Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Lemak sering dianggap musuh bagi orang dewasa. Namun untuk anak balita, lemak penting untuk kebutuhan tumbuh kembang si kecil. Lemak berperan dalam memberi energi pada tubuh sehingga semua orang bisa beraktivitas dengan baik. Lemak dibagi menjadi tiga, jenuh, tak jenuh, dan lemak trans. Bagaimana penjelasannya?

Mengapa kebutuhan lemak sangat penting untuk balita?

Mengutip dari Kids Health, lemak membantu tumbuh kembang si kecil sesuai dengan usianya. Lemak berperan dalam menyerap beberapa vitamin, membentuk hormon, dan membangun sistem pertahanan tubuh. 

Selain itu, lemak juga memiliki tugas penting dalam perkembangan otak dan membantu si kecil mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Lemak bertindak sebagai bahan bakar atau energi dan membantu menyerap vitamin yang larut di dalamnya seperti vitamin A, D, E, dan K.

Asupan energi yang tidak mencukupi kebutuhan si kecil bisa menyebabkan ketidakseimbangan energi. Bila dibiarkan terus menerus hal ini bisa menyebabkan masalah gizi seperti kekurangan energi dan berdampak pada perubahan berat badan balita.

Walau lemak bermanfaat untuk menghasilkan energi dan beberapa hal yang disebutkan sebelumnya, Anda tetap harus menentukan takaran yang tepat.

Selain itu, Anda juga harus memahami kalau lemak terdiri dari tiga jenis, yaitu lemak jenuh, tak jenuh, dan lemak trans.

Seberapa banyak kebutuhan lemak balita usia 2-5 tahun?

Ketika Anda mengetahui lemak sangat bermanfaat, bukan berarti Anda bisa memberi makanan tinggi lemak sebanyak-banyaknya pada si kecil. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi lemak juga tidak baik untuk kesehatan anak balita. 

Seiring bertambahnya usia anak, pertumbuhannya tidak secepat saat bayi sehingga kebutuhan jumlah protein berkurang.

Meski begitu, perhatikan berat dantinggi badan balita yang semakin bertambah. Ini membuat kebutuhan total kalori dan lemaknya juga meningkat.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013, berikut takaran lemak per hari yang sesuai kebutuhan balita:

  • Balita usia 1-3 tahun: 44 gram
  • Balita usia 4-6 tahun: 62 gram

Untuk meningkatkan asupan lemak balita, jangan lupa untuk meningkatkan kualitas lemak dan sesuaikan dengan kebutuhan kalori si kecil. Tetap perhatikan sumber lemak, apakah lemak sehat atau tidak. 

American Heart Association merekomendasikan anak usia 2-3 tahun mengonsumsi lemak total sekitar 30 sampai 35 persen dari kalorinya.

 Sementara itu untuk anak usia 4-18 tahun, kadar lemak yang dikonsumsi per hari sekitar 25-35 persen dari total kalori. 

Beberapa sumber lemak tak jenuh bisa didapatkan dari kacang-kacangan, ikan, dan minyak sayur.

Jenis lemak yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak balita

Kebutuhan lemak balita bisa dipenuhi dari beberapa jenis makanan. Namun kandungan lemak di dalam produk hewani cenderung lebih tinggi.

Sementara di dalam produk nabati tidak terlalu banyak. Namun, lemak memiliki tiga kelompok yang sesuai dengan kebutuhan lemak balita. Berikut penjelasannya:

Lemak tak jenuh

Jenis lemak yang satu ini sering dianggap lemak paling sehat. Lemak tak jenuh bisa ditemukan dalam makanan nabati dan ikan.

Lemak tak jenuh sangat baik untuk kesehatan jantung, terutama ketika digunakan sebagai pengganti lemak jenuh dan trans.

Selain itu, lemak tak jenuh berperan penting dalam perkembangan otak, saraf, dan mata pada bayi. Jenis lemak ini meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL di dalam darah.

Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh di antaranya:

Minyak zaitun

Bila Anda ingin memberikan si kecil makanan tinggi lemak tak jenuh, masaklah dengan memakai minyak zaitun. Pasalnya, 100 ml minyak zaitun mengandung 100 gram lemak dan 884 kal energi sehingga bisa memenuhi kebutuhan lemak harian si kecil.

Meski kandungan lemaknya tinggi, minyak zaitun lebih sehat karena membantu perkembangan otak dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Banyak masakan yang bisa dibuat dengan minyak zaitun tanpa memengaruhi rasanya. Meski harganya cenderung lebh mahal, tapi kandungan lemak jenuhnya sebanding untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Kedelai

Banyak makanan berbahan kedelai yang mengandung lemak tak jenuh dan bisa memebuhi kebutuhan lemak balita. Tempe, tahu, sampai susu kedelai adalah sumber lemak tak jenuh yang sehat untuk si kecil.

Untuk 100 gram kedelai mentah mengandung 15 gram lemak dan 174 kal energi. Anda bisa menjadikan tempe, tahu, dan susu kedelai sebagai camilan untuk si kecil

Lemak jenuh

Lemak jenuh termasuk salah satu nutrisi yang juga bisa dikonsumsi oleh balita untuk memenuhi kebutuhan lemak hariannya. Sayangnya, lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika dikonsumsi berlebihan.

Hal ini disebabkan karena lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Namun, untuk balita usia 2-5 tahun, lemak jenuh bermanfaat untuk memberikan energi. Beberapa makanan yang mengandung lemak jenuh yaitu:

Daging

Bila Anda ingin meningkatkan kadar lemak si kecil untuk menaikkan berat badan, bisa memakai daging sapi di menu makanannya.

Data Komposisi Pangan Indonesia menyebutkan bahwa dalam 100 gram daging sapi, mengandung 15 gram lemak, 184 kal energi, dan 18,8 gram protein. 

Agar kebutuhan lemak balita tercukupi, Anda bisa membuat variasi menu makanan anak yang sesuai dengan selera. Cobalah untuk memasukkan daging dalam makanan seperti mac and cheese, spaghetti cabonara, atau makaroni skutel yang memakai susu, daging, dan keju dalam satu menu. 

Produk olahan susu

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan susu UHT sebagai asupan lemak jenuh untuk balita usia 2-5 tahun. Dua gelas susu murni, mengandung 144 kalori dari lemak dan akan memenuhi setengah dari kebutuhan lemak sehari. 

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia dalam 100 ml susu, terkandung lemak jenuh sebanyak 30 gram dan energi sebesar 513 kalori. 

Margarin

Anda bisa memasukkan margarin di dalam menu makanan si kecil sebagai bahan masakan. Dalam 100 gram margarin mengandung 81,9 gram lemak dan 742 kal energi. Margarin termasuk sumber lemak yang cocok untuk menaikkan berat badan balita.  

Banyak menu masakan yang bisa dicampurkan dengan margarin misalnya, nasi goreng, omelet, atau bakmi goreng. Sesuaikan porsi makan dengan nafsu makan si kecil agar makanan tidak dibuang karena anak kekenyangan. 

Minyak kelapa

Komposisi yang satu ini sudah pasti menjadi bahan masakan berbagai menu. Data Komposisi Pangan Indonesia menjelaskan bahwa minyak kelapa mengandung 98 gram lemak dan 870 kal energi yang bisa digunakan sebagai ‘bahan bakar’ si kecil untuk beraktivitas. 

Bila Anda memasak daging dan sayur memakai minyak kelapa, kebutuhan lemak harian balita bisa terpenuhi. Selain itu, cara ini juga bisa menaikkan berat badan balita kalau masih kurang.

Lemak trans

Dibanding lemak jenuh, lemak trans merupakan jenis lemak yang paling tidak sehat. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit stroke dan jantung. 

Sama dengan lemak jenuh, lemak trans juga membantu meningkatkan usia simpan makanan kemasan. Lemak trans terkandung di dalam makanan cepat saji yang digoreng dan makanan dalam kemasan. Berbagai makanan yang mengandung lemak trans yaitu kerupuk, kue, dan kukis. 

Untuk balita, sebaiknya hindari konsumsi lemak trans berlebih karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan si kecil.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

7 Makanan Tinggi Lemak yang Baik untuk Kesehatan

Makanan tinggi lemak mungkin berusaha Anda hindari dari menu sehari-hari. Tapi, tujuh jenis makanan berlemak ini justru malah menyehatkan.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Fakta Gizi, Nutrisi 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Banyak yang bilang lebih susah menghilangkan lemak perut daripada lemak paha. Apa benar begitu? Simak penjelasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan selulit

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
susu penambah berat badan

Apakah Susu Penambah Berat Badan Betulan Ampuh Bikin Berisi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
minyak tidak sehat

5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
mencegah batu empedu

Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit