backup og meta

16 Langkah Mudah Pijat Laktasi di Rumah agar ASI Lancar

16 Langkah Mudah Pijat Laktasi di Rumah agar ASI Lancar

ASI termasuk asupan nutrisi penting untuk bayi. Saat produksi ASI berkurang, ibu pasti akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkannya kembali, mulai dari menggunakan ASI booster sampai pijat laktasi. Nah, jika Anda ingin mencobanya, berikut langkah-langkah melakukan pijat laktasi di rumah untuk meningkatkan produksi ASI.

Manfaat pijat laktasi

masalah ibu menyusui

Memijat payudara selama masa menyusui memiliki berbagai manfaat.

Manfaat tersebut di antaranya meningkatkan produksi ASI sampai mengurangi masalah menyusui seperti mastitis maupun bendungan atau sumbatan di payudara.

Berikut penjelasan lengkap seputar manfaat pijat laktasi pada ibu menyusui.

1. Meningkatkan kualitas ASI

Produksi dan kualitas ASI meningkat setelah melakukan pijat laktasi bukan sekadar sugesti ibu menyusui. 

Journal Of Korean Academy Of Nursing melakukan penelitian pada sekelompok ibu menyusui yang baru 10 hari melahirkan. Mereka mendapatkan pijat payudara selama 30 menit setiap harinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu yang menerima pijatan memiliki ASI yang mengandung lebih sedikit natrium dan bayinya lebih banyak menyusu.

Memijat payudara saat satu tahun pertama kelahiran bayi, bisa membuat kualitas ASI lebih baik, seperti:

  • ASI lebih padat,
  • mengandung banyak lemak, dan
  • memiliki kasein (salah satu jenis protein kualitas baik).

Pijat laktasi membuat pengosongan payudara lebih optimal sehingga tubuh bisa memproduksi ASI kembali.

Pasalnya, konsep ASI adalah supply and demand, ketika payudara kosong, tubuh akan segera memproduksi ASI.

Pengosongan payudara saat menyusui juga membuat bayi mendapatkan hindmilk, susu yang paling banyak mengandung lemak. 

Lemak sangat penting untuk bayi karena berfungsi sebagai pendukung pertumbuhan otak bayi dan membantu penyerapan vitamin lebih optimal.

2. Mengurangi mastitis

Mastitis adalah infeksi pada saluran payudara dan menimbulkan rasa sakit yang sangat parah. Kondisi ini merupakan masalah menyusui yang sering ibu alami.

Ibu menyusui rentan mengalami pembengkakan dan penyumbatan saluran payudara karena produksi ASI yang cukup banyak.

Journal of Human Lactation melakukan penelitian pada 42 ibu menyusui yang rutin melakukan pijat laktasi. 

Alasan ibu menyusui melakukan pijat payudara ini beragam, mulai dari pembengkakan (36%), saluran yang tersumbat (67%), sampai mastitis (29%).

Hasilnya, ibu yang memijat payudara secara rutin selama 2—12 minggu, mengalami penurunan kondisi mastitis, penyumbatan saluran susu, dan pembengkakan payudara.

Bahkan, ibu menyusui yang menjadi responden mencoba teknik pijat laktasi dan ia lakukan saat di kantor maupun rumah.

Cara pijat laktasi di rumah

warna cokelat di sekitar payudara

Untuk melakukan pemijatan payudara, ibu bisa mengunjungi klinik laktasi, memanggil terapis ke rumah, melakukannya sendiri atau dengan bantuan keluarga. 

Berikut beberapa cara dan langkah melakukan pijat laktasi agar lebih nyaman, mengutip dari Von Voigtlander Women’s Hospital.

  1. Siapkan minyak sesuai dengan selera agar kulit payudara tidak iritasi saat ibu sedang memijat.
  2. Lakukan pijat laktasi dengan duduk di atas kursi agar lebih nyaman.
  3. Gunakan ujung jari untuk memijat lembut klavikula (tulang selangka) dari leher ke arah belakang bahu. Lakukan gerakan ini 5—10 kali.
  4. Masih dengan posisi yang sama, pijat bahu dengan gerakan melingkar dari leher ke belakang bahu. Ulangi gerakan ini 5—10 kali.
  5. Letakkan satu tangan pada belakang kepala dan gunakan ujung jari tangan lain untuk memijat samping payudara bagian bawah ketiak.
  6. Masih pada payudara yang sama, letakkan satu tangan di atas dan bawah payudara.
  7. Pijat payudara dengan tekanan kuat tetapi lembut dengan arah berlawanan, lakukan 5-10 hitungan.
  8. Ulangi gerakan pijat laktasi nomor 5, 6, dan 7 untuk payudara sebelahnya.
  9. Bungkukkan pinggang dan tekuk kepala ibu seperti gerakan rukuk. 
  10. Pada posisi nomor 9, pijat payudara dengan posisi satu tangan di atas dan satu di bawah payudara. 
  11. Lakukan pemijatan dengan posisi melingkar ke atas payudara dekat ketiak, kemudian melingkar ke seluruh bagian payudara selama 10 hitungan.
  12. Ulangi gerakan nomor 10 dan 11 untuk payudara sebelahnya.
  13. Regangkan pinggang, tengkuk, leher, dan tangan. Lalu kembali ke posisi duduk. 
  14. Putar bahu ke kanan dan kiri selama 10 hitungan sebagai gerakan peregangan.
  15. Angkat kedua lengan sampai tangan bertemu di atas kepala dan berpegangan tangan.
  16. Tarik tangan ke atas agar otot dan tulang lebih rileks.

Ibu bisa melakukan pijat laktasi ini dengan bantuan pasangan, orangtua, atau kerabat. Agar lebih nyaman, ibu bisa menggunakan minyak pijat dan siapkan kain atau handuk.

Kain atau handuk berfungsi untuk mengusap ASI yang mungkin akan keluar selama proses pemijatan. 

Setelah melakukan pijat laktasi ini, semoga proses menyusui jadi lebih lancar ya, Bu.

[embed-health-tool-vaccination-tool]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Breast Self-Massage for Lactating Mothers. (2021). Retrieved 15 April 2021, from http://www.med.umich.edu/1libr/Gyn/Lactation/BreastMassage.pdf

Katmini, K., & Sholichah, N. (2020). Lactation Massage for Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers. Journal For Quality In Public Health, 4(1), 104-113. doi: 10.30994/jqph.v4i1.168

Ahn, S., Kim, J., & Cho, J. (2011). Effects of Breast Massage on Breast Pain, Breast-milk Sodium, and Newborn Suckling in Early Postpartum Mothers. Journal Of Korean Academy Of Nursing, 41(4), 451. doi: 10.4040/jkan.2011.41.4.451

Therapeutic Breast Massage in Lactation for the Management of Engorgement, Plugged Ducts, and Mastitis – Ann M. Witt, Maya Bolman, Sheila Kredit, Anne Vanic, 2016. (2021). Journal Of Human Lactation. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0890334415619439

 

Versi Terbaru

31/01/2023

Ditulis oleh Riska Herliafifah

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita

Diperbarui oleh: Karinta Ariani Setiaputri


Artikel Terkait

Bukan Hanya Ibu, Ini 6 Masalah Bayi Saat Menyusui yang Mungkin Terjadi

Belum Tentu Kanker, Ini Penyebab Payudara Terasa Nyeri


Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 31/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan