Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Sehat, Olahraga Juga Meningkatkan Prestasi Akademik Anak dan Remaja

Selain Sehat, Olahraga Juga Meningkatkan Prestasi Akademik Anak dan Remaja

Manfaat olahraga untuk membuat tubuh sehat dan bugar tidak perlu diragukan lagi. Namun ternyata, olahraga juga bisa membuat anak pintar dan berprestasi cemerlang di sekolah.

Olahraga rutin, cara sehat dan tepat membuat anak pintar

Kunci utama menjadi anak pintar dan berprestasi di sekolah tentu adalah dengan giat belajar. Fungsi kognitif otak memang bisa menurun apabila otak jarang digunakan untuk berpikir. Akan tetapi, sesi belajar yang hanya dihabiskan dengan duduk diam berjam-jam perlu juga diimbangi dengan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Selain membantu pertumbuhan tulang dan otot serta meningkatkan stamina, olahraga fisik juga menyehatkan otak. Selama tubuh dipacu untuk terus bergerah, jantung akan terus memompa darah segar ke seluruh organ tubuh, termasuk pula otak. Aliran darah yang lancar menuju otak akan mencegah terjadinya kerusakan sel otak dan, di saat yang bersamaan, membantu pembentukan sel otak yang baru.

Sel-sel otak yang sehat akan bekerja lebih baik dalam menunjang fungsi kognitif otak, termasuk kemampuan berpikir, kemampuan fokus/konsentrasi, bagaimana seseorang memahami sesuatu, memecahkan masalah, mengambil keputusan, mengingat, hingga mengambil tindakan.

Amika Singh, PhD., seorang periset dari Vrije Universiteit University Medical Center di Amsterdam, Belanda sekaligus penulis di Archieves of Pediatrics & Adolescent Medicine, mengatakan, “Selain efek fisi, olahraga juga dapat membantu tingkah dan pola perilaku keseharian anak di kelas sehingga mereka lebih bisa berkonsentrasi saat belajar.” Ya. Pasalnya selain memperlancar aliran darah ke otak, olahraga juga sekaligus memicu otak untuk melepaskan hormon mood bahagia endorfin, yang membuat emosi anak menjadi lebih mudah bahagia, stabil, dan tenang sehingga jadi jarang “berulah”.

Manfaat olahraga untuk otak ini juga sudah didukung oleh suatu penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata anak pintar dan yang berprestasi di sekolah adalah anak-anak yang juga rajin berolahraga.

Berapa lama durasi olahraga yang disarankan untuk anak dan remaja?

Kurikulum sekolah di Indonesia rata-rata sudah termasuk mata pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) yang dilakukan setidaknya seminggu sekali. Namun, durasinya bisa berbeda-beda untuk setiap anak. Misalnya jika mengacu pada kurikulum 2013, durasi mata pelajaran Penjaskes untuk anak sekolah rata-rata berkisar antara 70 sampai 100 menit setiap minggu.

Kebanyakan orangtua mungkin merasa ini sudah cukup. Memang sih, idealnya lama waktu aktivitas fisik anak dalam satu hari adalah 60 menit. Namun olahraga seminggu sekali di sekolah saja tidak cukup, lho! Nyatanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setiap anak dan remaja yang berusia 5-17 tahun untuk berolahraga setidaknya 60 menit setiap hari atau jika ditotal menjadi 142 menit dalam seminggu. Jika dibandingkan, tentu tidak cukup bukan?

Makanya, anak tetap harus beraktivitas fisik setiap hari. Misalnya dengan membiarkan anak naik sepeda atau jalan kaki ke sekolah, atau daftarkan ia untuk ekskul berenang atau sepak bola. Dorong anak untuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan bermain bersama, misalnya main petak umpet.

Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk membimbing dan membiasakan anak berolahraga setiap hari. Selain menjauhkan anak dari risiko berbagai penyakit berbahaya saat ia dewasa nanti, manfaat olahraga juga sudah terbukti membuat anak pintar dan berprestasi. Tidak merugikan, bukan? Makanya, yuk, mulai biasakan anak berolahraga sejak kecil!

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Exercise Boosts Kids’ Academic Performance. https://www.webmd.com/parenting/news/20120102/exercise-boosts-kids-academic-performance. Diakses pada 7 Februari 2018.

Exercise can boost teens’ academic performance. https://www.medicalnewstoday.com/articles/267677.php. Diakses pada 7 Februari 2018.

Exercise Boosts Teens’ Grades: How Many Minutes Of Physical Activity Will Help Children Get An A?. http://www.medicaldaily.com/exercise-boosts-teens-grades-how-many-minutes-physical-activity-will-help-children-get-260697. Diakses pada 7 Februari 2018.

Moderate to vigorous exercise boosts teens’ academic performance. https://www.sciencedaily.com/releases/2013/10/131021211712.htm. Diakses pada 7 Februari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 13/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x