Bayi Sering Kaget, Sebenarnya Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/01/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Bayi sering kaget kemungkinan akan memicu kekhawatiran dan kebingungan orangtua. Biasanya reaksi kaget yang dialami si kecil terjadi saat ia sedang tidur nyenyak.  Sebenarnya, apakah normal kalau bayi sering kaget? Berbahayakah kondisi ini untuk si kecil? Simak ulasannya berikut ini.

Apa penyebab bayi sering kaget?

umur bayi keluar rumah

Anda mungkin penasaran apa penyebab bayi sering kaget. Hal ini sebenarnya terkait dengan refleks. Jika secara refleks orang dewasa akan meletakkan kedua tangannya di dada saat kaget, tidak demikian dengan bayi.

Ketika sedang kaget, bayi akan mengangkat kedua tangan kecilnya ke atas, lalu mengembalikannya sendiri ke samping tubuhnya sebagai tanda “sesi” kagetnya yang telah berakhir.

Bahkan ada kalanya, si kecil tampak merentangkan kedua tangan dan kakinya, melengkungkan punggungnya, menegangkan tubuhnya, hingga meringkukkan tubuhnya. Beberapa detik kemudian saat merasa sudah lebih nyaman, ia akan kembali ke posisi semula.

Semua gerakan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut dilakukan si kecil tanpa menangis. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, walau bayi sedang tertidur sekali pun. Respons yang dilakukan bayi ini disebut sebagai refleks moro.

Anda akan melihat si kecil menampakkan ekspresi dan tingkahnya sebagai respons atas rasa kaget yang dialaminya. Refleks moro adalah tindakan yang umumnya sering dilakukan bayi baru lahir selama beberapa bulan usianya, hingga kemudian respons kaget ini akan berhenti dengan sendirinya.

Sebenarnya, refleks kaget yang sering dialami bayi ini terjadi tanpa sebab. Meski demikian, bayi sering kaget dapat pula disebabkan oleh beberapa hal.

Salah satu contoh, saat mendengar suara keras yang mengagetkannya, atau merasakan adanya perubahan gerakan yang terjadi mendadak atau secara tiba-tiba. Bayi menunjukkan refleks kaget juga dapat terjadi saat Anda akan menggendong bayi.

Ketika sedang tidur nyenyak, si kecil juga bisa refleks menunjukkan ekspresi dan tindakan kaget saat merasakan sensasi seperti terjatuh. Tak perlu khawatir, bayi sering kaget termasuk refleks bayi baru lahir dan biasanya akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.

Pemeriksaan bayi sering kaget melalui refleks moro

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, refleks kaget pada bayi dinamakan sebagai refleks moro. Ini termasuk refleks bayi yang sudah ada sejak ia baru dilahirkan. Refleks ini merupakan hal yang normal di alami oleh bayi, dan tidak perlu Anda khawatirkan.

Ketika berusia bayi usia 6 minggu, bayi akan menyesuaikan diri dengan kehidupan dan merasa lebih aman di lingkungannya. Selama itu, refleks akan berkurang dan akhirnya hilang ketika memasuki empat sampai 6 bulan.

Bayi akan memiliki kendali lebih besar atas gerakannya dan refleksnya, sehingga tidak lagi terjadi bayi sering kaget. Biasanya setelah bayi dilahirkan, dokter akan melakukan tes refleks moro.

Caranya dengan membaringkan badan bayi di atas tempat tidur, kemudian mengangkat kepalanya. Tubuh bayi tetap berada di atas tempat tidur. Selanjutnya, kepala bayi akan sedikit dijatuhkan dan segera ditangkap.

Pada bayi normal, tubuh bayi akan menunjukkan tanda-tanda refleks moro sebagai respons. Mulai dari mengangkat kedua tangannya ke atas, kemudian akan kembali ke posisi semula setelah beberapa detik.

Tes refleks moro dilakukan untuk mengetahui perkembangan motorik dan sistem saraf dapat berfungsi dengan baik. Bila bayi tidak menunjukkan respons sama sekali saat uji refleks moro dilakukan, kemungkinan ada kerusakan pada otak, tulang belakang, atau sarafnya.

Pemeriksaan kesehatan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Bagi orangtua, tidak disarankan untuk melakukan tes refleksi sendiri karena dikhawatirkan menyebabkan luka yang tidak disengaja.

Tips mengatasi bayi yang sering kaget

bayi lahir masih terbungkus kantung ketuban

Mungkin Anda akan sedikit terkejut saat melihat bayi sering kaget di kala Anda mencoba menidurkannya. Begitu pula saat si kecil sedang tertidur di dalam boks bayi, atau saat Anda membungkukkan badan untuk meletakkan si kecil yang sedang digendong.

Kedua posisi tersebut kadang membuat bayi seolah merasakan sensasi terjatuh, sehingga kemudian ia refleks menunjukkan dengan respons kaget. Saking kagetnya, ketika Anda hendak meletakkan si kecil untuk tidur di dalam boks, ia mungkin akan bangun dari tidur nyenyaknya.

Nah, apabila refleks moro yang dialami membuat bayi sering kaget dan susah tidur nyenyak, berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasinya:

1. Membedong bayi

Membedong bayi merupakan teknik meniru seolah sebagai tempat seperti rahim, yang membuat bayi menjadi nyaman sehingga dapat membantu mencegah bayi sering kaget. Kenyamanan tersebut akan mengurangi rasa takut dan kaget bayi dari sentuhan mendadak atau suara keras karena telinganya tertutupi kain.

Bukan itu saja, membedong bayi juga akan membantunya untuk bisa tidur nyenyak dan tenang. Akan tetapi, supaya  bayi nyaman saat dibedong, pastikan Anda menggunakan kain yang lembut tapi tidak terlalu tebal dan cukup lebar.

Anda juga harus rajin memeriksa keadaan bayi. Pastikan bahwa bedongan tersebut tidak membuatnya kepanasan, sehingga menimbulkan biang keringat pada bayi. Anda juga perlu memastikan kain bedong tidak membelitnya, agar ia tidak sesak napas.

2. Buat bayi merasa senyaman mungkin saat digendong

Salah satu pemicu bayi sering kaget adalah karena bayi mendengar suara yang keras. Agar bayi terbiasa dengan suara-suara di sekitarnya, coba menggendong sambil menepuk atau mengusap punggungnya, menyanyi, serta membuat suara-suara halus.

Cara yang satu ini setidaknya dapat membantu mengurangi rasa takut yang mungkin dialami si kecil, sehingga akan membuatnya jauh lebih nyaman dan mencegah bayi sering kaget.

3. Letakkan bayi dengan posisi yang tepat dari gendongan

Saat akan meletakkan bayi dari gendongan Anda, usahakan untuk melakukannya secara perlahan dan jangan sampai membuatnya kaget. Caranya, yakni dengan mendekap tubuh si kecil di dada Anda selama Anda membungkukkan badan untuk menaruhnya di dalam box bayi atau tempat tidur.

Kemudian lepaskan tubuh si kecil dengan lembut dan perlahan-lahan saat punggungnya telah menyentuh tempat tidur. Upaya ini dapat membantu mencegah bayi sering kaget karena merasa mengalami sensasi terjatuh.

4. Melakukan peregangan

Untuk membantu perkembangan geraknya, Anda dapat memberikan latihan pada bayi dengan meregangkan tangan dan kakinya. Ini membantu pernapasan dan kekuatan otot-ototnya, sehingga membantu mengurangi kemungkinan bayi sering kaget.

Namun, ingat tubuh bayi masih terlalu lemah. Jadi, lakukan peregangan dengan perlahan dan lembut.

Hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua

Normalnya, semakin bertambah usia, yaitu sekitar 3 sampai 6 bulan, refleks moro akan menghilang dengan sendirinya. Di rentang usia tersebut, si kecil biasanya telah memiliki kontrol yang lebih baik atas gerakan tubuh mereka.

Hal itu akan membuat bayi sering kaget semakin jarang terjadi. Sebagai upaya untuk membantu bayi, Anda bisa memberi ruang pada bayi untuk bergerak dengan meregangkan lengan dan kakinya setiap hari.

Cara ini diharapkan dapat membantu membentuk dan memperkuat otot-otot di sekujur tubuh bayi. Sebaliknya, jika si kecil tidak menampakkan refleks kaget, ini bisa jadi tanda adanya masalah.

Refleks moro yang kurang bekerja dengan baik pada salah satu sisi tubuh bayi kemungkinan karena ada patah bahu atau cedera saraf. Sedangkan jika kedua sisi tubuh bayi yang kurang menunjukkan respons saat kaget, bisa jadi ada kerusakan pada otak atau sumsum tulang belakang bayi.

Apabila Anda mengalami kekhawatiran mengenai kondisi si kecil, segera periksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa dan menentukan apakah refleks moro yang dilakukan bayi termasuk normal atau tidak. Jika dirasa ada masalah, pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan dilakukan guna mengecek kondisi otot dan saraf pada tubuh bayi.

Meskipun bayi sering kaget dianggap hal normal dan akan berkurang seiring dengan perkembangan usia, jangan sega untu menanyakan dan meminta dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit