Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pahami 10 Alasan Kenapa si Kecil Nakal dan Berperilaku Buruk

Pahami 10 Alasan Kenapa si Kecil Nakal dan Berperilaku Buruk

Merawat dan mengasuh anak bukan tugas yang mudah, apalagi jika si kecil sering kali membuat ulah dan terus menguji kesabaran Anda. Sebelum marah dan memberinya hukuman, sebaiknya Anda mencari tahu lebih dulu apa penyebab anak nakal. Simak ulasan berikut, yuk, Bu!

Apa penyebab anak jadi nakal dan berperilaku buruk?

penyebab anak sering teriak

Perilaku buruk pada anak memang perlu diperbaiki, tetapi tidak selalu harus ditangani dengan hukuman atau omelan.

Pada beberapa kasus, si kecil mungkin bisa dihadapi hanya dengan nasihat saja. Untuk menghadapi kenakalan si kecil, Anda perlu mengetahui penyebabnya.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah Anda dalam mengatasi sikap anak yang nakal.

Beberapa hal yang mungkin mendorong anak berperilaku buruk antara lain sebagai berikut.

1. Merasa tidak nyaman

Mengutip laman Kids Health, salah satu penyebab anak nakal adalah karena ia merasa tidak nyaman.

Misalnya saat berada di tempat baru, anak mungkin masih kesulitan beradaptasi.

Akibatnya, ia berperilaku buruk seperti marah, rewel, atau mengamuk untuk mengekspresikan keresahan yang ia rasakan.

2. Lapar atau capek

Perkembangan fungsi otak anak yang belum sempurna membuat mereka kesulitan mencari tahu masalah pada dirinya.

Ambil contohnya, ketika lapar atau capek, ia menunjukkannya dengan cara gelisah atau marah.

3. Belum bisa berkomunikasi dengan baik

Belum pandai berkomunikasi juga bisa menjadi penyebab anak nakal. Akibatnya, saat orang lain tidak mengerti apa yang mereka inginkan, anak menjadi berperilaku buruk.

Si kecil bisa saja menangis kencang, berteriak, memukul, atau menggigit sebagai cara berkomunikasi yang paling bisa ia lakukan.

4. Belum memahami konsep benar salah

Anak usia balita biasanya belum memahami konsep benar atau salah dengan baik.

Itu sebabnya, mereka seringkali tidak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu tindakan. Kondisi inilah yang menjadi penyebab anak terlihat berperilaku nakal.

5. Mencari perhatian

Anak-anak senang jika diperhatikan, baik oleh orangtua maupun teman-temannya. Keinginan untuk diperhatikan inilah yang bisa mendorong anak untuk berbuat nakal.

Kasus ini biasanya cenderung terjadi pada anak yang diabaikan orangtua karena perceraian, sibuk bekerja, atau dijauhi oleh teman-temannya.

mengatasi anak manja

6. Memiliki masalah medis tertentu

Melansir situs Child Mind Institute, penyebab anak menjadi nakal bisa jadi karena masalah medis tertentu.

Anak dengan autisme, ADHD, gangguan kepribadian ganda, gangguan kecemasan, atau gangguan kompulsif obsesif, kerap bisa menunjukkan perilaku buruk sehingga dicap sebagai anak nakal.

Padahal, anak mungkin bukannya nakal, tetapi memang butuh penanganan khusus karena kondisinya yang istimewa dan berbeda dari teman-teman seusianya.

7. Anak mengalami gangguan belajar

Kondisi tertentu seperti disleksia dapat membuat anak usia sekolah sulit untuk belajar.

Kesulitan tersebut membuat mereka memberontak dengan cara yang buruk, seperti tidak mengerjakan tugas atau tidak mau mengikuti pelajaran sekolah.

8. Anak mengidap gangguan sensori

Gangguan sensori seperti kesulitan mendengar atau melihat juga bisa jadi adalah penyebab anak menjadi nakal.

Gangguan tersebut menyebabkan anak kesulitan memahami keadaan di sekitarnya dan beraktivitas dengan normal.

Alhasil, ia menjadi nakal dan susah diatur oleh Anda.

9. Mengalami masalah pencernaan

Masalah pencernaan, seperti penyakit kolik, dapat menyebabkan anak gelisah dan emosi.

Bila si kecil belum pandai berkomunikasi dengan baik, ia akan sulit mengungkapkan rasa sakit yang ia alami.

Kondisi inilah yang membuatnya terkesan nakal.

10. Cara mengasuh yang kurang tepat

Selain faktor dalam diri anak, tanpa sadar, orangtua juga bisa mendorong anak untuk berbuat nakal.

Ini umumnya terjadi pada orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan yang salah, misalnya terlalu banyak memberi kritik, terlalu protektif, terlalu memanjakan anak, atau menerapkan kekerasan.

Bagaimana menghadapi anak yang nakal dan susah diatur?

cara mendidik anak yang keras kepala

Jika penyebab anak nakal bukan karena faktor medis, Anda bisa mendisiplinkan anak dengan cara-cara tertentu agar perilakunya membaik.

Melansir dari American Academy of Pediatrics, berikut tips yang bisa Anda coba.

  • Berikan perhatian yang cukup pada anak agar ia tidak merasa diabaikan.
  • Beri pujian saat ia berperilaku baik dan jangan penuhi keinginannya jika dilakukan dengan cara kasar.
  • Latih anak untuk menenangkan diri saat sedang marah, caranya dengan menawarkan pilihan pada apa yang mungkin ia inginkan.
  • Alihkan perhatiannya, misalnya dengan mengajaknya ke tempat lain yang lebih tenang.
  • Beri konsekuensi jika ia berbuat kasar seperti memukul, menggigit, menendang, atau melempar sesuatu. Jangan memakluminya.
  • Cari tahu penyebab anak nakal, misalnya bila karena sedang lapar, berilah ia makanan tetapi dengan syarat ia harus tenang dulu.
  • Abaikan jika anak tantrum sembari terus Anda awasi. Tujuannya agar ia belajar memahami dirinya sendiri. Kecuali jika berada dalam situasi yang berbahaya, jangan biarkan ia tanpa pengawasan.

Perilaku anak yang susah diatur mungkin akan membuat Anda merasa frustasi, tetapi sebisa mungkin hindari membentak apalagi berbuat kekerasan.

Saat Anda jengkel, tinggalkan ia sejenak untuk menenangkan diri dan mintalah orang lain mengawasinya. Selanjutnya, saat Anda sudah siap, hadapi ia kembali.

Wendy Sue Swanson ahli pediatrik asal California menyatakan, umumnya bahwa seiring perkembangan kedewasaan si kecil, kemampuan komunikasinya pun akan semakin membaik.

Jika disertai pola asuh yang tepat, perlahan perilaku anak akan berubah.

Sebagai orangtua, Anda dituntut untuk lebih bersabar dan konsisten dalam mendidik anak.

Kapan harus memeriksakan anak ke dokter?

adenoidektomi

Menurut American Academy of Pediatrics, marah atau tantrum sebenarnya merupakan kondisi yang normal dialami oleh setiap anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Seiring perkembangan usia dan pengasuhan yang tepat, perilaku buruk anak dapat membaik.

Namun, yang perlu Anda waspadai adalah penyebab anak nakal yang berkaitan dengan kondisi medis seperti:

  • gangguan pendengaran atau penglihatan,
  • masalah pencernaan, serta
  • gangguan tumbuh kembang seperti ADHD, autisme, dan sebagainya.

Oleh karena itu, jika Anda menilai kenakalan si kecil tidak wajar, ada baiknya membawa ke dokter tumbuh kembang anak untuk memastikan apakah ada kondisi medis tertentu yang ia alami.

Dokter mungkin akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi tersebut serta memberikan saran penanganan dan pola asuh yang tepat.

Beberapa anak mungkin memerlukan terapi perilaku untuk memperbaiki sikapnya.

Anda sebagai orang tua juga mungkin membutuhkan sesi konsultasi dengan psikolog anak untuk mencari tahu model pengasuhan yang sesuai.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Temper Tantrums (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2018). Retrieved 19 August 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html

A-Z, T., & Problems, B. (2021). Why Do Kids Have Tantrums and Meltdowns?. Retrieved 19 August 2021, from https://childmind.org/article/why-do-kids-have-tantrums-and-meltdowns/

Temper tantrums in toddlers: How to keep the peace. (2020). Retrieved 19 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/tantrum/art-20047845

What is Time-Out? | Essentials | Parenting Information | CDC. (2019). Retrieved 19 August 2021, from https://www.cdc.gov/parents/essentials/timeout/whatistimeout.html

Bipolar Disorder (Manic Depression). Retrieved 19 August 2021, from https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Glossary_of_Symptoms_and_Illnesses/Bipolar_Disorder.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 27/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita