5 Teknik Menenangkan Bayi Menangis yang Sudah Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menangis merupakan cara alami bayi untuk menyampaikan rasa tidak nyaman atau tanda ia membutuhkan sesuatu. Namun sebagai ibu baru, Anda mungkin kebingungan ketika bayi menangis terus. Jangan khawatir. Beberapa teknik di bawah ini bisa Anda lakukan untuk menenangkan bayi yang menangis.

Bayi menangis terus? Tenangkan dengan lima teknik ini

1. Bedong bayi Anda

Berada dalam bedongan bisa mencegah tubuh bayi gemetaran, sehingga membuatnya merasa lebih aman dan nyaman. Di samping itu, cara ini juga bisa membantu bayi tertidur lebih tenang dan nyenyak.

Jika Anda ingin membedong bayi pastikan Anda tahu bagaimana cara yang benar. Terlalu erat membedong bayi bisa menyebabkan merusak persendian kaki bayi, bahkan hingga merusak tulang rawan dari rongga pinggul yang mengarah pada hip dysplasia, yaitu gangguan pembentukan sendi pinggul ketika tulang paha terlepas dan tidak berada tepat di rongga pinggul. Tidak hanya itu, membedong bayi terlalu kencang juga bisa membuatnya sulit bernapas dengan baik.

2. Posisikan bayi meringkuk

Di dalam rahim, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi meringkuk. Nah, itu sebabnya menggendong atau membaringkan bayi dalam posisi meringkuk bisa membuat bayi merasa lebih nyaman. Posisi ini dilakukan dengan mengapit bayi pada sisi tubuh, tepatnya di bawah lengan Anda. Perlu diketahui, meletakkan bayi Anda dalam posisi seperti ini, hanya dilakukan jika ia terus-menerus menangis. Sementara dalam kondisi biasa, selalu letakkan bayi Anda dalam posisi telentang.

3. Bisikan suara ‘sshhh..’

Kebanyakan orang tua pasti sering mengeluarkan suara ‘sshhh..’ sambil mengusap atau menepuk punggungnya saat bayi menangis terus. Ternyata menangkan bayi dengan cara ini bukan hanya sekadar kebiasaan turun-temurun yang tidak ada artinya.

Pasalnya, membisikkan suara ‘sshhh..’ tepat di telinga bayi bisa membuat mereka lebih tenang dan nyaman. Hal ini karena suara ‘sshhh..’ mirip dengan suara ketika bayi berada di dalam rahim. Pastikan suara ’sshhh..” yang Anda hasilkan lebih kencang dibandingkan dengan tangisan si kecil; agar bayi Anda bisa mendengar suara tersebut dengan jelas.

4. Mengayunkan bayi

Gerakan berirama seperti mengayun atau menggoyangkan bayi secara konstan akan mengingatkan ia ketika masih di dalam perut Anda. Jika semakin kencang tangisan bayi, maka Anda harus semakin kuat pula mengayunkannya. Namun ingat, Anda harus berhati-hati ketika mengayunkannya. Selagi mengayun bayi, Anda bisa menyanyikan lagu dengan tempo lambat dan suara lembut. 

5. Sentuhan lembut

Sentuhan bisa merangsang perasaan nyaman di otak bayi. Itu sebabnya, jangan pernah meremehkan “kekuatan” sentuhan Anda untuk membuat si kecil merasa lebih nyaman. Meski begitu, bayi Anda juga terkadang membutuhkan lebih dari sekedar sentuhan untuk membuatnya nyaman, seperti menepuk-nepuk punggungnya atau memijatnya dengan lembut.

6. Biarkan ia mengisap sesuatu

Mengisap dot, jari, ataupun puting adalah salah satu cara untuk menenangkan bayi yang menangis terus. Akan tetapi pastikan ini merupakan langkah terakhir yang Anda lakukan apabila beberapa cara yang sudah disebutkan di atas tidak manjur. 

Yang harus diperhatikan ketika bayi menangis

Menangis merupakan cara alamiah bayi untuk berkomunikasi dan menyampaikan rasa tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Sebagaian besar bayi menangis karena mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. 

Selama 9 bulan bayi terbiasa dengan suasana rahim. Adanya cahaya, warna, tekstur, suara, juga sensasi-sensasi baru seperti rasa lapar atau akan terasa sangat mengganggu bagi mereka. Nah oleh karena itu, menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam rahim merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi menangis.

Namun jika bayi menangis terus menerus walaupun Anda telah berusaha menenangkan dengan berbagai cara yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter anak. Terutama apabila Anda juga mengamati beberapa tanda atau gejala yang aneh pada bayi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bayi Baru Lahir Menangis Tanpa Air Mata, Kenapa Ya?

Bayi menangis tidak keluar air mata, wajar adanya. Pada usia tiga hingga empat minggu, kelenjar air mata pada bayi masih dalam proses perkembangan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 01/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Purple Crying, Kondisi Saat Bayi yang Baru Lahir Terus-terusan Menangis

Istilah purple crying mungkin masih asing di telinga Anda. Padahal, purple crying adalah hal yang hampir pasti dialami bayi yang baru lahir.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 25/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Saat baru dilahirkan Anda mungkin cemas untuk membawa si kecil keluar rumah. Memangnya, umur berapa bayi baru lahir boleh pergi keluar rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 23/11/2019 . Waktu baca 3 menit

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Bayi, Apa Saja Penyebab dan Penanganannya?

Berat badan rendah pada bayi yang baru lahir bisa menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi selama di dalam kandungan. Bagaimana penanganannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 12/08/2019 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frekuensi normal BAB bayi baru lahir

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Pertama Kali Menjadi Orangtua? Ini Hal yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 6 menit