7 Refleks yang Harus Dimiliki Bayi yang Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Refleks merupakan gerakan yang sifatnya involunter alias tidak disengaja. Kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi sejak ia lahir. Biasanya berupa gerakan yang bersifat spontan dan terjadi pada aktivitas bayi sehari-hari. Tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal. Simak apa saja jenis refleks pada bayi baru lahir yang perlu orangtua ketahui di bawah ini!

Apa itu refleks pada bayi?

Apakah Anda memerhatikan gerakan yang dilakukan bayi? Ternyata, sebagian besar aktivitas atau gerakan yang Anda lihat di beberapa minggu pertama merupakan refleks dari bayi yang baru lahir.

Gerakan secara tiba-tiba pada bayi ini menandakan adanya aktivitas di area saraf dan otak. Lama kelamaan, kondisi ini merupakan menjadi salah satu proses dari perkembangan kognitif bayi.

Dikutip dari Stanford Chidren’s Health, beberapa gerakan refleks bahkan hanya dapat dilihat pada waktu tertentu. Bahkan, ada kemungkinan nantinya akan hilang dengan sendirinya ketika sudah mencapai usia tertentu sesuai dengan perkembangan bayi.

Kondisi ini memang merupakan respon dari stimulus yang diberikan. Misalnya, ketika Anda memasukkan jari ke dalam mulut, secara tiba-tiba ia akan melakukan gerakan menghisap. Hal lainnya, ketika ada cahaya terang ia akan menutup mata secara rapat.

Apa saja refleks yang dimiliki bayi yang baru lahir?

Refleks pada bayi merupakan tindakan yang tidak disengaja. Maka dari itu, gerakan tersebut menjadi bagian dari aktivitas bayi. Berikut beberapa jenis refleks yang sering terjadi pada bayi baru lahir:

1. Rooting reflex

Gerakan secara tiba-tiba ini terjadi ketika Anda menyentuh kulit di sekitar pipi dan pinggir mulut bayi.

Bayi akan mengikuti arah sentuhan tersebut sambil membuka mulutnya. Ia pun akan berusaha mendapatkan jari tangan Anda ke mulut dengan menggerakan kepalanya.

Refleks pada bayi baru lahir ini bukan gerakan yang tidak mengandung arti. Ini merupakan transisi supaya dapat beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan baru.

Rooting reflex ini juga membuat bayi mampu menemukan payudara atau botol susu sehingga Anda bisa menyusui.

Pada usia 4 bulan, gerakan yang terjadi secara tiba-tiba ini akan hilang karena bayi sudah bisa mendapatkan puting susu atau dot botol tanpa kesulitan lagi mencari.

2. Refleks menghisap (sucking reflex)

Ini merupakan jenis refleks yang terjadi setelah rooting reflex karena membantu bayi mengisap puting atau dot untuk mendapatkan ASI maupun susu.

Meskipun berbeda, tujuan kedua refleks ini sama, yaitu membantu bayi untuk mendapatkan makanan. Ketika bagian atas atau langit-langit mulut bayi disentuh, bayi akan mulai menghisap.

Refleks menghisap mulai muncul saat usia 32 minggu kehamilan dan menjadi sempurna saat usia 36 minggu kehamilan. Oleh karena itu, bayi prematur biasanya belum bisa menghisap dengan baik.

Tidak hanya dari jari orangtua, bayi juga dapat melakukan gerakan secara tiba-tiba dengan menghisap jari atau tangannya sendiri.

3. Refleks moro

Refleks moro atau bisa juga disebut sebagai rekleks kejut. Kondisi ini terjadi saat bayi terkejut karena suara atau gerakan yang tiba tiba juga cukup keras.

Refleks pada bayi baru lahir ini membuatnya menundukkan kepala, memanjangkan tangan juga kaki, menangis, lalu menekukkan kembali tangan serta kaki. Biasanya, refleks moro akan terlihat hingga bayi berusia 2 bulan.

4. Asymmetric tonic neck reflex

Ketika kepala bayi menengok ke satu sisi, ia akan memanjangkan lengan di sisi yang sama. Sebaliknya, lengan pada sisi yang berlawanan akan ditekuk.

Refleks leher tonik ini terlihat seperti orang yang berlatih olahraga anggar. Gerakan ini penting untuk menjaga stabilitas postur tubuh serta melatih pergerakan mata menuju titik pandang.

Biasanya, jenis refleks ini berlangsung sejak bayi baru lahir berusia 5 bulan hingga 7 bulan.

5. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)

Tangan bayi akan tetap tertutup selama bulan pertama. Biasa juga disebut sebagai grasp reflex, bayi akan menutup jari-jarinya seperti gerakan menggenggam.

Refleks menggenggam pada bayi baru lahir muncul ketika Anda menyentuh telapak tangannya. Misalnya, ketika Anda menggelitik atau menaruh sesuatu di telapak tangan.

Gerakan secara tiba-tiba ini muncul sejak lahir dan bisa bertahan hingga usia 5 ata 6 bulan. Ada kemungkinan Anda juga bisa melihat hal serupa di area kaki ketika bayi berusia 9 bulan.

6. Refleks Babinski

Refleks Babinski merupakan salah satu jenis gerakan yang normal pada bayi. Hal ini terjadi ketika telapak kaki disentuh dengan tekanan yang cukup kuat.

Efeknya jempol bayi akan mengarah ke atas dan jari-jari kaki lainnya akan menyebar. Gerakan secara tiba-tiba ini kemungkinan akan menghilang pada usia 1 hingga 2 tahun.

7. Stepping reflex

Refleks ini juga dikenal dengan istilah walking/dance reflex. Hal ini karena bayi terlihat seperti melangkah atau menari ketika ia diposisikan dalam posisi tegak dengan kaki yang menyentuh tanah.

Gerakan tiba-tiba ini muncul sejak bayi baru lahir dan terlihat paling jelas setelah usia 4 hari. Biasanya, gerakan tiba-tiba ini tidak terlihat lagi ketika bayi sudah di usia 2 bulan.

Apa yang terjadi jika bayi tidak dapat melakukan refleks tersebut?

Jika jenis refleks pada bayi baru lahir yang sudah dipaparkan di atas tidak terjadi, ada faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab. Hal ini dapat disebabkan karena adanya trauma saat proses kelahiran, obat-obatan, ataupun suatu penyakit tertentu.

Apabila tidak melihat adanya gerakan secara tiba-tiba atau terus berlanjut, bawa bayi Anda ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut.

Ada kemungkinan, refleks yang berlangsung lebih lama merupakan tanda kelainan pada saraf bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit