Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Hypnoparenting dan Tips Mudah Menerapkannya pada Anak

Manfaat Hypnoparenting dan Tips Mudah Menerapkannya pada Anak

Hipnosis mungkin lebih banyak dikenal sebagai modus tindakan kriminal. Padahal sebenarnya, cara ini bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengasuhan anak atau yang dikenal dengan istilah hypnoparenting. Yuk cari tahu lebih lanjut tentang hypnoparenting di artikel berikut ya, Bu!

Apa itu hypnoparenting?

Hipnosis berasal dari kata “hypnos” yang berarti Dewa Tidur dalam mitologi Yunani. Sekilas, hipnosis nampak mirip dengan tidur.

Bedanya, saat dihipnosis manusia masih bisa mendengar dan merespon suara meskipun sedang dalam kondisi istirahat.

Praktik hypnotherapy sebenarnya sudah dilakukan sejak 2600 tahun sebelum masehi. Adapun hypnoparenting yaitu pengasuhan dengan menggunakan metode hipnosis pertama kali dikembangkan oleh Dr. Franz Baumann, seorang dokter anak asal Amerika Serikat pada tahun 1960an.

Menurut Rita Eka, dosen psikologi dari Universitas Negeri Yogyakarta, metode ini sangat cocok untuk mengatasi perilaku bermasalah pada anak.

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya 5% dari otak yang bersikap melawan, sedangkan 95% lainnya adalah otak bawah sadar yang mudah dikendalikan oleh orang lain dan lingkungan sekitar.

Di sinilah fungsi hypnoparenting dalam pola asuh yakni dengan menguatkan peran orang tua dalam mempengaruhi otak bawah sadar anak. Dengan befgitu, anak dapat diarahkan ke perilaku yang lebih baik.

Manfaat hypnoparenting dalam mengasuh anak

berhenti menggendong anak

Ada sejumlah manfaat menerapkan metode hipnosis dalam mengasuh anak, antara lain sebagai berikut.

1. Mengatasi temper tantrum

Temper tantrum adalah kondisi saat anak meluapkan emosinya dengan cara yang berlebihan seperti menangis meraung-raung, berteriak hingga berguling-guling di lantai.

Menurut penelitian dari Universitas Negeri Semarang terhadap 33 anak, hypnoparenting dengan pemberian kalimat positif kepada anak efektif mengurangi perilaku tantrum dalam waktu 21 hari.

2. Mencegah penggunaan gadget yang tidak tepat

Gadget seperti ponsel pintar, tablet dan sejenisnya adalah teknologi yang pada dasarnya dibutuhkan oleh anak untuk belajar.

Namun, sebagian anak cenderung memanfaatkannya untuk hal-hal negatif seperti bermain game secara berlebihan, melakukan bullying media sosial atau bahkan mengakses konten-konten porno.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Physics: Conference Series, pola asuh hypnoparenting dapat membantu mengendalikan anak agar menggunakan gadget dengan tujuan yang tepat.

3. Membangun karakter anak

Berdasarkan penelitian dari Universitas Islam Negeri Suska Riau, anak yang diberikan pengasuhan hypnoparenting dapat lebih mudah diarahkan untuk mengerjakan salat, berdoa, dan kegiatan peribadatan lainnya.

Selain itu, anak juga dapat lebih mandiri, lebih bisa menguasai emosi dan tidak berkonflik dengan saudara atau temannya.

4. Meningkatkan gizi anak

Banyak anak yang tidak suka makan buah dan sayur serta menghindari makanan bergizi lainnya. Hal ini dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi anak dan berisiko menghambat tumbuh kembangnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Academy of Midwifery Karya Bunda Husada terhadap 36 anak usia prasekolah, metode hypnoparenting efektif untuk meningkatkan gizi anak. Setelah diterapi, anak menjadi lebih suka makan buah dan sayur.

5. Membantu proses penyembuhan anak saat sakit

Tidak hanya untuk mengatasi perilaku negatif, pola asuh dengan cara hipnosis ternyata juga efektif untuk mendukung proses penyembuhan anak.

Ini karena metode tersebut dapat mendorong anak untuk mengikuti arahan dokter dengan baik seperti minum obat, disuntik, menjalani berbagai pemeriksaan medis, hingga menjaga emosi anak agar tidak rewel saat sakit.

Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh National Pediatric Hypnosis Training Institute (NPHTI) terhadap anak dan remaja di Amerika Serikat.

6. Membina keterampilan anak remaja

Tidak hanya saat masa kanak-kanak, metode ini juga dapat diterapkan hingga usia remaja, yakni dalam membina keterampilan dan mencegah kenakalan remaja.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of English Language Studies (JELS), metode hypnoparenting dapat membantu pembinaan karakter remaja, membangun kedewasaan, dan mengajarkan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka.

7. Mengatasi kebiasaan bermasalah

Selain manfaat di atas, metode hipnosis dalam pengasuhan juga dapat diterapkan untuk mengatasi kebiasaan bermasalah pada anak seperti:

  • mengompol,
  • mengigau atau berjalan saat tidur,
  • fobia terhadap hewan,
  • dan sebagainya.

Prinsip-prinsip hypnoparenting

Pada proses hipnosis, Anda sedang melakukan upaya untuk menjinakkan alligator’s brain pada anak, yaitu perilaku yang primitif dan berdasarkan insting hewani.

Adapun contoh alligator’s brain seperti membantah, malas, mencuri, menjahili, memukul, dan menyerang, serta meluapkan emosi berlebihan jika tidak nyaman terhadap sesuatu.

Sebenarnya, hypnoparenting sudah dilakukan secara alami karena pengaruh budaya dan lingkungan sekitar.

Sebagai contoh, anak yang berasal dari suku Minang lebih kuat makan makanan pedas karena sehari-hari ia sudah terbiasa dengan menu pedas.

Kebiasaan keluarga serta nasihat yang berulang-ulang perlahan masuk ke otak bawah sadar dan tanpa disadari membentuk kepribadian seseorang. Inilah yang menjadi prinsip dari hypnoparenting.

Para ahli meyakini bahwa pemberian nasihat -atau dalam istilah hipnosis disebut dengan “sugesti”- yang dilakukan berulang-ulang kepada anak pada situasi yang tepat dapat memengaruhi alam bawah sadarnya.

Cara menerapkan hypnoparenting kepada anak

Pada dasarnya, Anda dapat memberikan nasihat atau kalimat positif kepada anak kapan saja. Namun, agar lebih efektif sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini.

1. Ciptakan suasana nyaman

Sebelum memberikan nasihat, pastikan anak berada di ruangan yang nyaman, minta ia duduk di kursi dengan kepala yang bersandar. Perdengarkan musik sambil mengelus punggung dan kepalanya.

2. Pastikan anak siap menerima nasihat

Siapkan anak untuk menerima apa yang akan Anda sampaikan padanya dengan cara berikut.

  • Minta dia untuk duduk tenang dan tidak melalukan gerakan yang tidak perlu.
  • Arahkan ia untuk menarik napas dalam-dalam hingga perasaannya menjadi rileks.
  • Cegah anak agar tidak tertidur saat proses tersebut.

3. Beri kalimat positif saat anak masuk gelombang theta

Pemberian nasihat akan lebih efektif jika anak sudah sangat tenang dan masuk ke gelombang theta, yaitu saat dia tidak bergerak sama sekali bahkan tidak menelan ludah, atau saat ia memejamkan mata tapi tidak tertidur.

Pada situasi ini, anak akan lebih mudah menerima perkataan Anda daripada saat ia sadar. Biasanya gelombang theta dapat terjadi saat menjelang tidur. Anda dapat memanfaatkan situasi ini untuk menyampaikan nasihat.

Meski begitu, menurut metode hypnoparenting, Anda juga bisa menciptakan suasana yang mengiring anak ke gelombang theta dengan mengikuti cara-cara yang dijelaskan sebelumnya.

4. Sampaikan nasihat dengan kalimat positif

Menurut dr Dewi P. Faeni, dalam bukunya yang berjudul Hypno Parenting: Smart Parents, Great Kids, otak tidak mampu menerjemahkan kata-kata “tidak” dan “jangan”.

Sebagai contoh, saat ingin mengatasi kebiasaan mengompol anak, jika Anda menggunakan kalimat “Nak, jangan ngompol” maka yang ada dalam pikiran anak adalah “ngompol” akibatnya ia malah akan lebih sering mengompol.

Oleh karena itu, pemberian nasihat harus disampaikan dengan kalimat positif, seperti “Kalau kaki kamu terasa dingin dan ingin pipis, kamu langsung bangun dan ke kamar mandi ya, Nak.”

5. Sampaikan nasihat dengan suara yang lembut

Saat memberikan perintah atau arahan tertentu lakukanlah dengan suara yang lembut. Hindari membentak dan bersuara tinggi. Meski begitu, pastikan Anda menyampaikannya dengan tegas.

Untuk itu, Anda perlu berlatih bagaimana membedakan nasihat dengan keras dan tegas. Simak contoh berikut.

Anda ingin anak pulang ke rumah sebelum jam 6 sore, Anda lalu menyampaikan dengan kalimat “Nak, kamu boleh bermain tapi sebelum jam 6 sore harus pulang, ya!”

Jika saat itu anak menolak dengan menawarkan kompromi, misalnya dengan berkata “Enggak, aku mau mainnya sampai jam 7!”

Saat itu, Anda harus tegas dan tidak terpengaruh, misalnya dengan berkata “Itu sudah aturan dari Mama ya Sayang, kamu harus nurut apa kata Mama ya”.

Ini adalah contoh kalimat yang lembut tapi tetap tegas. Tidak perlu membentak, ketika Anda teguh pada aturan, si kecil akan paham bahwa ia tidak boleh melanggar.

Di sisi lain, jika Anda terpengaruh dan mudah mengikuti kompromi, maka meskipun nasihat disampaikan dengan bentakan, anak akan tetap melawan. Pada kondisi ini, Anda hanya bersikap keras tapi tidak tegas.

6. Lakukan secara berulang-ulang

Hal yang sering disalahpahami adalah bahwa metode hipnosis adalah cara yang instan dan dapat berhasil dalam sekejap. Padahal teknik hypnoparenting perlu dilakukan secara berulang-ulang untuk melihat hasilnya.

Meski begitu, hypnoparenting dapat membuahkan hasil yang menetap dan membentuk karakter anak dalam waktu yang lama bahkan hingga ia beranjak dewasa.

Hal-hal yang memengaruhi keberhasilan hypnoparenting

gaya pengasuhan

Perlu Anda pahami bahwa tidak semua terapi hypnoparenting dapat berhasil atau efektif. Ada sejumlah hal yang bisa mempengaruhi keberhasilannya, antara lain:

Kesiapan orang tua

Orangtua adalah faktor yang berperan sangat penting atas keberhasilan metode ini. Jika orangtua tidak mengerjakannya dengan maksimal, proses hipnosis akan sulit membuahkan hasil.

Kecakapan terapis

Jika orangtua menggunakan bantuan terapis, kecakapan terapis juga menentukan keberhasilannya. Untuk itu, jangan asal menentukan terapi, cari tahu dulu rekam jejaknya.

Konsistensi

Hypnoparenting bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan konsistensi untuk mengerjakan terapi ini secara terus menerus.

Lingkungan yang mendukung

Proses hipnosis akan sulit berhasil jika tidak didukung oleh lingkungan. Lingkungan yang dimaksud di sini termasuk anggota keluarga, guru, dan pergaulan sekitar.

Sebagai contoh, ketika ingin menghentikan anak dari kecanduan game tetapi anggota keluarga lain dan teman-temannya sering bermain game, maka anak akan sulit berubah.

Jika ingin menerapkan hipnosis dalam pola asuh dengan lebih efektif, sebaiknya Anda mempelajarinya lebih lanjut dengan membaca buku, mengikuti pelatihan, atau berkonsultasi dengan ahlinya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Atkinson, Rita, et.al, Erlangga. (2008). Pengantar Psikologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta

Faeni, D. (2012). Hypnoparenting: Smart Parents Great Kids. Jakarta: Mizan Publika.

Alfiyah Ulfa, R. (2019). HYPNOPARENTING; SEBUAH METODE MENJINAKKAN ALLIGATOR’S BRAINS PADA ANAK USIA DINI. Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 1(2).

Sulhan, M. (2016). TEENAGE EDUCATION AND CHARACTER BUILDING – A REPORT OF THE APPLICATION OF HYPNOPARENTING METHOD. JOURNAL OF ENGLISH LANGUAGE STUDIES, 1(2).

Puji Astuti, H. (2012). THE ROLE OF HYPNOPARENTING IN THE TREATMENT OF EARLY CHILDHOOD’S TEMPER TANTRUM. Jurnal Universitas Negeri Semarang, 1(1).

Yanti, A. (2015). Pemanfaatan Hypnoparenting dalam Menanamkan Karakter Anak di Lembaga Konseling dan Konsultasi Pekanbaru. Jurnal Dakwah Risalah, 26(2).

Sudarsana, K., Agung, D., Dwi Jayanti, P., Tary Puspa, I., & Made Sugata1, P. (2018). The utilization of gadgets in instilling character of children using hypno parenting. Journal Of Physics: Conference Series, 1175.

Kohen, D., & Kaiser, P. (2014). Clinical Hypnosis with Children and Adolescents—What? Why? How?: Origins, Applications, and Efficacy. Children, 1(2), 74-98. doi: 10.3390/children1020074

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 24/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x