Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kadang kala, pemberian susu formula dapat membuat bayi mengalami masalah pencernaan, salah satunya sembelit. Padahal, susu formula adalah makanan dan minuman bayi bila tidak lagi mendapat ASI. Lantas, bagaimana caranya supaya susu formula yang Anda berikan untuk bayi tidak bikin sembelit?

Yuk, simak ulasannya berikut ini supaya bayi bisa mendapatkan susu untuk bayi sesuai kebutuhannya.

Kenapa susu formula bisa bikin bayi sembelit?

masuk angin pada bayi

Bayi sangat rentan mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, hingga menyebabkan munculnya masalah gizi pada bayi.

Sembelit pada bayi menyebabkannya buang air lebih jarang dari biasanya, atau bahkan tidak sama sekali.

Selain itu, gejala sembelit lain yang mengganggu juga turut dirasakan bayi seperti perut kembung dan mulas sehingga membuat mereka rewel.

Selain anak kurang serat, pemberian susu formula bisa menjadi salah satu penyebab sembelit pada bayi yang tidak Anda duga.

Setelah ditelusuri, beberapa hal yang menjadi penyebab bayi sembelit setelah minum susu formula, yaitu:

Susu formula lebih kental

Meskipun tidak selalu, susu formula yang diberikan bisa bikin bayi sembelit.

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kekentalan susu.

ASI, termasuk ASI eksklusif, mengandung 90% air sehingga bisa mencukupi kebutuhan cairan tubuh bayi setiap hari.

Susu formula juga mengandung air, hanya saja cenderung lebih kental.

Tekstur susu formula yang lebih kental ketimbang ASI ini memakan waktu cukup lama untuk dicerna melewati saluran pencernaan.

Alhasil, kadang molekul yang lebih lama dicerna ini dapat menyebabkan sembelit pada bayi.

Susu formula tidak disajikan dengan benar

Cara menyajikan susu formula yang tidak tepat bisa bikin bayi sembelit, seperti dikutip dari situs Raising Children.

Ya, susu formula umumnya tersedia dalam bentuk bubuk. Ini mengharuskan Anda menyeduh susu bubuk dengan air hangat agar bisa diminum bayi.

Sayangnya, susu formula yang diseduh dengan air yang lebih sedikit akan membuat susu jadi semakin kental.

Akibatnya, nutrisi susu formula untuk bayi ini akan semakin lambat melewati usus dan menyebabkan sembelit.

Jadi, bila susu disajikan dengan cara yang benar, sembelit pada bayi bisa dihindari.

Sebaiknya, takar air lebih dahulu dan sesuaikan dengan jumlah bubuk susu yang Anda ingin campurkan.

Hindari menambahkan banyak air atau cairan lain pada susu karena bisa mengurangi atau merusak nutrisi yang terkandung pada susu untuk bayi.

Anak punya masalah kesehatan tertentu

Susu formula yang bikin sembelit tidak selalu disebabkan dari kandungan susu di dalamnya.

Penyebab bayi sembelit karena minum susu formula bisa jadi disebabkan oleh kelainan atau masalah pada tubuh bayi.

Kemungkinan besar kondisi yang dimiliki bayi adalah intoleransi laktosa atau alergi susu.

Kedua kondisi ini merujuk pada kandungan laktosa (gula alami pada susu sapi atau kambing).

Intoleransi laktosa terjadi akibat tubuh tidak memiliki enzim yang bertugas untuk mencerna laktosa.

Setelah bayi minum susu sapi atau mengonsumsi makanan yang mengandung susu sapi ia akan mengalami berbagai gejala, seperti:

  • Diare atau konstipasi
  • Perutnya sering berbunyi menandakan banyak gas dan kembung
  • Rewel karena merasakan gejala lain, seperti sakit perut, sakit kepala, dan kelelahan

Sementara itu, alergi disebabkan oleh sistem imun yang salah mengira laktosa sebagai ancaman.

Selain menyebabkan ruam gatal di kulit, alergi susu juga bisa menyebabkan sembelit disertai kram perut.

Bila si kecil mengalami gejala yang disebutkan setelah diberikan susu formula, segera periksa ke dokter.

Cara aman minum susu formula yang tidak bikin sembelit

Kebutuhan gizi bayi setiap harinya harus selalu terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus kesehatan tubuhnya.

Asupan gizi tersebut bisa didapat dari ASI dan susu formula.

Sementara jika usia bayi sudah di atas 6 bulan Anda bisa memberikan makanan bayi dengan tekstur padat atau MPASI sesuai jadwal MPASI.

Bila si kecil menunjukkan tanda-tanda ketidakcocokan minum susu sapi, seperti sembelit atau diare, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter akan membantu Anda memilih susu formula alternatif yang tepat untuk bayi sembelit.

Pasalnya, setiap merek susu formula alternatif memiliki komposisi dan kandungan nutrisi yang berbeda-beda.

Masukkan dan pertimbangan dokter tentu akan membantu Anda memilih terbaik untuk si kecil.

Konsultasi ke dokter tidak hanya diperlukan untuk memilih susu, tapi juga membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak.

Bayi yang tidak bisa minum susu sapi rentan kekurangan vitamin D atau kalsium.

Oleh karena itu, dokter akan membantu Anda mencukupi asupan vitamin D atau kalsium dari makanan lain.

Mengatasi sembelit yang dialami bayi tidak hanya dengan memerhatikan kembali pilihan susu atau bikin penggantinya.

Namun, upaya mengatasi sembelit pada bayi akibat susu juga bisa dilakukan dengan meningkatkan asupan serat dan pola makan yang benar.

Pilihan alternatif susu formula yang tidak bikin bayi sembelit

pemberian susu formula pada bayi

Bayi yang sembelit karena susu formula bisa Anda cegah dengan mengutamakan pemberian ASI pada 6 bulan awal kehidupannya.

Ini bisa Anda teruskan hingga usianya 2 tahun jika Anda berkenan.

Selain itu, perhatikan pula penyajian susu formula untuk bayi yang sedang sembelit.

Setelah melakukan perubahan tersebut, sembelit yang menyerang bayi akan segera pulih dan tidak kembali kambuh.

Namun, bila susu formula tetap bikin bayi sembelit, kemungkinan besar Anda harus mengganti susunya.

Ya, susu formula perlu diganti dengan susu alternatif.

Berikut ini alternatif dari susu formula yang tidak bikin bayi sembelit:

1. Susu bebas laktosa

Pada anak yang tidak bisa minum susu formula dari sapi, Anda bisa memberikan susu rendah atau bebas laktosa.

Kandungan nutrisinya pun tidak berbeda jauh dengan susu sapi, hanya laktosanya sudah dihilangkan. Rasanya pun sedikit lebih manis.

Walaupun sudah bebas laktosa, tetap ada kemungkinan bayi dengan intoleransi atau alergi tidak bisa minum susu ini.

2. Susu kedelai

Susu kedelai sangat populer sebagai susu alternatif pada bayi yang memiliki intoleransi atau alergi pada susu sapi.

Susu yang terbuat dari kacang kedelai  ini mengandung kalori, protein, lemak, zat besi, kalium, dan kalsium.

Melansir dari Allergy UK, susu kedelai tidak boleh diberikan kepada bayi yang belum berusia 6 bulan karena memililiki kandungan fitoestrogen.

3. Susu almond

Selain susu kedelai, susu almond juga menjadi pilihan sebagai susu alternatif untuk bayi yang sembelit akibat susu formula.

Susu ini dibuat dengan menghaluskan kacang almond panggang untuk dibentuk menjadi pasta.

Kemudian, pasta dicampur dengan air sehingga menghasilkan susu almond.

Susu almond mengandung sejumlah serat meski sudah dibuat menjadi susu.

Itu artinya, susu ini bisa membantu anak memenuhi kebutuhan seratnya setiap hari. Selain serat, susu ini juga mengandung kalori, protein, kalium, dan kalsium fortifikasi.

Sebenarnya ada juga oat milk dan rice milk, tapi biasanya ini menjadi pilihan terakhir jika bayi tidak cocok dengan susu almond maupun susu kedelai.

Oat milk adalah susu yang berasal dari pasta oat sementara rice milk adalah air yang berasal dari rebusan nasi.

Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bila ingin memberikan pilihan susu alternatif yang tidak bikin bayi sembelit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ketahui apakah terdapat perbedaan antara anak yang minum susu formula sapi dan soya dalam hal tumbuh kemang serta apa kelebihan dari susu soya.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya
Parenting, Nutrisi Anak 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Terdapat perbedaan formula protein soya dan formula dengan isolat protein soya. Apa saja perbedaan dan manfaatnya masing-masing bagi tumbuh kembang anak?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Susu soya dapat menjadi sumber nutrisi anak. Namun, tetap teliti sebelum memilih susu soya untuk anak dan lakukan tips berikut ini.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Bayi Susah BAB: Ketahui Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa hal yang perlu dipahami soal penyebab bayi 6 bulan susah BAB. Salah satunya karena peralihan ke MPASI. Tak perlu cemas, ini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
bayi 6 bulan susah bab
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 2 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat panas dalam alami

6 Cara Cepat dan Alami Redakan Panas Dalam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
enema kopi berbahaya

Menimbang Manfaat dan Risiko Enema Kopi Sebelum Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 11 November 2020 . Waktu baca 4 menit
asi campur susu formula sufor

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
susu formula untuk bayi

Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 16 menit