Bentol Merah pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Jika si kecil terlihat menggaruk area kulit tertentu, dalam waktu yang tidak begitu lama, biasanya akan muncul bentol atau bahkan bintik merah. Jangan biarkan si kecil terus menggaruk karena bisa-bisa kulitnya jadi iritasi. Apa saja penyebab bentol merah pada bayi dan cara mengatasi yang ampuh di bawah ini!

Apa itu bentol merah pada bayi?

Kondisi kulit seperti bintik-bintik, ruam, serta bentol merupakan kondisi umum dan sering terjadi pada bayi maupun anak.

Berbeda dengan ruam yang menyebar, bentol pada bayi terlihat seperti benjolan atau bengkak di satu tempat tertentu.

Apabila disebabkan oleh hal yang ringan, bentol merah pada kulit bayi akan menghilang dengan sendirinya.

Namun, sebagian besar kondisi ini bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman karena rasa gatal atau perih. Termasuk pada bayi baru lahir.

Apa saja penyebab bentol merah pada kulit bayi?

Walaupun masuk ke dalam kategori sangat ringan, bentol juga menjadi salah satu penyakit kulit pada bayi.

Ada beberapa yang bisa menjadi penyebab kondisi ini, seperti infeksi, reaksi alergi, hingga kelainan pada kulit.

Berikut penyebab utama terjadinya bentol merah pada kulit bayi, seperti:

1. Sengatan atau gigitan serangga

Dikutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, kebanyakan sengatan atau gigitan serangga penyebab bentol merah pada bayi tergolong tidak beracun.

Biasanya, kondisi ini diakibatkan oleh nyamuk, lalat, kutu, laba-laba, hingga lebah. Kulit bayi masih tergolong sensitif, maka dari itu jangan heran apabila Anda melihat ukuran bentol yang terlihat besar.

Gigitan serangga bisa menyebabkan reaksi tertentu pada kulit bayi. Apabila ia mengalami reaksi alergi yang parah, kondisi ini disebut sebagai anafilaksis.

2. Biduran

Bentol merah pada bayi juga bisa disebabkan karena adanya alergi. Salah satu jenis alergi yang biasa terjadi disebut sebagai urtikaria, biduran, atau kaligata.

Saat mengalami kondisi ini, anak akan mengalami gatal, bentol, hingga disertai bengkak.

Perlu diketahui pula pemicu bentol pada bayi ini adalah infeksi virus, bakteri, suhu ekstrim, alergi makanan atau obat, hingga disengat lebah.

Area tubuh yang paling umum timbul bentol atau urtikaria adalah perut, tangan, bibir, kelopak mata, hingga lidah. Kondisi ini bisa hilang dalam beberapa jam, hari, atau lebih dari 6 minggu.

Gejala dan tanda bentol merah pada bayi

Gejala serta tanda dari kondisi ini bergantung pada seberapa sensitif kulit bayi. Biasanya, setiap anak mengalami reaksi yang berbeda.

1. Gejala bentol merah akibat serangga

Berikut beberapa gejala bentol merah pada kulit akibat gigitan serangga yang bisa terjadi:

  • Reaksi ringan berupa gatal
  • Muncul bentol, bengkak, dan kemerahan
  • Lebih dari satu bentol serta kemerahan di beberapa area gigitan

2. Gejala bentol merah akibat biduran

Anak-anak termasuk bayi dapat mengalami bentol merah seperti biduran atau urtikaria.

Perlu pula diketahui orangtua bahwa bayi yang mempunyai alergi mempunyai risiko lebih besar mengalami kondisi ini.

Berikut gejala atau tanda ketika anak mengalami biduran atau urtikaria, seperti:

  • Gatal, kemerahan pada area yang bentol
  • Bentol muncul satu atau banyak dengan ukuran berbeda
  • Bisa hilang dan kembali dengan cepat

Bagaimana cara mengatasi bentol merah pada kulit bayi?

Bentol merah yang disertai gatal pada kulit bayi bisa dipicu oleh beberapa hal. Bisa jadi karena alergi, cuaca yang cukup panas, atau karena digigit serangga seperti nyamuk.

Bentol di kulit bayi sebagian besar tidak memerlukan pengobatan khusus, gejalanya biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa jam atau hari.

Namun, jika Anda khawatir bentol merah pada kulit anak semakin mengganggu kenyamanan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

1. Dinginkan kulit bayi

Bayi mungkin jadi terlihat gelisah, rewel, dan berusaha menggaruk bentol-bentol pada kulitnya. Segera kendurkan atau lepas baju anak, jika area bentol di kulit tertutupi oleh pakaiannya.

Jika berada di ruangan panas, atau di luar ruangan yang cuacanya cukup terik, segera bawa si kecil masuk.

Nyalakan AC, kipas angin, atau kipas-kipaskan tubuh si kecil dengan menggunakan kipas tangan. Setelah itu, Anda bisa membawa si kecil ke kamar mandi.

Alirkan air dingin ke bagian tubuh yang terdapat bentol merah pada kulit bayi. Hal ini bertujuan untuk membersihkan bayi Anda dari keringat, debu, atau minyak.

Anda juga bisa melakukan kompres dingin dengan menggunakan kain basah dingin pada bagian bentol. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa gatal serta bentol di kulit bayi.

2. Keringkan kulit bayi

Setelah Anda membasahi kulit si kecil dengan air atau sekedar melakukan kompres dingin, biarkan kulit bayi kering dengan sendirinya.

Anda juga bisa menggunakan kipas angin atau kipas tangan agar si kecil cepat kering. Namun, jangan melakukannya terlalu lama.

Apabila ingin mengeringkan menggunakan handuk, cukup ditekan pelan, hindari menggosok kulitnya.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi iritasi karena kondisi kulit bayi yang berbeda-beda.

3. Gunakan losion dan krim yang mengandung calamine

Jika ia menangis ketika Anda menyentuh kulitnya dan bentol merah pada kulit bayi terlihat sangat gatal, oleskan obat gatal seperti losion calamine.

Apabila bentol berada di wajah, jangan sampai mengoleskan losion pada kulit di dekat mata si kecil.

Jika bentol di kulit bayi parah, gunakan salep 1% hidrokortison sesuai saran dokter.

Anda tidak disarankan untuk menggunakan salep dan losion jenis lainnya karena dapat membuat bentol di kulitnya semakin parah atau mengalami reaksi alergi.

4. Biarkan kulit bayi bernapas

Sementara waktu, Anda bisa meminimalisasi penggunaan baju atau celana.

Usahakan pakaikan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat, agak tipis, berbahan lembut, dan longgar seperti katun.

Perlu diperhatikan agar tidak memakaikan baju yang terlalu tebal dan ketat. Hal ini untuk membiarkan kulit bayi mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Selain itu, hal ini juga dapat mencegah infeksi yang mudah terjadi ketika kulit terlalu lembap atau berkeringat.

Jangan biarkan si kecil menggaruk area kulit yang bentol. Anda bisa mengatasinya dengan memakaian penutup tangan.

5. Menghindari pemicu bentol

Bentol merah pada bayi yang disebabkan oleh biduran juga bisa ditangani langsung oleh orangtua di rumah.

Ada kemungkinan, dokter akan memberikan obat alergi seperti antihistamin untuk meredakan gejala.

Namun, cara mengatasi terjadinya kondisi ini adalah dengan menghindari pemciu agar tidak semakin parah.

Sebagai contoh, coba untuk menghindari sinar matahari, udara dingin, air panas, hingga makanan tertentu.

6. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter

Jika usaha yang dilakukan untuk mengatasi bentol merah pada bayi tidak ada perubahan dan malah semakin parah ada baiknya segera konsultasikan pada dokter.

Terutama jika Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit.

Anda juga perlu mengingat bahwa banyak penyakit berbahaya yang bisa ditularkan oleh gigitan nyamuk.

Biasanya, saat mengalami bentol di kulit bayi akibat gigitan nyamuk tidak begitu berbahaya.

Akan tetapi, jika terdapat gejala lainnya seperti demam pada anak, muntah, sakit kepala, dan rewel segera temui dokter pemeriksaan lanjutan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Bercak putih pada kulit bayi bisa menandakan masalah kesehatan. Apa saja, ya? Lantas, bagaimana cara mengibatinya? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat membuat si kecil tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengikuti cara mengatasi biang keringat pada bayi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Jangan Biarkan Terlalu Lama, Begini 5 Cara Menghilangkan Bekas Cupang

Jika semalam Anda berdua terlalu bergairah sehingga meninggalkan 'tanda cinta' di leher, jangan khawatir. Coba cara menghilangkan bekas cupang ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Seksual, Tips Seks 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

balsem bayi

Sebelum Menggunakan Balsem Bayi, Perhatikan 3 Poin Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tulang ekor sakit

6 Cara Meredakan Rasa Sakit di Tulang Ekor yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat sakit telinga alami

Berbagai Macam Obat Sakit Telinga, dari Alami Hingga Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat alami demam anak

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit