home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Jika Ibu Menyusui Makan Seafood?

Amankah Jika Ibu Menyusui Makan Seafood?

Begitu usai melahirkan, beberapa ibu mungkin mulai mencari tahu apa saja nutrisi dan makanan untuk ibu menyusui yang bisa mendukung perkembangan bayi. Ibu juga mungkin bingung apakah ada pantangan makanan tertentu yang bisa mengganggu kesehatan si buah hati. Nah, salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah makan seafood. Beberapa orang mungkin berpikir ibu menyusui tidak boleh makan makanan laut (seafood) karena khawatir timbul reaksi alergi pada bayi. Jadi, bolehkah kalau ibu menyusui makan seafood?

Bolehkah ibu menyusui makan seafood?

Manfaat ASI untuk ibu dan buah hati ibu sudah tak diragukan lagi.

Melalui ASI, ibu bisa memberi perlindungan kepada bayi dari kemungkinan berbagai penyakit serta memperoleh sejumlah khasiat lainnya.

Agar manfaat ini bisa Anda dan bayi peroleh secara optimal, ibu menyusui perlu memenuhi nutrisi yang lengkap, salah satunya melalui makanan.

Nah, guna memenuhi nutrisi untuk ibu menyusui, makan ikan dan makanan laut (seafood) adalah salah satu caranya.

Pasalnya, makanan laut seperti ikan, udang, atau kerang, mengandung sejumlah nutrisi yang ibu dan bayi butuhkan.

Ini termasuk protein, vitamin A, B, dan D, serta asam lemak omega-3.

Ikan juga kaya kandungan kalsium dan kandungan mineral lainnya, seperti fosfor, zat besi, seng, magnesium, selenium, dan kalium.

Sementara berbagai nutrisi ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta baik untuk tumbuh kembang anak serta untuk ibu sendiri.

Selain itu, asam lemak omega-3 dalam makanan laut juga merupakan salah satu nutrisi untuk perkembangan otak anak.

Lantas, bolehkah ibu menyusui makan seafood? Jawabannya adalah boleh. Namun, ibu menyusui perlu membatasi konsumsi makanan ini.

Pasalnya, Central for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa sebagian besar ikan laut mengandung merkuri yang berbahaya bagi kesehatan.

Tak hanya itu, ikan dan kerang juga mungkin mengandung bakteri dan virus yang bisa menjadi penyebab berbagai penyakit.

Apa yang terjadi jika ibu menyusui makan seafood berlebihan?

susu untuk ibu menyusui

Merkuri adalah zat yang terjadi secara alami di lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara dan minyak.

Zat ini berkumpul di sungai, danau, dan lautan, sehingga ikan dan hewan laut lainnya menjadi terpapar.

Merkuri yang ada di lautan ini dapat menumpuk di dalam daging ikan.

Bila ibu menyusui makan ikan atau seafood yang mengandung merkuri, bahan kimia berbahaya tersebut dapat mengalir ke bayi melalui ASI.

Khawatirnya, paparan merkuri yang berlebihan bisa memengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak bayi.

Bukan tidak mungkin, hal tersebut pun dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang pada anak Anda suatu hari nanti.

Hal yang perlu ibu menyusui perhatikan jika ingin makan seafood

Menimbang dari manfaat makan ikan dan seafood, ibu menyusui boleh mengonsumsi makanan ini guna membantu memenuhi nutrisi untuk ibu dan buah hati ibu.

Namun, agar aman dari paparan merkuri dan bakteri, ibu menyusui perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini saat makan makanan laut.

  • Makan ikan atau seafood yang bervariasi untuk mendapat ragam nutrisi.
  • Pilihlah ikan atau seafood yang kecil yang secara alami mengandung lebih sedikit merkuri, seperti udang, ikan pollock, salmon, kerang, cumi-cumi, ikan trout, tuna kaleng, sarden, atau ikan teri yang baik untuk ibu menyusui.
  • Hindari makan ikan yang mengandung tinggi merkuri, seperti ikan hiu, marlin, king mackerel, atau tuna bigeye.
  • Makan beragam seafood dengan kandungan rendah merkuri sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Jangan lebih dari 3 kali dalam seminggu.
  • Jika Anda makan ikan dari hasil tangkapan sendiri, periksa apakah ada peringatan tertentu mengenai pencemaran bahan kimia di sekitar perairan tersebut.
  • Olah seafood tersebut hingga matang

Hati-hati memberikan seafood jika si kecil punya alergi!

minyak goreng untuk bayi

Selain merkuri dan bakteri, ibu menyusui pun perlu memperhatikan kemungkinan alergi pada bayi untuk mengetahui bolehkah Anda makan seafood.

Pasalnya, beberapa orang, termasuk bayi, cenderung lebih sensitif terhadap seafood sehingga bisa menimbulkan reaksi alergi yang berbahaya bagi kesehatan.

Untuk mengetahui reaksi alergi pada bayi, lacak apa saja makanan yang ibu konsumsi dan bagaimana bayi Anda bereaksi setiap kali habis menyusui.

Jika ada reaksi alergi yang timbul, seperti kulit gatal atau kemerahan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghentikan asupan seafood sementara waktu guna memastikan apakah ada perubahan pada kondisi si kecil.

Jika memang sudah pasti bayi Anda memiliki alergi terhadap seafood, ibu mungkin perlu menghindari makan makanan ini.

Sebagai pengganti ikan atau seafood, ibu menyusui bisa makan makanan mengandung protein dan asam lemak omega-3 lainnya, seperti biji-bijian atau kacang-kacangan.

Selain itu, daging unggas dan telur juga bisa menjadi pilihan guna memenuhi kebutuhan protein untuk ibu menyusui.

Bila Anda masih ragu atau ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai keamanan makan seafood pada ibu menyusui, silakan konsultasikan dengan dokter.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mercury exposure and breastfeeding. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/environmental-exposures/mercury.html.

Diet considerations for breastfeeding mothers.. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/maternal-diet.html.

Breastfeeding FAQs: Your Eating and Drinking Habits (for Parents) – Primary Children’s Hospital. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://kidshealth.org/PrimaryChildrens/en/parents/breastfeed-eating.html.

Foods to Avoid When Breastfeeding | Breastfeeding | Start4Life. Start4Life. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.nhs.uk/start4life/baby/breastfeeding/healthy-diet/food-and-drinks-to-avoid/#anchor-tabs.

Benefits of breastfeeding. nhs.uk. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/benefits/.

Fish and Shellfish Advisories and Safe Eating Guidelines | US EPA. US EPA. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.epa.gov/choose-fish-and-shellfish-wisely/fish-and-shellfish-advisories-and-safe-eating-guidelines.

Seafood Nutrition – SeaShare. Seashare.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.seashare.org/nutrition.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x