Kentut Bayi Bau Busuk, Apa Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/01/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Semua ibu pasti ingin bayinya selalu sehat. Setiap perubahan yang ditunjukkan oleh bayi, pasti ibu dapat menemukannya. Namun, terkadang perubahan ini malah membuat ibu mencemaskan keadaan bayi. Salah satunya adalah bau kentut bayi yang berubah tidak seperti biasanya, lebih busuk. Mungkin ini dipengaruhi oleh makanan yang bayi makan. Namun, apakah ini bisa menjadi pertanda terkait kesehatan bayi?

Mengenal kentut bayi dan penyebabnya

Kentut merupakan sebuah pertanda bahwa perut bayi sedang penuh gas, dan ini merupakan hal yang normal. Gas bisa saja ditimbulkan oleh makanan yang masuk ke tubuh bayi atau saat bayi sedang makan (udara yang mengandung gas bisa masuk melalui mulut bayi). Jadi, bayi yang kentut bukan selalu berarti ia sedang sakit perut atau sedang ada masalah pada sistem pencernaannya.

BACA JUGA: Penyebab Sembelit dan Diare Pada Bayi yang Baru Lahir

Beberapa penyebab dari kentut bayi adalah:

1. Saluran pencernaan belum matang

Saluran pencernaan bayi belum matang sepenuhnya dan masih terus berkembang. Ini menyebabkan bayi kentut. Kentut bisa menjadi hal yang dihasilkan dari mencerna laktosa, nutrisi, dan protein dari makanan. Seiring dengan perkembangan sistem pencernaan bayi yang lebih baik, kentut bayi mungkin akan berkurang frekuensinya.

2. Makanan yang mengandung gas

Makanan yang dimakan bayi juga bisa menyebabkan bayi kentut. Sama seperti orang dewasa, banyak makan kacang-kacangan atau sayuran yang menghasilkan gas dapat menyebabkan kentut. Bayi yang masih ASI, bisa mendapatkan dampak ini dari makanan yang ibu makan. Ibu yang makan banyak jeruk dan produk susu juga dapat menyebabkan perut bayi kembung dan mengakibatkan kentut.

3. Menelan udara

Saat makan atau menyusu, bayi juga menelan udara. Udara yang mengandung gas ini kemudian menumpuk di tubuh bayi dan dikeluarkan dari tubuh melalui kentut. Bayi yang menyusu menggunakan botol susu juga bisa lebih banyak menelan udara.

4. Baru mulai makanan padat

Bayi yang baru pertama kali diperkenalkan dengan makanan padat mungkin juga akan mengalami kentut lebih sering. Sistem pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa mencerna makanan padat. Hal ini mungkin menyebabkan masalah pencernaan pada bayi dan perut bayi bergas.

5. Sering menangis

Bayi yang sering menangis menyebabkan lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh bayi. Hal ini menyebabkan lebih banyak gas menumpuk dalam saluran pencernaan bayi sehingga menyebabkan kentut.

Mengapa bau kentut bayi berbeda-beda?

Banyak jenis dari bau kentut bayi, Anda sebagai orangtua harus mengenali apakah bau kentut bayi Anda normal atau tidak. Terkadang saat bayi kentut, kentut bayi tidak menghasilkan bau apapun dan terkadang kentut bayi berbau sangat busuk. Hal ini mungkin berhubungan dengan makanan yang bayi makan.

Namun, jika Anda tidak menemukan hubungan antara makanan bayi dengan bau kentutnya, bayi mungkin mengalami infeksi pada perutnya. Terlebih lagi jika bayi lebih sering kentut dari biasanya, hal ini mungkin menjadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami masalah pencernaan.

Bau kentut bayi dihasilkan oleh kandungan berbagai gas yang terkandung dalam kentut bayi. Sebagian besar gas yang terkandung dalam kentut bayi adalah gas karbon dioksida. Selain itu, kentut bayi juga mengandung gas hidrogen, metana, nitrogen, dan oksigen. Gas nitrogen dan oksigen bisa masuk ke tubuh bayi saat bayi menelan makanan, saat itu udara juga ikut tertelan oleh bayi. Gas ini kemudian bercampur dengan hidrogen, karbon dioksida, dan metana di sepanjang saluran pencernaan. Kentut bayi juga mengandung gas belerang dalam jumlah sedikit, tapi gas inilah yang menyebabkan kentut menjadi bau. Bau gas belerang ini hampir sama dengan bau telur busuk.

BACA JUGA: 6 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)

Berikut ini merupakan jenis-jenis kentut bayi berdasarkan bau dan penyebabnya.

Kentut bayi tidak berbau

Kentut bayi ini disebabkan oleh gas yang menumpuk di perut bayi karena udara yang ditelan bayi (saat makan atau menangis, misalnya) dan hasil dari pemecahan makanan dalam sistem pencernaan bayi. Karena hal ini, kentut bayi biasanya tidak berbau dan ini adalah normal. Anda hanya bisa mendengar suaranya tapi tidak bisa mencium bau kentutnya.

Kentut bayi mengeluarkan bau (seperti belerang) ringan

Bau kentut ini biasanya disebabkan oleh makanan yang mengandung belerang yang dimakan bayi. Makanan ini, seperti kacang-kacangan dan sayuran, terutama brokoli dan kembang kol. Makanan ini mungkin tidak dimakan bayi secara langsung, tapi masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI. Jadi, ini tergantung juga dari makanan yang Anda makan (jika bayi masih ASI). Bau kentut ringan ini juga normal dan bisa hilang dengan cepat.

Bau kentut bayi kuat, seperti belerang

Bau kentut ini juga disebabkan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh bayi, dari makanan yang langsung bayi makan atau melalui ASI. Sayuran yang dimakan bayi bisa menghasilkan gas setelah dicerna, terutama yang mengandung banyak serat dan pati. Daging juga bisa menghasilkan lebih banyak gas dan kentut yang lebih bau. Hal ini karena daging merah banyak mengandung senyawa belerang.

Jadi, jika kentut bayi sangat bau, coba ingat-ingat apakah bayi Anda tadi banyak makan makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging, ayam, ikan, atau telur. Mungkin makanan ini yang menyebabkan kentut bayi sangat bau.

Kentut bayi bau busuk

Jika kentut bayi mengeluarkan bau sangat kuat, seperti bau busuk, sebaiknya Anda lebih waspada. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang mengalami infeksi atau bayi sedang mengalami masalah pencernaan atau penyerapan beberapa nutrisi, seperti laktosa dari susu. Terlebih lagi jika kentut bayi yang bau busuk ini dihasilkan setelah bayi mengonsumsi susu atau produk susu yang mengandung laktosa.

Jika Anda tidak bisa menemukan kira-kira makanan apa yang menyebabkan bayi mengeluarkan kentut dengan bau busuk, mungkin yang menyebabkannya adalah infeksi pada perut (gastroenteritis). Kemungkinan ini bisa lebih tinggi jika bayi juga mengalami:

  • Kentut yang lebih sering
  • Jumlah feses bayi lebih banyak
  • Muntah
  • Susah makan
  • Bayi rewel
  • Demam (bisa ada atau tidak ada)

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi dengan dokter anak.

BACA JUGA: Berapa Banyak Susu Formula yang Diperlukan Bayi?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Encephalocele

    Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/04/2020 . 8 mins read

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . 4 mins read

    3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

    Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

    Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

    Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 mins read
    memilih hewan untuk anak

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 mins read
    Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

    Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 6 mins read
    kalori saat kentut

    Mencium Bau Kentut Ternyata Berpotensi Baik untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 4 mins read