Mengenal Dry Drowning

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tenggelam merupakan hal yang biasa dialami siapa saja yang baru belajar berenang. Namun, kesulitan bernapas akibat air masuk ke saluran pernapasan juga bisa terjadi bahkan jika seseorang tidak tenggelam. Hal tersebut dikenal dengan dry drowning. Gangguan ini dapat terjadi oleh siapa saja, terutama anak-anak, tanpa perlu berenang. Dry drowning bisa terjadi pada anak meskipun mereka hanya sedang mandi ataupun bermain air.

Apa itu dry drowning?

Dry drowning adalah gangguan pernapasan yang diakibatkan masuknya air ke saluran napas melalui mulut ataupun hidung. Meskipun air yang masuk ke saluran napas hanya sedikit, hal ini dapat menyebabkan kejang pada saluran pernapasan dan menyebabkan otot saluran napas menutup sehingga terjadi kesulitan bernapas.

Masuknya air ke saluran napas juga dapat menyebabkan gangguan lainnya yang berkaitan dengan dry drowning seperti secondary drowning. Pada secondary drowning, air sudah memasuki hingga ke paru-paru. Hal ini menyebabkan inflamasi dan pembengkakan atau pulmonary edema, sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam paru-paru menjadi terhambat atau bahkan berhenti sama sekali.

Istilah dry drowning dan secondary drowning sering dianggap sama, namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Keduanya juga bukan istilah medis, para ahli hanya menaganggap perbedaan keduanya hanya sebagai perbedaan tingkat keparahan akibat tenggelam atau seberapa jauh masuknya air kedalam saluran pernapasan. Pada dry drowning, air belum masuk sampai paru-paru. Namun pada secondary drowning, air sudah mencapai paru-paru.

Komplikasi akibat tenggelam merupakan suatu hal yang langka, seseorang yang tenggelam tidak selalu mengalami dry drowning atau secondary drowning. Meskipun demikian kesulitan bernapas yang disebabkan oleh keduanya merupakan kondisi yang berbahaya dengan kemungkinan terburuknya berupa kematian.

Gejala dan tanda seseorang mengalami dry drowning

Meskipun lebih mungkin ditemukan pada anak-anak, namun setiap orang yang hampir tenggelam dan menimbulkan gejala kesulitan bernapas sebaiknya mendapatkan penanangan medis. Berikut beberapa tanda yang diwaspadai ketika seseroang tenggelam:

  • Bernapas sangat cepat
  • Batuk-batuk yang menyebabkan kesulitan bernapas
  • Muntah-muntah – baik akibat inflamasi, kekurangan oksigen atau terlalu banyak mengalami batuk
  • Kesulitan mengingat dan tidak dapat mengingat apa yang baru saja terjadi
  • Terjadi perubahan perilaku dan iritabilitas
  • Keluahan nyeri pada bagian dada
  • Mengantuk atau kelelahan

Gejala di atas dapat segera muncul ketika seseorang mengalami dry drowning dengan intensitas yang relatif ringan. Namun jika seseorang mengalami secondary drowning maka gejala dapat muncul dalam hitungan jam kemudian. Jika dry drowning pada umumnya dapat membaik dalam waktu dekat, secondary drowning dapat menyebabkan dampak yang serius namun tetap dapat diatasi jika segera mendapatkan penanganan medis.

Apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami dry drowning?

Lakukan pemantauan pada seseorang yang mengalami tenggelam untuk mewaspadai terjadinya secondary drowning serta gejala dry drowning yang tidak kunjung membaik. Hal tersebut bisa menjadi pertanda jika seseorang mengalami kekurangan oksigen. Terutama jika terdapat keluhan seperti rasa lelah berlebih atau rasa mengantuk yang berlebihan meskipun sudah beristirahat.

Penanganan darurat diperlukan ketika gejala dari tenggelam tidak membaik atau bertambah parah. Dokter akan perlu memeriksa apakah terjadi penyumbatan saluran napas akibat tenggelam. Penderita kemungkinan memerlukan penanganan suportif yang disesuaikan dengan kadar oksigen. Jika terjadi kesulitan bernapas disertai kekurangan oksigen maka harus menggunakan alat bantu pernapasan, namun hal ini sangat jarang. Sebagian besar penanganan dry drowning bertujuan untuk membantu aliran darah dalam paru-paru dan sirkulasi oksigen dalam kembali normal.

Bagaimana cara mencegah dry drowning?

Pencegahan utama dari dry drowning adalah berperilaku aman di dekat permukaan air dan meminimalisir air untuk masuk ke dalam saluran napas. Bagi orang tua dan pengasuh, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anak mengalami tenggelam:

  • Mengajarkan anak berenang sejak dini
  • Selalu mengawasi anak saat sedang berada di dekat permukaan air
  • Jangan biarkan anak berenang atau bermain air sendirian
  • Pastikan tempat berenang aman dan disertai dengan penjaga atau lifeguard
  • Ajarkan perilaku aman saat berenang seperti selalu menggunakan pelampung, melarang untuk menyelam dan meminum air dari kolam renang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . 5 mins read

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 14 mins read

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 28/03/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 mins read
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 6 mins read
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 8 mins read
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 4 mins read