Mengatasi Kesulitan Menyusui Akibat Tongue Tie

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pemberian ASI yang sukses biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi ibu, bayi, maupun dukungan lingkungan sekitar. Dari sisi bayi, salah satu faktor yang bisa menghambat keberhasilan pemberian ASI adalah suatu kondisi yang disebut tongue tie.

Apa itu tongue tie?

Tongue tie adalah kelainan bawaan pada lidah. Lidah yang normal memiliki jaringan ikat yang panjang yang menyambungkan bagian bawah lidah dan dasar mulut. Pada kondisi tongue tie, jaringan ikat tersebut pendek, sehingga pergerakan lidah dan mulut menjadi terbatas. Kondisi tongue tie ini biasanya menurun pada anggota keluarga, lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan.

Kenapa tongue tie bisa menyulitkan pemberian ASI?

Proses menyusui dapat berjalan dengan baik bila posisi perlekatan mulut bayi pada  payudara ibu tepat. Pada perlekatan yang tepat, seluruh mulut bayi akan melingkupi seluruh areola dan sebagian payudara ibu, dan lidah bayi akan berada di bawah puting ibu, membatasi puting ibu dan gusi bayi. Pada kondisi tongue tie, bayi tidak bisa membuka mulut dengan lebar dan  tidak bisa menempatkan lidah di bawah puting ibu (karena pergerakan mulut dan lidah terbatas), sehingga perlekatan bayi pada payudara ibu sering terlepas dan tidak ada yang melindungi puting ibu dari gusi bayi. Akibatnya sering terjadi cedera pada puting ibu (luka, ulkus, berdarah).

Dari sisi bayi, mempertahankan posisi untuk bisa terus melekat pada payudara ibu juga melelahkan. Karena melelahkan, akibatnya bayi hanya bisa menyusu sebentar-sebentar. Karena hanya menyusu sebentar, bayi akan cepat lapar kembali, sehingga frekuensi menyusu akan semakin sering. Ibu akan semakin sulit untuk menemukan waktu istirahat di antara waktu menyusui. Selain itu, rasa sakit pada puting yang dirasakan ibu setiap kali menyusui bisa mengubah waktu menyusui yang seharusnya menjadi waktu bonding time dan membahagiakan antara ibu dan anak menjadi waktu yang menyiksa. Karena proses menyusui yang tidak maksimal, kebutuhan nutrisi bayi dengan kondisi tongue tie sering kali tidak terpenuhi, akibatnya pertumbuhan bayi pun terganggu.

Bagaimana cara mengetahui apakah bayi saya memiliki kondisi tongue tie?

Kondisi tongue tie dapat dilihat dengan pemeriksaan fisik. Ujung lidah seharusnya bisa mencapai bibir, menyentuh langit-langit mulut, dan menyisir gusi. Bayi dengan kondisi tongue tie kadang tidak dapat menjulurkan lidah melewati bibir bawah, ujung lidah bayi kadang menguncup menyerupai hati. Bahkan pada kondisi tongue yang berat, kadang bayi tidak dapat mengangkat lidah hingga melewati gusi bawah.

Bagaimana cara menangani kondisi tongue tie pada bayi?

Saat ini masih terjadi perdebatan di antara para ahli mengenai penanganan tongue tie. Ada ahli yang berpendapat bahwa semua kondisi tongue tie harus segera ditindaklanjuti, tetapi di sisi lain ada juga para ahli yang lebih memilih untuk menunggu sambil terus mengawasi.

Pertimbangan utama untuk menentukan perlu tidaknya tindakan adalah dengan menilai seberapa baik lidah berfungsi. Jika lidah tampak mengetat tetapi bayi masih dapat mengisap ASI dengan baik, menelan ASI tanpa kesulitan, pertumbuhan berat badannya normal, dan ibu tidak kesakitan, mungkin tidak perlu dilakukan tindakan lebih lanjut. Jika lidah tidak tampak mengetat tetapi bayi mengalami kesulitan menyusu, kesulitan menelan ASI, atau ibu selalu kesakitan saat menyusui, tindakan lanjutan mungkin perlu dilakukan. Konsultasikan pertimbangan-pertimbangan tersebut dengan dokter anak atau konsultan laktasi sebelum memutuskan tindakan.

Tindakan medis untuk mengatasi tongue tie

Tindakan untuk mengatasi tongue tie ada dua jenis yaitu frenulotomy dan frenuloplasty.

1. Frenulotomy

Tindakan pemotongan jaringan ikat lidah yang tidak disertai jahitan. Bisa dilakukan sejak bayi baru lahir. Bisa dilakukan tanpa bius atau dengan bius lokal di ruang praktik dokter biasa. Segera setelah dokter memotong jaringan ikat lidah bayi, bayi segera diberikan kepada ibu untuk disusui. Tekanan pada lidah bayi saat menyusu akan membantu menghentikan perdarahan pada luka irisan. Biasanya ibu langsung dapat merasakan perbaikan proses menyusui menjadi lebih nyaman.

2. Frenuloplasty

Tindakan pemotongan jaringan ikat lidah yang diikuti proses penjahitan. Tindakan ini dipilih bila jaringan ikat lidah yang harus dipotong terlalu besar untuk tindakan frenotomy. Frenuloplasty harus dilakukan di ruang operasi dengan bius total. Jahitan dibutuhkan untuk menutup luka pemotongan jaringan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

    Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

    Hampir semua orang menyukai susu dan produk olahannya karena menawarkan segudang manfaat. Bahkan, diet tinggi susu disebut turunkan risiko diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Nutrisi, Hidup Sehat 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

    Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    protein susu soya

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    nutrisi untuk anak aktif

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit