Sudah Besar Masih Ngempeng? Ikuti 5 Cara Menghentikan Kebiasaan Ini Pada Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bayi sering kali memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulutnya. Ini memang nalurinya untuk mendapatkan makan atau merasakan sesuatu yang ada di tangannya. Untuk mencegahnya memasukkan benda yang kotor ke dalam mulut, orangtua biasanya akan mengakali dengan memberinya dot atau empeng bayi. Namun ketika anak sudah besar, ia harus berhenti menggunakan empeng. Penasaran bagaimana caranya? Ikuti cara melatih anak berhenti ngempeng berikut ini.

Pro dan kontra anak pakai empeng bayi

Menurut studi yang diterbitkan American Family Physician, penggunaan empeng bayi masih menjadi pergulatan. Pasalnya, ada manfaat dan risikonya jika bayi menggunakan empeng ini.

Menggunakan empeng dapat melatih kekuatan dan fungsi otot mulut bayi, terutama bayi prematur. Empeng juga membantu orangtua untuk menenangkan bayi ketika ia menangis. Selain itu, empeng juga diketahui mengurangi risiko sindrom bayi mati mendadak.

Sementara dampak negatif penggunaan empeng pada bayi adalah risiko terjadinya infeksi telinga tengah dan masalah gigi jadi meningkat. Ini juga menyebabkan bayi mengalami bingung puting, yaitu kesulitan ketika harus menyusui langsung dari puting Anda.

Meskipun begitu, ahli kesehatan membolehkan orangtua untuk menggunakan empeng. Namun, setelah memasuki usia 6 bulan, anak harus dibatasi atau berhenti ngempeng untuk menghindari infeksi telinga dan masalah gigi.

Melatih anak agar berhenti ngempeng

kebiasaan mengempeng

Bagi orangtua yang baru pertama kali memiliki bayi, keberadaan empeng bayi sangat membantu. Namun, ketika usia anak bertambah, kebiasaan ngempeng harus dihentikan. Sayangnya, menghentikan kebiasaan ini tidak selalu mudah dan penuh tantangan. Supaya lebih mudah, simak cara agar anak berhenti ngempeng berikut ini.

1. Jauhi anak dari empeng bayi

Alasan kenapa anak sangat sulit berhenti ngempeng karena benda ini selalu ada di dekatnya. Biasanya empeng bayi dilengkapi dengan tali yang dapat dikalungkan di leher, sehingga mudah digapai. Nah, cara pertama agar anak berhenti ngempeng adalah menjauhi empeng dari si kecil.

Selain tidak mempermudah akses bayi untuk mendapatkan empeng, Anda perlu melakukan hal ini lebih cepat. Tujuannya supaya si kecil tidak terlalu lengket dengan empeng.

2. Jangan terpancing oleh rengekan anak

Setelah menjalankan langkah pertama, Anda harus bersikap konsisten. Jangan biarkan Anda termakan rengekan anak yang memohon untuk menggunakan empengnya kembali.

Kemudian, jangan simpan empeng bayi tempat yang mudah dijangkau olehnya. Simpan di dalam kotak laci yang dikunci atau di atas lemari supaya anak tidak bisa mengambilnya dengan mudah.

3. Buat empeng terasa tidak enak

Supaya anak lebih mantap untuk berhenti ngempeng, Anda mungkin trik licik supaya tidak menyukai empeng bayi. Misalnya, membuat rasa empeng yang tadinya hambar menjadi terasa tidak enak dan bau.

Anda bisa melumuri empeng dengan perasan air lemon atau bawang putih yang berbau sangat kuat. Cara ini biasanya berhasil menjauhkan si kecil dari empeng.

4. Beri si kecil pemahaman

Bila buah hati Anda sudah cukup besar dan mengerti apa yang Anda katakan, Anda bisa menjelaskan alasan kenapa anak harus berhenti ngempeng. Jangan terlalu berbelit-belit, cukup beri tahukan jika kebiasaan ngempeng biasanya dilakukan oleh bayi kecil bukan anak-anak seusianya.

5. Lakukan secara perlahan

Kebiasaan ngempeng pasti sangat sulit dihilangkan. Untuk itu, butuh kesabaran untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Anda perlu menerapkan cara agar bayi berhenti ngempeng (yang sudah dijelaskan di atas) secara perlahan supaya bayi tidak menolak atau lebih sulit dihadapi nantinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    memberikan hadiah ke anak

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit