home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Bayi Lebih Sering Ngulet Dibanding Orang Dewasa?

Kenapa Bayi Lebih Sering Ngulet Dibanding Orang Dewasa?

Meski hanya berguling-guling di atas kasur, melakukan peregangan saat bangun tidur selalu terasa menyenangkan. Rasanya belum lengkap mengawali hari tanpa meregangkan tubuh terlebih dahulu. Namun, tahukah Anda bahwa peregangan (ngulet) ini juga sering dilakukan bayi? Berikut beberapa penjelasan tentang kebiasaan ngulet pada bayi.

Kenapa bayi sering ngulet?

Seperti orang dewasa pada umumnya, bayi juga mengulet, bahkan Anda bisa melihat si kecil meregangkan tubuhnya ini saat ia sedang tidur.

Mengutip dari Healthy Woman, ngulet pada orang dewasa bermanfaat untuk:

  • Melemaskan otot dan sendi.
  • Melepas stres.
  • Melancarkan sirkulasi darah.

Lalu, apakah bayi sering meregangkan tubuh memiliki manfaat yang sama dengan orang dewasa?

Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir saat bayinya terlalu sering ngulet, bahkan sampai mengganggu tidurnya.

Jadi, normalkah jika bayi sering ngulet? Tidak perlu khawatir, itu adalah kondisi normal pada bayi di bawah usia satu tahun.

Berikut alasan bayi sering meregangkan tubuhnya, baik saat sedang tidur atau terbangun:

1. Bayi ngulet untuk mendorong gas dalam perut

Pernahkah Anda melihat bayi sering ngulet dan langsung kentut? Itu adalah hal yang normal.

Ngulet atau meregangkan tubuh dilakukan untuk mendorong gas di dalam perut yang sudah menumpuk.

Tidak perlu khawatir karena ini adalah kondisi wajar. Setelah kentut, bayi akan merasa lebih tenang dan terlihat lega.

2. Bayi ngulet sambil melotot

Bila Anda sering atau pernah melihat bayi meregangkan tubuh sambil melotot, itu tandanya ia sedang bersiap untuk buang air besar.

Mengutip dari Healthy Child Manitoba, bayi baru lahir memiliki ritme buang air besar lebih sering dengan tekstur feses yang encer.

Namun, feses bayi juga bisa bertekstur padat. Biasanya bayi baru lahir buang air besar sebanyak 8-12 kali dalam sehari.

Ini yang membuat tubuh bayi sering ngulet disertai reaksi mata sedikit melotot.

3. Meregangkan otot dan sendi

Seperti orang dewasa, bayi juga sering ngulet untuk meregangkan otot dan sendi.

Perbedaannya, hal ini dilakukan karena otot dan sendinya sedang berkembang sehingga ia merasa perlu meregangkan tubuh lebih sering.

Meregangkan tubuh saat bangun tidur membantu bayi melemaskan dan meningkatkan perkembangan otot dan sendi.

Aktivitas ngulet ini biasanya sudah mulai terjadi pada 3 bulan pertama masa hidup bayi.

Namun, perlu diketahui bahwa perkembangan bayi satu dengan lain berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan.

Kapan harus waspada saat bayi sering ngulet?

Melihat bayi meregangkan tubuhnya memang menggemaskan. Akan tetapi, Anda tetap perlu memahami beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.

Adapun gejala lain yang perlu diwaspadai saat bayi terlalu sering meregangkan tubuhnya, yaitu:

  • Mendorong tubuhnya terus-menerus.
  • Menangis tanpa henti.
  • Menendang-nendang .

Di atas adalah kondisi bayi merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Bisa jadi terjadi masalah dalam atau di luar tubuh.

Masalah di dalam tubuh misalnya, sakit perut, kekenyangan, atau bayi merasa sakit pada bagian tubuh tertentu.

Sementara masalah di luar tubuh, bisa karena ia merasa tidak nyaman dengan kasur, pakaian, atau lingkungan.

Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi karena ia belum bisa bicara. Tidak perlu panik, tarik napas panjang lalu gendong atau peluklah si kecil supaya ia merasa nyaman.

Bila bayi terus menerus menangis dan terlihat seperti kesakitan, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Infant development: Birth to 3 months. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20048012?pg=1

Movement, Coordination, and Your 1- to 3-Month-Old (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/move13m.html

Why Your Body Needs to S-T-R-E-T-C-H. (2010). Retrieved 31 December 2020, from https://www.healthywomen.org/your-wellness/why-your-body-needs-s-t-r-e-t-c-h

Movement Milestones: Birth to 3 Months. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Movement-Birth-to-Three-Months.aspx

Your baby’s growth and development – 2 months old. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/babys-growth-and-development-2-months-old

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 08/12/2020
x