Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Manfaat Kunyit untuk Bayi dan Anak

Mengenal Manfaat Kunyit untuk Bayi dan Anak

Kunyit di Indonesia biasa dipakai sebagai bumbu masak atau juga bisa dijadikan jamu. Kunyit juga dipercaya sebagai obat herbal karena dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit dengan cara tradisional. Tidak hanya untuk orang dewasa, kunyit juga bermanfaat untuk anak-anak bahkan bayi. Ingin tahu apa saja manfaat kunyit untuk bayi dan anak? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Apa itu kunyit?

Kunyit merupakan tangkai akar tanaman tropis yang masih merupakan bagian dari keluarga jahe. Kunyit yang dapat memberikan warna kuning alami pada masakan Anda ini memiliki beberapa zat yang berguna untuk kesehatan. Salah satunya adalah kurkumin yang memiliki sifat penyembuhan.

Tak heran, kunyit sudah lama dimanfaatkan sebagai obat oleh bangsa Cina dan India untuk mengobati masalah pencernaan, seperti mulas, diare, perut kembung, masuk angin, dan lainnya. Kunyit juga dipercaya dapat membantu mengobati kanker, penyakit jantung, dan depresi. Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antibakteri yang dapat mengobati infeksi luka pada kulit.

Manfaat kunyit untuk bayi

Kunyit memiliki berbagai manfaat untuk bayi, baik dengan cara dikonsumsi atau dengan pemakaian luar. Senyawa kurkumin dalam kunyit mempunyai sifat antibakteri, antivirus, dan antiperadangan. Karena senyawa kurkumin ini, kunyit dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti pilek, osteoartritis, infeksi virus atau bakteri, tukak lambung, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Kunyit juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan meningkatkan gerakan usus.

Selain itu, senyawa kurkumin dalam kunyit juga mempunyai sifat antioksidan. Antioksidan ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat adanya radikal bebas. Tak hanya itu, kurkumin rupanya juga dapat memicu enzim di dalam tubuh untuk menghasilkan antioksidan sendiri. Sehingga, manfaat yang diterima oleh tubuh menjadi dua kali lipat. Sifat antioksidan dalam kunyit juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak Anda, sehingga tidak mudah jatuh sakit.

Selain dikonsumsi, manfaat kunyit untuk bayi lainnya yaitu juga bisa dipakai sebagai pengobatan luar untuk mengobati kerusakan atau luka pada kulit dan membuat kulit lebih sehat. Kunyit dapat membuat kulit lebih halus dan lembut. Selain itu, juga dapat membantu meratakan warna kulit. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda hanya perlu mencampur kunyit yang telah ditumbuk dengan air lemon dan mengoleskannya ke kulit Anda.

Yang harus diperhatikan sebelum memberi kunyit pada bayi

Kunyit merupakan salah satu bumbu masak. Jadi, pemberiannya ke bayi juga tidak boleh sembarangan. Banyak dokter merekomendasikan agar menunggu sampai bayi berusia setidaknya 8 bulan untuk memperkenalkan bumbu pada makanan bayi Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah masalah pencernaan dan alergi pada bayi.

Namun, tampaknya juga tidak masalah jika Anda memberikan bumbu pada makanan bayi saat bayi Anda berusia 6 bulan atau saat bayi Anda sudah diperkenalkan dengan makanan. Ingat, jangan memberikan makan bayi selain ASI, seperti air perasan kunyit, jika bayi Anda menjalani ASI eksklusif.

Jika bayi sudah selesai ASI eksklusif dan sudah diberikan makan, sebaiknya perkenalkan bumbu pada bayi secara perlahan dalam jumlah kecil. Tunggu empat sampai enam hari sebelum memperkenalkan bumbu atau makanan baru pada bayi untuk melihat reaksi alergi pada bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

M., Rakhee. (2015). 5 Wonderful Health Benefits Of Turmeric For Babies. [online] MomJunction. Available at: http://www.momjunction.com/articles/turmeric-for-babies_00370699/#gref [Accessed 29 Mar. 2017].

Harris, S. (2016). The health benefits of turmeric. [online] WebMD Boots. Available at: http://www.webmd.boots.com/healthy-eating/features/health-benefits-turmeric [Accessed 29 Mar. 2017].

Baby Center. (2016). Can I add spices to my baby’s food?. [online] BabyCenter. Available at: http://www.babycenter.com.my/x1016997/can-i-add-spices-to-my-babys-food [Accessed 29 Mar. 2017].

Benefits of Turmeric. [online] Available at: http://www.indiaparenting.com/babys-diet/20_152/benefits-of-turmeric.html [Accessed 29 Mar. 2017].


Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x