Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tips dan Trik Meningkatkan Asupan Serat si Kecil

5 Tips dan Trik Meningkatkan Asupan Serat si Kecil

Orangtua perlu cara untuk meningkatkan asupan serat pada anak yang agak susah makan sayur maupun buah. Mungkin saja tidak semua anak bisa mudah makan makanan berserat. Padahal, serat penting untuk mendukung kesehatan pencernaan mereka.

Agar kesehatan anak tetap terjaga, yuk ketahui bagaimana cara untuk meningkatkan asupan serat pada anak.

Cara meningkatkan asupan serat pada anak

Mengasuh anak usia 1-3 tahun jadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Terutama dalam membujuk si kecil untuk makan sayur dan buah, yang mengandung tinggi serat.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2019, berikut asupan serat yang perlu dipenuhi anak setiap harinya.

  • 1-3 tahun: 19 gram serat
  • 4-6 tahun: 20 gram serat
  • 7-9 tahun: 23 gram serat

Pemenuhan serat anak dapat meningkatkan kesehatan anak dalam jangka panjang. Mengutip laman KidsHealth, tinggi serat dapat memberikan manfaat sebagai berikut.

  • Mencegah maupun melegakan sembelit pada anak
  • Anak kenyang lebih lama, sehingga berat badannya terkontrol
  • Menurunkan kolesterol
  • Membantu mencegah diabetes dan gangguan jantung
  • Menurunkan risiko kanker di kemudian hari

Ketika kesehatan anak terjaga, maka ia akan lebih aktif dan bisa mengeksplorasi banyak hal. Maka itu, ibu perlu memenuhi kecukupan serat si kecil meskipun ia tidak suka makan sayur atau buah.

Ketahui tips dan trik meningkatkan asupan serat pada anak berikut ini, yuk:

1. Ikut makan serat bersama anak

serat untuk anak

Pada dasarnya, anak suka mengikuti apa yang orang dewasa lakukan. Ketika orangtua memberikan contoh yang menyenangkan saat makan serat, maka anak akan melihat dan juga akan menirukannya. Biarkan anak melihat bagaimana Anda menikmati makanan berserat seperti buah dan sayur.

Jika saatnya jadwal makan, ajak anak duduk di meja makan. Hidangkan pula beragam sayuran warna-warni. Anda bisa mengombinasikan pasta dengan banyak sayuran di dalamnya ataupun semangkuk salad.

Ajak ia makan sayuran dan menikmatinya bersama Anda. Cara ini bisa dilakukan untuk meningkatkan asupan serat pada anak.

2. Tetap berikan sayur pada anak

makanan tinggi serat

Wajar, kok, bila menerima reaksi anak yang tidak menyukai sayuran. Namun, bukan berarti orangtua harus memaksanya makan serat. Tetap perkenalkan sayur dan buah kepada anak.

Setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda sampai pada akhirnya mereka memutuskan suka serat. Salah satu yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan sayur adalah dengan meminta anak mencicipi bayam yang dimasak.

Anak mungkin membutuhkan waktu 10 menit atau lebih untuk memutuskan apakah ia akan menyukai bayam atau tidak. Ibu bisa menerapkan ini dengan memberinya beragam sayur.

Di samping sayuran, ibu bisa juga memberikan camilan buah-buahan agar ia tidak bosan mengonsumsi serat.

Percayalah, hingga pada waktunya ia akan bisa makan serat lebih mudah. Tetap perkenalkan dan berikan anak serat sebagai cara meningkatkan asupan serat pada anak.

3. Puji anak ketika ia makan serat

makanan berserat bikin bayi sembelit

Anak juga membutuhkan apresiasi ketika ia berhasil makan menu tinggi serat. Pastinya, anak akan lebih semangat makan makanan berserat. Pujian sederhana ini bisa dilakukan untuk trik meningkatkan asupan serat si kecil.

Misalnya saja Anda bisa melontarkan pujian seperti ini, “Wah, anak Mama hebat banget suka makan brokoli dan bayam! Mama suka lihat kalau kamu semangat makan begini. Keren!”

Pendekatan komunikasi seperti ini menanamkan anak untuk membiasakan diri makan serat.

4. Masak bersama anak

meningkatkan asupan serat pada anak

Jika beberapa kali anak ingin membantu ibu di dapur, jangan ragu untuk melibatkannya. Terutama, ketika Ibu sedang memasak menu tinggi serat. Saat ia dilibatkan dalam proses memasak, anak biasanya ingin mencicipi hasil ia memasak.

Pertama, rundingkan bersama anak soal menu makanan berserat untuk disantap hari ini. Kemudian, ajak ia untuk berbelanja dan memilih sayuran yang disukainya.

Sebelum memasak, ibu bisa meminta anak untuk mencuci sayuran ataupun mencampurkan bahan-bahan sayuran yang anak dimasak ke dalam panci.

Saat anak terlibat dalam proses memasak, ia akan lebih menghargai masakannya. Anda bisa rutin melakukan kegiatan ini sebagai cara meningkatkan asupan serat pada anak.

5. Memberikan susu kaya serat

susu organik dan susu sapi biasa anak minum

Sebagai tambahan cara meningkatkan asupan seratnya, Anda bisa memberikan susu kaya serat untuk si kecil. Pilih susu kaya serat untuk bantu melancarkan sistem pencernaannya.

Jangan lupa untuk membaca aturan pakai pada produk susu yang akan ibu berikan kepada si kecil, sehingga ia bisa mendapatkan manfaat susu secara optimal.

Ibu bisa melakukan lima tips di atas untuk meningkatkan asupan serat si kecil. Pastikan serat anak tercukupi dengan menyertakan makanan tinggi serat di dalam setiap menu makanannya, termasuk camilan.

Dengan begitu, kesehatan sistem pencernaan anak pun terjaga dengan baik dan ia tetap bersemangat dalam menjalani aktivitas.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Many Vegetables Should Your Kids Eat Every Day? (n.d.). Retrieved March 24, 2020, from Verywell Family website: https://www.verywellfamily.com/child-nutrition-and-vegetables-2633937

Vegetables: tips to encourage your child to eat more. (n.d.). Retrieved March 24, 2020, from Raising Children Network website: https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/healthy-eating-habits/vegetables

Fiber (for Parents) – Nemours KidsHealth. (n.d.). Retrieved March 24, 2020, from kidshealth.org website: https://kidshealth.org/en/parents/fiber.html

Catinean, A., Neag, M. A., Muntean, D. M., Bocsan, I. C., & Buzoianu, A. D. (2018). An overview on the interplay between nutraceuticals and gut microbiota. PeerJ, 6. https://doi.org/10.7717/peerj.4465

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. (n.d.). Retrieved from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 08/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto