Mengenal Manfaat Kunyit untuk Bayi dan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kunyit di Indonesia biasa dipakai sebagai bumbu masak atau juga bisa dijadikan jamu. Kunyit juga dipercaya sebagai obat herbal karena dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit dengan cara tradisional. Tidak hanya untuk orang dewasa, kunyit juga bermanfaat untuk anak-anak bahkan bayi. Ingin tahu apa saja manfaat kunyit untuk bayi dan anak? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Apa itu kunyit?

Kunyit merupakan tangkai akar tanaman tropis yang masih merupakan bagian dari keluarga jahe. Kunyit yang dapat memberikan warna kuning alami pada masakan Anda ini memiliki beberapa zat yang berguna untuk kesehatan. Salah satunya adalah kurkumin yang memiliki sifat penyembuhan.

Tak heran, kunyit sudah lama dimanfaatkan sebagai obat oleh bangsa Cina dan India untuk mengobati masalah pencernaan, seperti mulas, diare, perut kembung, masuk angin, dan lainnya. Kunyit juga dipercaya dapat membantu mengobati kanker, penyakit jantung, dan depresi. Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antibakteri yang dapat mengobati infeksi luka pada kulit.

Manfaat kunyit untuk bayi

Kunyit memiliki berbagai manfaat untuk bayi, baik dengan cara dikonsumsi atau dengan pemakaian luar. Senyawa kurkumin dalam kunyit mempunyai sifat antibakteri, antivirus, dan antiperadangan. Karena senyawa kurkumin ini, kunyit dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti pilek, osteoartritis, infeksi virus atau bakteri, tukak lambung, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Kunyit juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan meningkatkan gerakan usus.

Selain itu, senyawa kurkumin dalam kunyit juga mempunyai sifat antioksidan. Antioksidan ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat adanya radikal bebas. Tak hanya itu, kurkumin rupanya juga dapat memicu enzim di dalam tubuh untuk menghasilkan antioksidan sendiri. Sehingga, manfaat yang diterima oleh tubuh menjadi dua kali lipat. Sifat antioksidan dalam kunyit juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak Anda, sehingga tidak mudah jatuh sakit.

Selain dikonsumsi, manfaat kunyit untuk bayi lainnya yaitu juga bisa dipakai sebagai pengobatan luar untuk mengobati kerusakan atau luka pada kulit dan membuat kulit lebih sehat. Kunyit dapat membuat kulit lebih halus dan lembut. Selain itu, juga dapat membantu meratakan warna kulit. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda hanya perlu mencampur kunyit yang telah ditumbuk dengan air lemon dan mengoleskannya ke kulit Anda.

Yang harus diperhatikan sebelum memberi kunyit pada bayi

Kunyit merupakan salah satu bumbu masak. Jadi, pemberiannya ke bayi juga tidak boleh sembarangan. Banyak dokter merekomendasikan agar menunggu sampai bayi berusia setidaknya 8 bulan untuk memperkenalkan bumbu pada makanan bayi Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah masalah pencernaan dan alergi pada bayi.

Namun, tampaknya juga tidak masalah jika Anda memberikan bumbu pada makanan bayi saat bayi Anda berusia 6 bulan atau saat bayi Anda sudah diperkenalkan dengan makanan. Ingat, jangan memberikan makan bayi selain ASI, seperti air perasan kunyit, jika bayi Anda menjalani ASI eksklusif.

Jika bayi sudah selesai ASI eksklusif dan sudah diberikan makan, sebaiknya perkenalkan bumbu pada bayi secara perlahan dalam jumlah kecil. Tunggu empat sampai enam hari sebelum memperkenalkan bumbu atau makanan baru pada bayi untuk melihat reaksi alergi pada bayi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Diare dan sembelit adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. Namun, tahukah Anda kalau penyakit hati juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat untuk Mengatasi Hepatitis

Selain beristirahat dan mencukupi asupan cairan, pasien hepatitis kronis juga perlu mengonsumsi obat-obatan. Apa saja obat hepatitis yang tersedia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Infeksi Lambung

Penyakit infeksi lambung umumnya disebabkan oleh bakteri di dalam organ lambung. Sering dikira maag, apa saja gejala infeksi lambung?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan penyubur sperma

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit