Bolehkah Anak Obesitas Minum Susu? Ini Jawaban Ahli Gizi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Selain gizi buruk, masalah kesehatan anak yang juga terjadi di Indonesia adalah obesitas (overweight). Riskesdas tahun 2013 menggambarkan bahwa sekitar 8 dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas. Prevalensi balita gemuk menurut berat badan dan tinggi badan pada anak usia 0-59 bulan sebesar 11,8%. Kemudian, prevalensi anak obesitas usia 5-12 tahun sekitar 5% dan paling banyak terjadi di Jakarta.

Jika anak didiagnosis obesitas, orangtua perlu ekstra memerrhatikan asupan makanan. Pasalnya, mengatur kembali pola makan bisa mengurangi berat badan dan tentunya meningkatkan kesehatan tubuh anak secara menyeluruh.

Sebagai orangtua, pasti Anda masih khawatir dan ragu untuk memberi susu untuk anak yang overweight. Sebenarnya, bolehkah anak dengan kondisi obesitas minum susu? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Anak obesitas boleh atau tidak minum susu?

Anak-anak membutuhkan banyak nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang. Selain didapat dari makanan, nutrisi yang penting bagi anak juga bisa diperoleh dari susu. Susu kaya akan kalsium, protein, dan vitamin D yang butuhkan oleh anak.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa susu rata-rata mengandung banyak lemak, terutama whole milk. Tambahan lemak ekstra di luar makanan ini bisa meningkatkan risiko obesitas pada anak. Inilah sebabnya banyak orangtua yang ragu untuk memberikan susu pada anaknya atau tidak. Jadi, bolehkah anak yang obesitas minum susu?

Dr. Matthew Lantz Blaylock, Ph.D., seorang ilmuwan nutrisi, ketika ditemui di Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (14/9) memaparkan, “Apakah masih boleh? Ya masih boleh, susu sangat penting dan menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.”

minum susu saat sahur

Pentingnya susu dalam diet anak overweight juga ditegaskan kembali oleh periset dari University of Texas Health Science di Houston. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak overweight yang rutin minum susu setidaknya dua cangkir sehari memiliki risiko terkena sindrom metabolik yang lebih rendah daripada mereka yang minum susu kurang dari satu cangkir sehari.

Sindrom metabolik adalah kumpulan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Kumpulan kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan diabetes hingga lima kali lipat lebih besar.

Anak obesitas boleh minum susu, asal…

Kelebihan berat badan atau kegemukan terjadi karena kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Sisa kalori tersebut akan menumpuk dan mengakibatkan berat badan bertambah naik. Jadi, kunci untuk kembali hidup sehat bagi orang obesitas adalah menurunkan dan menjaga berat tubuhnya tetap stabil.

Walaupun anak obesitas dibolehkan minum susu, ada beberapa hal yang harus perhatikan oleh orangtua. Dr. MatthewLantz Blaylock, Ph.D. menuturkan, “Mereka yang ingin turun berat badan sebaiknya minum susu skim atau low fat milk karena kalorinya lebih sedikit dari fresh milk atau whole milk.”

Orangtua juga perlu mengontrol kembali asupan susu untuk anak, yaitu sekitar dua sampai tiga gelas ukuran 250 ml per hari. Selain itu, anak dengan berat badan berlebih harus menghindari makanan olahan yang tidak sehat serta meningkatkan aktivitas fisik, seperti olahraga untuk membakar kelebihan lemak dalam tubuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 18, 2018 | Terakhir Diedit: September 17, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca