Sakit, Harus Istirahat di Rumah Atau Dibiarkan Masuk Sekolah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

“Mama… aku nggak masuk sekolah, ya, pusing soalnya”, kira-kira begitulah rengekan si kecil ketika ia merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, atau bisa dibilang sakit. Memang, begitu anak mulai mengeluh sakit, orangtua pantas waspada. Tapi di sisi lain, si kecil mungkin juga hanya cari-cari alasan untuk tidak masuk sekolah. Begini cara cari tahunya apakah anak sakit beneran atau sebenarnya masih cukup kuat untuk bersekolah.

Anak sakit, harus istirahat di rumah atau masih kuat untuk sekolah, ya?

1. Ketika anak terkena flu

Anak sakit flu biasanya ditandai dengan gejala hidung ingusan atau mampet. Tapi biar hanya flu, orangtua ada baiknya tidak menganggap enteng penyakit ini.

Pasalnya, ketika anak sedang sakit flu, biasanya mood mereka cenderung berubah, lesu, dan nafsu makan pun ikut berubah. Demikian juga dengan gejala mengi ataupun sulit bernapas saat flu. Jika anak mengeluh dan merasakan gejala di atas, hal tersebut bisa Anda pertimbangkan untuk tidak memaksakan anak pergi ke sekolah. Lagipula, flu adalah penyakit menular. Sebaiknya istirahatkan dulu si kecil di rumah agar tidak mengoper penyakitnya ke teman-teman di sekolah.

2. Ketika anak terkena demam

Umumnya, paling mudah mengetahui anak sedang sakit demam. Para orang tua bisa mengetahui dari suhu tubuh yang meningkat. Demam pada dasarnya adalah cara tubuh melawan infeksi. Oleh karena itu, demam tidak selamanya buruk. Jika suhu tubuh anak masih di bawah 38,5 ° C dan ia tampaknya masih bisa beraktivitas seperti biasa, wwalau mungkin sedikit lemas, tak ada salahnya untuk memintanya tetap bersekolah. Tapi perhatikan jika suhu tubuh anak berada di kisaran 38,5 ° C, Anda bisa membawanya ke dokter dan beristirahat di rumah. Demamnya mungkin disebabkan oleh penyakit lain yang lebih serius.

3. Ketika anak mengalami muntaber

Sebetulnya, sulit untuk menentukan apa yang menjadi penyebab muntaber pada anak. Kemungkinan ada tiga hal, yaitu keracunan makanan, intoleransi laktosa, atau infeksi kuman (entah virus, parasit, atau bakteri).

Ketika memutuskan apakah anak Anda cukup sehat untuk bersekolah, Anda bisa melihatnya lewat seberapa sering ia ke kamar mandi untuk muntah ataupun buang air. Jika gejala tersebut berlangsung lebih dari 2-3 kali dalam 1 jam dan mengganggu rutinitas mereka, ada baiknya anak Anda istirahat di rumah. Terlebih jika muntaber yang di alami membuat anak sampai dehidrasi dan mengalami demam.

Intinya, percayakan naluri Anda untuk mendeteksi anak sakit beneran atau cuma alasan

Berdasarkan tiga cara di atas, tetap saja Anda harus menggunakan naluri untuk membuat keputusan bisa tidaknya anak Anda pergi ke sekolah. Apa masih bisa anak Anda masih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah? Lagi pula gejala seperti sakit tenggorokan, batuk, atau demam ringan, tidak berarti juga menandakan anak jadi otomatis tidak aktif dan malas ikut serta dalam kegiatan sekolah.

Hanya Anda yang mengetahui apa yang terbaik untuk anak-anak Anda. Dengan begitu, mempercayakan insting dan naluri Anda bisa membantu memutuskan apakah anak cukup kuat masuk sekolah atau anak sakit Anda butuh perhatian dan perawatan lebih dari orangtuanya di rumah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca