Bagaimana Faktor Genetik Mempengaruhi Rupa Bayi Anda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat hamil pasti Anda bertanya-tanya, wajah bayi Anda nanti lebih mirip Anda atau ayahnya, ya? Apakah nanti ia akan memiliki rambut lurus seperti Anda atau rambut keriting seperti ayahnya? Memiliki mata belo seperti Anda atau memiliki mata sipit seperti ayahnya?

Ini merupakan sebuah kejutan bagi Anda dan pasangan ketika bayi lahir. Yang jelas, bayi Anda akan terlihat seperti campuran Anda dengan pasangan Anda. Ya, bayi memperoleh 23 kromosom dari ibunya dan 23 kromosom lagi dari ayahnya. Dengan semua kemungkinan kombinasi gen, Anda dan pasangan memiliki potensi untuk menghasilkan 64 triliun penampilan anak yang berbeda, sehingga setiap anak yang Anda lahirkan memiliki wajah yang berbeda-beda karena banyak kemungkinannya. Namun, untuk ciri lainnya seperti tinggi badan, berat badan, dan kepribadian, lingkungan juga berpengaruh membentuk penampilan anak di samping faktor genetik atau keturunan.

Warna mata

Warna mata ditentukan oleh melanin atau pigmen cokelat pada bagian iris mata. Mata yang berwarna gelap menandakan bahwa pigmen melanin berada dalam jumlah yang banyak, warna mata biru menandakan jumlah melanin yang sangat sedikit, dan warna lainnya seperti hijau memiliki jumlah melanin yang bermacam-macam.

Gen yang berbeda mungkin bertanggung jawab terhadap berapa banyak pigmen cokelat yang Anda warisi, dan di mana ditampilkannya pada mata, sehingga anak Anda memiliki kemungkinan besar untuk memiliki warna mata yang berbeda dengan Anda. Bayi butuh waktu setidaknya 6 bulan untuk memunculkan warna mata sebenarnya.

Warna rambut

Pada umumnya, orang Indonesia memiliki warna rambut hitam. Warna rambut sama seperti warna mata yang ditentukan oleh pigmen, sehingga warna rambut bayi Anda adalah percampuran antara pigmen warna rambut Anda dan pasangan. Orangtua dengan warna rambut yang sama mungkin memiliki bayi dengan warna rambut yang sama dengan mereka, atau agak berbeda tetapi masih dalam jangkauan warna yang sama.

Namun, mungkin juga anak mempunyai warna rambut yang berbeda dengan orangtuanya. Ini terjadi ketika gen resesif  (gen yang tidak tampak/disembunyikan) dari salah satu orangtua bercampur dengan gen dari orangtua lainnya. Seperti yang Anda ketahui bahwa terdapat dua jenis gen, yaitu gen dominan dan gen resesif, di mana gen dominan akan menutupi gen resesif sehingga yang terlihat atau yang terekspresikan adalah gen dominan. Ayo… coba diingat-ingat pelajaran biologi waktu SMP dulu.

Wajah dan bentuk tubuh

Karakteristik wajah, seperti lesung pipit, bentuk kening, dan bentuk simetri wajah diyakini dominan dan diwarisi turun-temurun. Bentuk tangan, jari, dan kuku juga muncul dari generasi ke generasi. Selain itu, pola sidik jari juga diturunkan melalui genetik. Bentuk rahang dan kemiringan gigi juga ditentukan secara genetik. Bentuk wajah, misalnya memiliki dagu lancip, wajah bulat, atau wajah panjang juga dapat diwarisi antar generasi dalam keluarga Anda.

Tetapi, penampilan awal bayi dapat berubah sewaktu-waktu. Mungkin pada saat lahir anak Anda lebih mirip ayahnya, tetapi kelak saat beranjak besar bisa saja anak Anda lebih mirip Anda. Siapa yang tahu, karena wajah bayi, rambut, mata, dan lainnya masih bisa mengalami banyak perubahan.

Tinggi badan dan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berhubungan dengan tinggi badan, berat badan, persen lemak tubuh, massa lemak bebas, massa tulang total, bahkan tekanan darah. Hal ini berarti tinggi badan dan berat badan anak dipengaruhi oleh tinggi badan dan berat badan yang dimiliki Anda dan pasangan.

Ada yang bilang bahwa tinggi badan anak laki-laki tidak akan jauh dari tinggi badan ayahnya, sedangkan tinggi badan anak perempuan tidak akan jauh dari tinggi badan yang dipunyai ibunya. Namun, hal ini tidak dapat dipastikan kebenarannya. Bagaimanapun, tetap saja tinggi badan dipengaruhi oleh faktor keturunan, walaupun mungkin tidak dapat diprediksi apakah tinggi anak kelak sama, lebih pendek atau lebih tinggi dengan ayah atau ibunya.

Tidak hanya faktor keturunan yang mempengaruhi tinggi dan berat badan, tetapi juga faktor lingkungan, seperti status gizi dan kesehatan. Dan bukan hanya gizi dan kesehatan saat anak tumbuh, tetapi juga gizi dan kesehatan ibu saat hamil ikut berperan penting dalam menentukan tinggi dan berat badan yang dimiliki anak. Oleh karena itu, perhatikan benar-benar gizi dan kesehatan Anda saat hamil agar pertumbuhan dan perkembangan anak optimal.

Penelitian menunjukkan bahwa  faktor genetik mempengaruhi tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh dalam persen yang rendah saat lahir, tetapi lama-kelamaan akan meningkat seiring bertambahnya usia. Kebalikannya, pengaruh lingkungan lebih besar saat lahir dan kemudian akan menurun pengaruhnya.

BACA JUGA:

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

    Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

    Selepas balita, pertumbuhan anak masih perlu dipantau. Agar tetap ideal, berapa berat dan tinggi badan anak usia 6-9 tahun yang seharusnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

    Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi tumbuh gigi

    11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
    perbedaan mentega dan margarin

    Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    cat kuku kutek

    Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    bercak darah tanda hamil atau menstruasi

    Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit