Kenapa Anak Perlu Tidur Siang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar anak mungkin tidak menyukai waktu tidur siang. Beberapa anak merasa tidur siang mengganggu waktu mainnya bersama teman-temannya. Maka tak heran jika banyak anak susah tidur siang dan harus dimarahi dulu oleh ibunya  ketika jam tidur siang tiba. Namun, ternyata memang tidur siang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. 

Mengapa anak butuh tidur siang?

Makan dan tidur merupakan dua kebutuhan dasar anak yang sangat penting untuk dipenuhi. Nutrisi dan tidur yang cukup sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, di masa perkembangannya ini, anak membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Kebutuhan waktu tidur anak yang sangat banyak, membuat anak harus bisa membagi waktu tidur malamnya dengan tidur siang. Jika anak melewatkan tidur siang, maka kemungkinan besar anak tidak bisa mencukupi waktu tidurnya hanya di malam hari saja. Di sinilah, fungsi tidur siang dibutuhkan anak.

Selain itu, tidur siang dibutuhkan untuk membantu anak agar tidak kelelahan, sehingga anak dapat tidur dengan nyenyak di malam hari. Secara psikologi, tidur siang dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak, membuat anak lebih tenang dan lebih segar.

Bukan hanya untuk anak, tidur siang juga bermanfaat untuk orangtua. Saat anak menghabiskan waktu tidur siangnya, orangtua dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk dirinya sendiri, bisa untuk beristirahat atau meneruskan pekerjaan rumah yang belum selesai.

Berapa lama anak membutuhkan tidur siang?

Tidur siang yang dibutuhkan anak tergantung dari usia anak dan disesuaikan dengan kebutuhan tidur anak yang berbeda-beda antar usia. Perlu diketahui bahwa anak usia 1-3 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 12-14 jam per hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11-12 jam per hari. Sedangkan, anak usia 5-12 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 10-11 jam per hari.

Untuk mencukupi waktu tidur yang dibutuhkan anak ini, anak bisa mengambil waktu tidur siangnya selama 1-3 jam dan sesuaikan dengan tidur malamnya agar total waktu tidur anak tidak berlebihan maupun kekurangan. Idealnya, anak mengambil waktu tidur siang selama 90 menit atau 1,5 jam.

Bagaimana tidur siang yang baik?

Sebaiknya jangan memaksa anak untuk tidur siang, paksaan ini justru akan membuat anak tidak suka dengan tidur siang dan juga membuat tidur siangnya kurang berkualitas. Biarkan anak mengambil waktu tidur siangnya secara alami. Jika dari kecil sudah dibiasakan tidur siang, maka anak akan mengetahui kapan waktu tidur siangnya, anak akan merasa ngantuk, dan ingin tidur siang tanpa diminta.

Jika anak tetap tidak ingin atau tidak bisa tidur siang, sebaiknya biarkan anak main di kamarnya. Anak bisa membaca buku atau bermain sendiri dengan tenang di kamarnya. Setidaknya anak mendapatkan waktu istirahat. Dan setelah itu, Anda bisa memajukan jam tidur malam anak agar anak tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Sebaiknya biasakan anak tidur siang setelah ia menghabiskan makan siangnya. Ini adalah waktu yang baik untuk tidur siang. Tidur siang pada waktu yang sudah lewat atau terlalu sore dapat menyebabkan anak sulit tidur di malam hari.

Jika Anda merasa tidur siang malah membuat anak Anda tidak bisa tidur atau menyebabkan masalah tidur pada malam hari, Anda bisa memajukan waktu tidur malam anak Anda dan keesokan harinya anak bangun lebih pagi. Sehingga, pada siang hari, anak merasa mengantuk dan dapat tidur siang lebih cepat dari waktunya.

Bagaimana agar anak bisa terus tidur siang secara teratur?

Terkadang, anak yang sudah mulai tumbuh besar, mulai melupakan tidur siangnya. Anak sudah lebih asyik menghabiskan waktu siangnya dengan bermain bersama teman-temannya dibandingkan tidur siang. Oleh karena itu, Anda harus pintar-pintar menciptakan kebiasaan tidur siang agar disukai anak. Berikut ini tipsnya:

  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman bagi anak. lingkungan sangat berpengaruh pada kepuasan tidur anak. Jangan bedakan lingkungan tidur saat anak tidur siang dan malam. Tempatkan anak di tempat biasa ia tidur pada malam hari, ini juga dapat membantu anak agar mudah tertidur.
  • Jaga suhu kamar anak tetap nyaman agar anak tidak kepanasan atau kedinginan saat tidur siang. Usahakan juga agar lingkungan sekitar anak tenang.
  • Cari tahu waktu anak mulai mengantuk pada siang hari. Anak biasanya akan menunjukkan tanda-tanda mengantuk, seperti anak lebih rewel, menguap, dan mengusap mata, di dekat waktu setelah makan siang. Di waktu inilah sebaiknya Anda mengajak anak untuk tidur siang. Terapkan ini pada hari berikutnya secara rutin, Anda telah membangun kebiasaan tidur siang pada anak.
  • Katakan pada anak bahwa temannya yang lain juga akan tidur siang setelah makan siang, dan akan bermain lagi setelah bangun tidur siang. Biarkan anak di dalam kamarnya walaupun ia tidak tidur siang, biarkan ia istirahat di dalam kamarnya, lama-kelamaan mungkin anak akan tertidur dengan sendirinya.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

    Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

    Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kulit bayi Sensitif

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    menghadapi anak masturbasi

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara membersihkan badan bayi

    Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    cara bedong bayi

    Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit