Kenapa Bubur Beras Merah Lebih Baik untuk Bayi Daripada Nasi Putih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, terutama nasi putih. Tapi kenapa makanan untuk bayi biasanya bubur nasu merah bukannya nasi putih? Memang, apa sih istimewanya beras merah untuk bayi? Penasaran? Simak ini.

Perbandingan beras merah dengan beras putih

Beras merah berbeda dengan beras putih. Beras merah hanya mengalami pengelupasan lapisan kulit paling luar dan tidak mengalami proses penggilingan yang panjang seperti beras putih. Jika semua lapisan kulit beras merah dikelupas dan diproses lebih lanjut, maka akan didapatkan beras putih. Hal ini membuat beras putih lebih sedikit mengandung vitamin, mineral, asam lemak, dan juga serat dibandingkan beras merah. Karena semua nutrisi tersebut justru sebagian besar terdapat pada kulit beras.

Jadi, tak heran jika beras merah sudah lama menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan untuk bayi, terutama bayi yang sedang dalam peralihan ke makanan padat. Beras merah dibuat menjadi bubur sehingga mudah dimakan oleh bayi.

Apa saja manfaat beras merah untuk bayi?

Dilansir dari laman Verywell, ada banyak sekali nutrisi yang terkandung dalam beras merah. Beberapa nutrisi tersebut, yaitu protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan zink. Sejumlah nutrisi ini pastinya nutrisi ini diperlukan oleh bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Tak hanya itu, beras merah juga mengandung serat yang cukup tinggi, yaitu sebesar 3,5 gram serat dalam 100 gram beras merah. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan serat bayi, sehingga juga turut membantu melancarkan sistem pencernaan bayi. Gula yang terkandung dalam beras merah juga relatif sedikit, yaitu hanya 0,85 gram per 100 gram beras merah. Sehingga, aman untuk kadar gula darah bayi.

Selain kandungan nutrisi beras merah yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, keunggulan beras merah untuk bayi lainnya adalah mudah dicerna dan tidak menimbulkan reaksi energi. Hal ini membuat beras merah sangat cocok untuk diberikan ke bayi, mengingat sistem pencernaan bayi yang masih lemah dan belum matang.

Cara membuat bubur beras merah untuk bayi di rumah

Membuat makanan bayi sendiri tentu lebih sehat. Anda bisa memantau nutrisi apa saja yang masuk ke tubuh bayi. Selain itu, membuat makanan sendiri di rumah juga lebih terjaga kebersihannya. Yang terpenting, tidak ada bahan pengawet atau bahan kimia lainnya yang ditambahkan pada makanan bayi, jika Anda membuatnya sendiri.

Untuk membuat bubur beras merah, caranya sangat mudah. Pertama, Anda harus menggiling beras merah terlebih dahulu agar menjadi butiran yang lebih halus. Anda bisa menggilingnya dengan blender atau menumbuknya secara tradisional. Selanjutnya, campurkan ¼ gelas bubuk beras merah dengan 1 gelas air mendidih. Masak sambil terus diaduk selama sekitar 10 menit. Selesai dan Anda bisa sajikan untuk bayi.

Anda juga bisa menambahkan sayuran dan makanan sumber protein ke dalam bubur beras merah. Misalnya, brokoli kukus yang sudah dihaluskan, wortel kukus yang sudah dihaluskan, daging rebus yang sudah dihaluskan. Dengan begitu, kandungan nutrisi dalam makanan yang Anda sajikan untuk bayi menjadi lebih lengkap.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh untuk Diberikan Madu?

Madu adalah makanan alami yang mengandung banyak manfaat. Namun tunggu dulu, ternyata madu untuk bayi tidak boleh asal diberikan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 5 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenali Kebutuhan Vitamin untuk Bayi dan Perannya Sebagai Penambah Nafsu Makan

Zat gizi mikro lainnya yang penting untuk dipenuhi buat bayi yakni asupan vitamin. Berapa jumlah kebutuhan vitamin untuk bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Panduan Merancang Menu MPASI Bayi 6 Sampai 11 Bulan

Buat Anda yang sedang kebingungan mau masak apa untuk menu MPASI 6 bulan, intip resepnya di sini. Dijamin sehat dan mengenyangkan!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Buah-buahan selain kaya vitamin dan nutrisi, juga memiliki rasa yang lezat. Berikut beberapa buah untuk bayi yang bisa dijadikan makanan pendamping ASI.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep bubur

5 Kreasi Resep Bubur yang Nikmat untuk Sarapan dan Selingan Sore Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
sagu sebagai MPASI bayi

5 Manfaat Menggunakan Sagu sebagai MPASI untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit