Bayi Menangis Terus? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Bayi umumnya akan terus menangis dan sangat rewel saat lapar atau belum mengganti popok, kemudian baru akan diam dan tenang setelah kebutuhannya terpenuhi. Akan tetapi, kadang si kecil masih tetap menangis keras meski sudah disusui. Jika si kecil mengalaminya, Anda mungkin akan dibuat bingung dan bertanya-tanya mengapa bayi menangis setelah menyusu. Berikut penyebab bayi menangis terus dan cara mengatasinya yang perlu diketahui.

Penyebab bayi menangis

bayi kurang gizi

Tahukah Anda kalau menangis termasuk bahasa bayi? Mengutip dari dari Mayo Clinic, tangisan bayi adalah cara si kecil untuk berkomunikasi dengan orang dewasa. Berikut penyebab bayi menangis terus menerus:

1. Bayi merasa lapar

Jika Anda sudah memberikan susu dari 3 – 4 jam yang lalu, kemudian si kecil bangun dan mulai menangis, mungkin ia merasa lapar. Berikan si kecil susu dan ia akan berhenti menangis sebagaisalah satu perawatan bayi baru lahir.

2. Bayi Anda lelah

Jika si kecil mulai terlihat malas beraktivitas, tidak mau diajak bermain, sering menguap lalu menangis, berarti ia sedang lelah dan ingin tidur. 

Sebelum tidur, tidak pula untuk membersihkan badan bayi agar ia tidur dengan nyaman.

3. Bayi merasa tidak nyaman

Penyebab si kecil menangis bisa karena popok terlalu basah, kepanasan, atau kedinginan sampai mengganggu jam tidur bayi. Coba untuk memeriksa kondisi popok dan pakaian si kecil, apakah ada yang membuatnya tidak nyaman.

4. Bayi Anda kesakitan

Bayi Anda akan tiba-tiba menangis dengan kuat sama seperti orang dewasa ataupun anak pada umumnya jika ia merasakan ada yang sakit di tubuhnya. 

Anda bisa memeriksa tubuh si kecil, apakah ada ruam popok yang membuatnya kesakitan atau suhu tubuhnya tinggi karena demam. 

5. Bayi merasakan stimulasi yang berlebihan

Jika suara di ruangan sangat berisik, terdapat banyak orang, atau ada banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan perhatian bayi Anda, ia dapat menangis karena hal tersebut. Pindahkan bayi Anda ke lingkungan yang lebih tenang.

6. Bayi merasa kesepian

Jika bayi Anda tertidur, Anda meninggalkannya di tempat tidurnya sendirian, dan ia mulai menangis ketika ia bangun, mungkin ia merasa dirinya kesepian dan ia tidak suka ditinggal sendirian. Peluk bayi Anda dan berikan kasih sayang.

7. Bayi merasa takut

Jika si kecil tiba-tiba menangis ketika ia digendong oleh orang yang dianggapnya asing, itu menandakan bahwa buah hati Anda merasa takut.

Jelaskan kepada orang tersebut bahwa perlu pendekatan terlebih dahulu kepada bayi agar ia tidak merasa takut dan menangis ketika digendong.

8. Bayi merasa bosan

Jika bayi Anda sedang duduk di kursi bayinya, Anda tidak memperhatikannya dan sibuk makan atau mengobrol, dan ia mulai menangis, mungkin bayi Anda sedang bosan. Berikan ia perhatian dan mainan yang dapat menghilangkan kebosanannya.

9. Bayi menangis karena kolik

Kolik dapat membuat bayi menangis berkepanjangan. Dokter menduga kolik adalah semacam kondisi dimana bayi mengalami masalah pada pencernaannya.

Penyebab kolik sampai saat ini belum diketahui. Bayi dapat menangis terus walaupun ia dalam keadaan sehat dan sudah diberikan makan yang cukup.

Ketika bayi sedang kolik, sangat sulit untuk menenangkan bayi agar berhenti menangis. Namun tidak perlu khawatir, kolik ini hanya bertahan hingga bayi mencapai usia 4 bulan.

10. Bayi menangis karena terlalu banyak gas di perut

Terlalu banyak gas di dalam perut bisa membuat bayi menangis setelah menyusu. Hal ini bisa disebabkan karena bayi menelan banyak udara saat sedang menyusu, terlebih ketika menggunakan botol susu.

Akibatnya, perut bayi akan terasa kembung karena terisi oleh udara sehingga membuatnya risi dan tidak nyaman. Itulah mengapa ia terus menangis meski sudah tidak lagi lapar.

Sementarai jika diberikan ASI dari payudara, udara yang masuk ke dalam perut bayi cenderung lebih sedikit.

Sebagai solusinya, usahakan tubuh bayi dalam posisi tegak usai menyusu, sembari mengelus-elus punggungnya secara perlahan. Cara ini  bisa membantu mengeluarkan gas di dalam perut bayi sedikit demi sedikit.

11. Bayi menangis karena GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) biasanya lebih sering dialami oleh orang dewasa. Namun ternyata, bayi juga bisa mengalaminya terlebih jika Anda sering mendapati si kecil merasa tidak nyaman dan sering menangis usai menyusu.

Penyebab GERD pada bayi adalah karena susu yang baru saja diminumnya, justru naik kembali ke kerongkongan. Normalnya, lambung memiliki cincin otot (sfringter) yang bertugas untuk menahan agar asam lambung tidak kembali naik ke atas.

Namun, kerusakan pada sfringter lambung bisa mengakibatkan naiknya asam lambung dalam jumlah banyak, hingga melewati dada dan kerongkongan.

Kondisi ini yang kemudian menimbulkan gejala berupa mual, perut kembung, nyeri dada, dan berbagai rasa tidak mengenakkan lainnya pada tubuh bayi.

12. Alergi makanan

Bayi yang masih menyusui memang biasanya belum bisa makan bahan makanan tertentu secara langsung.

Hanya saja, bayi tetap berisiko mengalami alergi beberapa jenis makanan dan intoleransi laktosa, khususnya dari makanan dan minuman yang baru saja dikonsumsi sang ibu.

Susu, telur, jagung, kafein merupakan beberapa sumber makanan dan minuman yang digadang-gadang berisiko menimbulkan alergi pada bayi.

Jika bayi terus menangis setelah menyusu, sebaiknya perhatikan makanan dan minuman apa yang baru Anda konsumsi sebelumnya. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait kemungkinan alergi yang dialami buah hati Anda.

13. Bayi menangis karena tumbuh gigi

Si kecil yang sedang tumbuh gigi biasanya akan terus-menerus menangis usai menyusu. Ini karena ia merasakan sakit pada gusi akibat gesekan dengan puting payudara.

Apa yang dapat Anda lakukan agar bayi berhenti menangis?

Bayi menangis akibat batuk

Jika Anda belum dapat mengetahui penyebab bayi menangis, mulailah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Berikan ia susu, ganti popoknya, pastikan ia tidak kedinginan atau kepanasan, dan pakaian yang ia pakai nyaman.

Sudah melakukan hal itu tapi ia masih menangis? Beberapa cara lain bisa dicoba, seperti:

1. Membedong bayi secara longgar

Bedong termasuk dalam perlengkapan bayi baru lahir yang dibutuhkan si kecil. Berada dalam bedongan bisa mencegah tubuh bayi gemetaran, sehingga membuatnya merasa lebih aman dan nyaman.

Di samping itu, cara ini juga bisa membantu bayi tertidur lebih tenang dan nyenyak.

Namun ada yang harus diperhatikan saat membedong si kecil dan tahu bagaimana cara membedong bayi yang benar. Terlalu erat membedong bayi bisa merusak persendian kaki bayi.

Bahkan hingga merusak tulang rawan dari rongga pinggul yang mengarah pada hip dysplasia, yaitu gangguan pembentukan sendi pinggul ketika tulang paha terlepas dan tidak berada tepat di rongga pinggul.

Tidak hanya itu, membedong bayi terlalu kencang juga bisa membuatnya sulit bernapas dengan baik. Cukup membedong si kecil secara longgar seperti sedang menyelimutinya, sehingga ia merasa hangat dan aman.

2. Posisikan bayi meringkuk

Di dalam rahim, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi meringkuk. Nah, itu sebabnya menggendong atau membaringkan bayi dalam posisi meringkuk bisa membuat bayi merasa lebih nyaman.

Posisi ini dilakukan dengan mengapit bayi pada sisi tubuh, tepatnya di bawah lengan Anda. Meletakkan bayi Anda dalam posisi seperti ini, hanya dilakukan jika ia terus-menerus menangis.

Sementara dalam kondisi biasa, selalu letakkan bayi Anda dalam posisi telentang.

3. Buat suara yang menenangkan

Di dalam rahim, bayi terbiasa mendengar detak jantung ibu yang suaranya konstan terus menerus. Detak jantung ibu akan terdengar dengan iramanya yang sama dan hal ini membuat bayi tenang.

Jadi, jika sewaktu-waktu si kecil menangis, Anda bisa buat atau memainkan suara yang menenangkan. Misalnya menempelkan bayi di dada, mendengarkan suara rintik hujan, mendengarkan suara ibu yang lembut sebagai pengantar tidurnya.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba menciptakan suara ‘white noise’ untuk menenangkan bayi. ‘White noise’ adalah kombinasi suara dari berbagai frekuensi. Sebagai contoh, suara kipas angin atau sekadar suara “ssshhh”.

4. Mengayunkan bayi

Gerakan berirama seperti mengayun atau menggoyangkan bayi secara konstan akan mengingatkan ia ketika masih di dalam perut Anda. Jika semakin kencang tangisan bayi, maka Anda harus semakin kuat pula mengayun si kecil. 

Anda bisa mengayun tubuh bayi saat bayi menangis sambil:

  • Saat jalan-jalan
  • Di kursi goyang
  • Bayi diletakan dalam ayunan khusus
  • Berjalan-jalan dengan keranjang bayi

Namun ingat, Anda harus berhati-hati ketika mengayunkan si kecil. Selagi mengayun bayi, Anda bisa menyanyikan lagu dengan tempo lambat dan suara lembut. 

5. Sentuhan lembut

Sentuhan bisa merangsang perasaan nyaman di otak bayi. Itu sebabnya, jangan pernah meremehkan pengaruh sentuhan Anda untuk membuat si kecil merasa lebih nyaman.

Meski begitu, bayi Anda juga terkadang membutuhkan lebih dari sekedar sentuhan untuk membuatnya nyaman, seperti menepuk-nepuk punggungnya atau memijatnya dengan lembut.

Sentuhan lembut ini juga berlaku ketika sedang memandikan bayi baru lahir yang bisa membuatnya sangat nyaman.

6. Biarkan ia mengisap sesuatu

Mengisap dot, jari, ataupun puting adalah salah satu cara untuk menenangkan bayi yang menangis terus. Akan tetapi pastikan ini merupakan langkah terakhir yang Anda lakukan apabila beberapa cara yang sudah disebutkan di atas tidak manjur. 

7. Pijat atau gosok bagian perut

Pijatan lembut bisa membuat bayi lebih tenang dan Anda bisa melakukan pijat bayi di rumah. Gunakan minyak pijat khusus untuk bayi, sebaiknya bebas pewangi dan sangat ringan di kulit bayi.

Namun ingat, Anda juga harus hati-hati ketika memijat si kecil, salah-salah bisa berdampak buruk baginya.

Terkadang, bayi menangis juga menunjukkan bahwa ia lapar atau merasa tidak nyaman karena popoknya sudah harus diganti. Jadi, selain melakukan tiga hal tersebut, pastikan Anda tahu apa arti tangisan si kecil.

Bila si kecil lapar, segera berikan ia ASI. Dengan begitu, biasanya bayi akan berhenti menangis setelah Anda menyusuinya.

Hal yang harus diperhatikan ketika bayi menangis

cara menenangkan bayi menangis

Menangis merupakan cara alami buah hati Anda untuk berkomunikasi dan menyampaikan rasa tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Sebagian besar bayi menangis karena mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. 

Selama 9 bulan bayi terbiasa dengan suasana rahim. Adanya cahaya, warna, tekstur, suara, juga sensasi-sensasi baru seperti rasa lapar atau akan terasa sangat mengganggu bagi mereka.

Oleh karena itu, menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam rahim merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi menangis.

Suara tangisan bayi yang melengking memang sering membuat stres, tapi Anda harus tetap sadar. Mengutip dari NHS, hindari menggoyangkan kepala bayi karena bisa membuat kerusakan pada otak bayi.

Namun jika si kecil menangis terus menerus walaupun Anda telah berusaha menenangkan dengan berbagai cara yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter.

Terutama apabila Anda juga mengamati beberapa tanda atau gejala yang tidak biasa pada bayi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit