Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Salah satu tanda bahwa perkembangan bahasa balita bergerak positif, yaitu si kecil semakin banyak bicara dan bertanya. Di usia 1-5 tahun, anak semakin banyak bicara dan bertanya tentang apapun yang ia lihat dan rasakan. Tidak sedikit pertanyaan yang anak ajukan sulit dijawab dengan bahasa sederhana. Bagaimana tahapan perkembangan bahasa anak usia dini? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Seperti apa tahapan perkembangan bahasa anak usia dini?

tahapan perkembangan bahasa anak usia dini

Health of Children menjelaskan bahwa perkembangan bahasa balita adalah proses anak memahami dan mampu berkomunikasi.

Sejak bayi baru lahir sampai menginjak usia anak 5 tahun, kemampuan bahasa anak bergerak sangat cepat. Meski begitu, tahapan perkembangan bahasa setiap anak di usia dini juga berbeda-beda, tidak bisa disamakan.  

Perkembangan bahasa anak perempuan lebih cepat, jika dibandingkan anak laki-laki. Ini dipengaruhi oleh banyak aspek, antara lain karena karena perkembangan bahasa balita berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak anak

Selain itu, kemampuan memahami bahasa (reseptif)  lebih cepat daripada kemampuan berkomunikasi (ekspresif). Dua gaya pengembangan bahasa ini memang berbeda. Sebagai contoh, kemampuan reseptif adalah anak menggabungkan kata dari dua sampai tiga kata.

Sementara perkembangan bahasa ekspresif adalah anak bicara dengan celoteh panjang yang tidak bisa dipahami, tapi ia menirukan irama dan ritme pembicaraan orang dewasa. Ini termasuk perkembangan bahasa balita.

Tahapan perkembangan bahasa anak usia dini mulai usia 1-5 tahun

tahapan perkembangan bahasa anak usia dini

Setiap anak mengalami perkembangan balita dari aspek bahasa yang berbeda-beda. Maka, penting untuk Anda mengerti dan memahami keterampilan bahasa sesuai usia, berikut penjelasan lengkapnya.

Anak usia 1-2 tahun

Tahapan perkembangan bahasa anak umur 1 tahun sampai 2 tahun, kemampuan komunikasinya semakin baik di usia dini. Berdasarkan grafik Denver II, anak umur 1 tahun sudah mulai lebih aktif bicara, meski kata-katanya belum terlalu jelas.

Sata mendengar si kecil sedang bicara, Anda akan mendengar perubahan nada yang ia gunakan. Kadang nada tinggi atau rendah, itu dilakukan untuk mempertegas pernyataan.

Meski Anda tidak mengerti apa yang disampaikan si kecil, Anda bisa menunjukkan ekspresi tertarik sambil bilang, “Ooh, jadi adik ingin bilang itu?”

Anak juga sudah mengerti arahan sederhana, seperti saat Anda memintanya maju ke depan atau masuk kamar.

Anak usia 2-3 tahun

Bagaimana perkembangan bahasa balita di usia ini? Berdasarkan grafik perkembangan anak Denver II, anak usia 2 tahun sudah mampu menyebut dan menunjukkan 6 bagian anggota tubuhnya.

Tidak hanya itu, ia juga sudah bisa menyebutkan gambar yang ditunjuk, mengombinasikan dua kata sehingga menjadi kalimat, dan ucapannya agak jelas meski masih samar. 

Kemudian untuk usia balita 30 bulan atau 2 tahun 6 bulan, gambar yang anak tunjuk lebih dari satu. Setidaknya, anak sudah mampu menunjuk 4 gambar dan menyebutkannya.

Pada usia dini, tahapan perkembangan bahasa anak sudah mengerti konsep subjek, seperti penggunaan aku dan kamu. Meski terkadang penempatannya masih kurang tepat, tidak apa-apa karena ini termasuk perkembangan bahasa balita.

Melansir dari Raising Children, di usia 2-3 tahun, anak mengerti arahan sederhana, misalnya menyimpan mainan di dalam kotak, menaruh gelas di atas meja, atau membuang sampah.

Ia juga mulai bisa mengubah nada bicara ketika sedang senang dan tidak untuk membantu perkembangan bahasa balita.

Anak usia 3-4 tahun

Bila di usia ini anak Anda semakin sering bertanya “kenapa”, itu adalah salah satu tanda perkembangan bahasa balita bergerak semakin positif.

Pertanyaan yang dilontarkan si kecil disebabkan oleh rasa penasarannya yang sangat tinggi pada suatu hal. Kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun semakin baik, terlihat dari pelafalan yang semakin jelas. 

Sejalan dengan hal tersebut, grafik Denver II dalam hal perkembangan bahasa balita menunjukkan bahwa anak usia 3 tahun sudah mampu menyebutkan 4 gambar yang ia tunjuk, mengucapkan 1-4 jenis warna, mengerti 2 kegiatan yang sedang dilakukan. 

Untuk usia balita 3 tahun 6 bulan, tahapan perkembangan bahasa anak usia dini sudah mengerti penempatan kata, misalnya tidur di kasur, lari di taman, pergi ke rumah nenek. Ini adalah tanda perkembangan bahasa balita bergerak semakin positif.

Anak usia 4-5 tahun

Di usia 4 tahun, tahapan perkembangan bahasa anak semakin baik, dilihat dari pelafalan dan pengucapan yang sudah sangat jelas. Anak Anda tidak lagi bicara dengan bahasa bayi yang kurang jelas dan sulit dimengerti.

Dalam grafik Denver II digambarkan bahwa usia balita 4 tahun 6 bulan, anak sudah mengerti konsep lawan kata. Ia memahami konsep tinggi dan pendek, maju dan mundur, naik dan turun. 

Kemudian di usia balita 4 tahun 9 bulan, perkembangan bahasanya sudah sampai mampu menghitung balok yang sedang dimainkannya, 1-5 buah.

Anak juga semakin sering bercerita dan mampu menjawab pertanyaan tentang apa yang ia ceritakan. Kalimat yang dibuatnya semakin lengkap, memiliki subjek, predikat, dan keterangan yang tepat.

Tahapan mengasah perkembangan bahasa anak usia dini

tahapan perkembangan bahasa anak usia dini

Bila Anda merasa perkembangan bahasa anak perlu diasah dan dilatih di usia dini, pastikan tahapan-tahapan yang dipakai sesuai dengan umur si kecil.

Berikut cara mengasah perkembangan bahasa balita di usia 1-5 tahun.

Usia 1-2 tahun

Meningkatkan kemampuan bicara anak bisa dimulai sejak usia dini untuk mengurangi risiko anak terlambat bicara. berikut beberapa tahapan untuk melatih komunikasi anak umur 1-2 tahun.

Bicara dengan perlahan, jelas, dan sederhana

Mengutip dari Kids Health, di usia 1 tahun, si kecil masih menggunakan bahasa bayi dan mengandalkan gestur tubuh untuk berkomunikasi. Saat anak sulit mengatakan apa yang diinginkan, ia akan menunjuknya.

Sebagai contoh, ia sangat rewel sambil menunjuk kulkas, Anda bisa mengatakan padanya “Oh, adik ingin minum? Atau makan buah?” sambil membuka kulkas.

Biarkan ia mengambil apa yang dia inginkan, lalu beritahu si kecil apa yang ia ambil, “Itu buah mangga, sini Ibu kupas dulu.”

Di sini anak akan belajar mengenal bahasa, komunikasi, sampai jenis makanan sehingga menambah kosakata si kecil.

Manfaatkan gestur untuk mengenal anggota tubuh

Anak Anda senang berkomunikasi menggunakan gestur tubuh, misalnya dengan menunjuk benda yang diinginkan. Orangtua bisa memanfaatkan ini sebagai tahapan untuk melatih perkembangan bahasa anak usia dini.

Anda bisa bermain tebak anggota badan dengan bertanya bagian tubuh yang ditunjuk. Sebagai contoh, “Telinga adik mana, ya?” lalu biarkan ia memegang telinganya. Kalau kesulitan, Anda tunjukkan pada si kecil.

Usia 2-3 tahun

Kebiasaan tertentu dapat dilakukan untuk melatih perkembangan bahasa anak di usia dini, berikut langkah yang bisa dicoba:

Membaca buku cerita bersama

Bila anak Anda berusia 2-3 tahun dan perkembangan bahasa ingin dilatih sejak usia dini, tahapan yang bisa dilakukan adalah mengajaknya membaca buku bersama.

Membaca buku bisa memperkaya kosakata anak dan membuatnya lebih mengerti tentang sesuatu yang ia dengar dan rasakan. 

Agar membaca buku tidak menjadi kegiatan yang membosankan, berikan nada bicara yang menyenangkan sesuai dengan jalan cerita yang sedang dibaca.

Lewat cara ini, anak akan belajar tentang nada bicara dan emosi dalam dirinya dan membantu perkembangan emosional dan sosial anak.

Selain nada bicara, Anda bisa membuat kegiatan membaca buku menjadi lebih interaktif dengan memberi komentar pada jalan cerita.

Sebagai contoh, Anda menunjuk kucing yang sedang berlari sambil mengatakan “Wah, kucingnya lari kencang sekali”. Ini mampu membantu perkembangan bahasa balita.

Hindari bicara menggunakan “bahasa bayi”

Di usia 2 tahun awal, beberapa anak masih bicara dengan “bahasa bayi” yang kurang jelas. Untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini, tahapan yang perlu dilakukan adalah hindari membalas ucapan anak dengan bahasanya.

Sebaiknya menggunakan bahasa yang benar agar anak belajar dan tahu kalau kata yang ia ucapkan kurang tepat. Ketika anak mengucapkan mamam, Anda jawab dengan makan agar tidak terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

Tahapan mengasah perkembangan bahasa anak usia dini: 3-4 tahun

Orangtua dapat mendukung perkembangan kemampuan bahasa balita dengan melakukan hal berikut:

Beri anak pilihan

Untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini, pancing anak bicara dengan memberinya pilihan sebagai tahapan awal. Pastikan pilihan yang Anda berikan sama baik dan bermanfaat.

Pilihan ini bisa diberikan dalam berbagai kesempatan, misalnya memilih menu makanan yang sesuai dengan gizi balita, mainan, atau buku yang akan dibaca. Pancing anak untuk memberi alasan dari pilihan yang dia tentukan.

Tidak perlu terburu-buru saat menunggu jawaban anak, beri dia waktu untuk berpikir dan memilih jawaban yang tepat.

Ajarkan cara menempatkan lidah saat mengucapkan huruf R

Huruf R memang sangat sulit diucapkan oleh anak-anak dibanding huruf lainnya. Beda dengan huruf B yang mudah diikuti karena sangat jelas terlihat gerakan bibirnya, yaitu melipat bibir bagian atas dan bawah ke dalam.

Kesulitan mengucapkan huruf R bisa membuat anak menjadi cadel. Anda bisa mengajarkan si kecil menempatkan lidah saat mengucapkan huruf R untuk mencegah cadel.

Saat huruf R dilafalkan, biasanya anak-anak akan mengeluarkan suara “el”. Kesulitan ini disebabkan oleh sulitnya anak menangkap dan melihat bagaimana gerakan lidah saat huruf diucapkan.

Bantu si kecil mengucapkan huruf R dengan memeragakan mengangkat bibir atas dengan menempatkan lidah ke area langit-langit mulut. Kemudian minta ia untuk menggerakkan lidah. Pastikan suara yang dikeluarkan sedikit bergetar.

Anda bisa melatih anak mengucapkan huruf ini dengan kata-kata yang mudah, seperti “roda”, “rambut”, “rapi”, atau “rusak”.

Usia 4-5 tahun

Guna mendukung perkembangan bahasa anak usia dini, berikut tahapan kegiatan yang bisa dilakukan bersama si kecil:

Ajak main ke tempat baru

Di usia 4-5 tahun, rasa penasaran anak sedang sangat tinggi. Untuk memancing dan melatih perkembangan bahasa balita, Anda bisa mengajaknya bermain ke tempat baru atau tempat yang rekreasi.

Anda dapat mengajak si kecil ke kebun binatang, taman kota, museum anak, atau akuarium besar yang membuatnya bisa mengenal hal baru.

Tempat tersebut mampu memancing rasa penasaran anak dan membuatnya lebih ingin bertanya mengenai hal asing yang ia lihat.

Batasi durasi menonton tv

Pemakaian gadget pada anak perlu dibatasi untuk membantu tahapan perkembangan bahasa di usia dini berjalan dengan baik.

The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak di atas usia 2 tahun untuk melihat layar hanya 2 jam dalam sehari. Memang tidak semua tayangan buruk karena ada banyak video edukasi yang bisa diberikan pada anak.

Namun, komunikasi yang dilakukan dengan gadget hanya satu arah, anak hanya mendengarkan tanpa berinteraksi dengan layar. Padahal, perkembangan bahasa anak perlu dilatih dengan interaktif.

Selain itu, Anda sebaiknya tetap mendampingi saat si kecil menggunakan gadget, sehingga perkembangan bahasa balita tidak terganggu.

Memerhatikan perkembangan bahasa balita, tidak kalah penting dengan perkembangan motorik, sensorik ataupun kemampuan kognitif.

Jika Anda melihat kemampuan bahasa balita Anda tidak sebagaimana teman sebaya atau khawatir mengalami gangguan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Seputar Kebutuhan Protein untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan nutrisi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, termasuk asupan protein. Berikut panduan seputar kebutuhan protein anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 10 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan gizi balita sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berikut panduan gizi seimbang pada balita yang bisa Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 20 Maret 2020 . Waktu baca 11 menit

Jenis dan Porsi Makanan Penambah Berat Badan untuk Balita

Memiliki balita yang sulit naik berat badan, tentu membuat ibu pusing. Berikut beberapa makanan penambah berat badan balita yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 20 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit

Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Sudah mampu berdiri dan berjalan sendiri, di usia berapa anak mulai akan belajar berlari? Dan bagaimana cara ortu bantu melatihnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 11 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kms

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi suka ditiru

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
kebutuhan cairan anak balita

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14 April 2020 . Waktu baca 7 menit