3 Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi dan Tips Merawatnya

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bayi membutuhkan bantuan Ibu dalam menjaga kesehatannya, khususnya merawat kebersihan hidungnya yang mungil. Perhatian kecil ini perlu dilakukan Ibu untuk mencegah hidung tersumbat pada bayi. Hidung yang bersih dan terawat, tentu meningkatkan kesehatan si kecil.

Mungkin saja sesekali Ibu melihat si kecil mengerahkan usaha lebih untuk bernapas karena hidungnya tersumbat. Nah, ada beberapa penyebab yang wajib diketahui dan bagaimana cara merawat atau mengatasi hidung bayi supaya tidak tersumbat.

Penyebab hidung tersumbat pada bayi

Hidung tersumbat merupakan masalah umum yang dapat dialami semua kalangan termasuk bayi. Meskipun kondisi ini bukanlah hal yang serius pada bayi, tetapi bisa mengganggu pernapasan bayi.

Ketika hidung tersumbat, bayi akan bernapas melalui mulutnya. Tentunya, ini tidak membuat si kecil nyaman terutama saat ia makan atau tidur. Bayi bisa jadi rewel karena kondisi ini dan ia tak bisa memberitahu hal apa yang mengganggunya.

obat pilek bayi

Saat rewel, mungkin Ibu bisa tengok apakah ia sedikit lebih berusaha saat bernapas. Oleh karenanya, penting bagi Ibu mengetahui beberapa gejala umum hidung tersumbat pada bayi di bawah ini:

  • Hidung meler atau pilek
  • Mengeluarkan bunyi saat bernapas
  • Mendengkur saat tidur
  • Bersin 
  • Batuk

Beberapa gejala dapat muncul bersamaan, bisa juga tidak tergantung dari penyebabnya. Berikut beberapa penyebab yang melatarbelakangi hidung tersumbat pada bayi:

1. Udara kering

Udara kering dapat menjadi penyebab hidung tersumbat pada bayi. Mungkin si kecil berada di ruangan yang dingin dengan kelembapan rendah, sehingga membuat udara menjadi kering. Udara yang kering dapat membuat hidung tersumbat. 

Berdasarkan riset yang dilakukan Monell Chemical Senses di Filadelfia, Amerika Serikat, suhu udara yang dingin dan kering, serta kelembapan yang rendah dapat menyebabkan hidung tersumbat. Hal ini dapat dialami siapa saja, orang dewasa sekalipun bayi.

Udara yang dingin dan kering membuat mukosa di dalam saluran hidung menjadi kering. Mukosa yang kering mempersempit saluran pernapasan, sehingga menyebabkan hidung bayi tersumbat dan agak sulit bernapas.

2. Hay fever

Hay fever atau alergi rhinitis dapat terjadi pada bayi yang sensitif pada iritan. Hay fever terjadi karena kekebalan tubuh si kecil memberi reaksi berlebihan saat iritan masuk melalui saluran pernapasan si kecil. Hal ini juga bisa memicu hidung tersumbat pada bayi dengan beberapa gejala yang timbul:

  • Bersin-bersin
  • Hidung meler
  • Bagian mata dan telinga terasa gatal
  • Mata merah, berair, dan bengkak
  • Pusing

Reaksi di atas sebetulnya bagian dari mekanisme sistem imun tubuh untuk melindungi si kecil. Namun, karena reaksi imunitas yang berlebihan, bisa menimbulkan ketidaknyamanan si kecil saat bernapas dan tidurnya jadi terganggu.

Iritan yang menyebabkan  meliputi:

  • Debu
  • Bulu hewan
  • Jamur
  • Asap rokok
  • Serbuk bunga/pollen

Meskipun hay fever bukan masalah serius, ada baiknya segera ditangani ya, Bu. Jangan sungkan berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat, agar gejala si kecil cepat reda.

3. Sakit batuk pilek

Hidung tersumbat pada bayi dapat disebabkan sakit batuk pilek. Batuk pilek terjadi karena adanya infeksi pada sistem saluran pernapasan atas pada bayi, karena imunitas bayi belum sepenuhnya kuat untuk menangkal virus. 

Kondisi awal yang mengindikasikan si kecil mengalami batuk pilek adalah hidung tersumbat dan meler. Awalnya, warna ingus si kecil berwarna bening, tetapi lama kelamaan ingus berubah warna menjadi kuning atau hijau. 

Beberapa hari setelah penularan, gejala dapat berkembang seperti:

  • Demam
  • Bersin
  • Batuk
  • Kurangnya selera makan
  • Rewel
  • Susah tidur

Bila Ibu menemukan gejala ini, sebaiknya bawa si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tips merawat hidung bayi agar tidak tersumbat

Hidung sebagai saluran pernapasan si kecil, membawa dampak bagi kesehatannya secara keseluruhan. Agar hidung bayi dan saluran pernapasannya tetap terjaga, berikut beberapa tips untuk merawat hidung bayi.

1. Gunakan nebulizer

nebulizer hidung tersumbat

Ibu dapat menyediakan nebulizer di rumah yang berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat pada bayi secara umum. Berdasarkan penelitian dari Italian Journal of Pediatrics, nebulizer dapat membantu pengenceran mukus/dahak di dalam hidung anak, sehingga melegakan sistem pernapasan.

Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa nebulizer juga dapat digunakan meredakan gejala hidung tersumbat pada sistem pernapasan atas dan bawah. Dengan begitu, Ibu jadi lebih mudah mengatasi hidung mampet si kecil.

2. Bersihkan hidung dengan bola kapas

Jangan lupa membersihkan hidung bayi setidaknya seminggu sekali saat memandikannya. Bersihkan hidung bayi menggunakan bola kapas yang dibasahi air hangat. Usapkan dengan lembut di sekitar lubang hidung untuk membuang kotoran dan ingus.

Ingat Bu, lebih baik jangan masukkan benda apapun ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkannya, termasuk cotton bud. Cukup gunakan kapas dengan air hangat pada hidung bayi untuk membersihkan dan mencegahnya tersumbat.

3. Pasang humidifier

cara membersihkan humidifier

Sebisa mungkin, pasang humidifier atau alat pelembap ruangan untuk menjaga kelembapan ruangan. Udara kering dan dingin dapat memicu hidung tersumbat pada bayi. Maka itu, pasang humidifier di ruangan bayi agar sistem pernapasannya tetap lembap dan mukus yang melapisi saluran hidungya tidak mengering dan membuatnya mampet.

4. Hindari iritan

Sebelumnya dikatakan bahwa iritan seperti debu, bulu hewan, asap rokok, serbuk bunga, dan jamur. Iritan ini bisa membuat hidung tersumbat pada bayi. Upayakan untuk menjauhi segala iritan ini pada bayi ya, Bu. Jangan lupa rutin membersihkan kamarnya agar terbebas dari debu dengan menyapu atau mengepel lantai ruangan.

Ganti seprai bayi secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan berkembangnya jamur maupun tungau. Selain itu, hindari si kecil berdekatan dengan asap rokok agar saluran napasnya tetap sehat.

Ibu, kini sudah tahu apa saja penyebab dan langkah penting untuk mencegah hidung tersumbat pada bayi. Yuk, terapkan cara di atas untuk merawat pernapasan si kecil agar kesehatan tubuhnya tetap utuh dan terjaga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mengatasi pilek pada bayi saat liburan

5 Tips Ampuh Mengatasi Pilek Pada Bayi Saat Liburan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
cara cepat mengatasi hidung tersumbat

6 Cara Cepat Melegakan Hidung Bayi yang Tersumbat

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Mei 2018 . Waktu baca 12 menit