Misoprostol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 April 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan Misoprostol

Misoprostol obat apa?

Misoprostol adalah obat yang berfungsi mencegah tukak lambung selama mengonsumsi obat-obatan NSAID, seperti aspirin, ibuprofen, serta naproxen. Dokter paling sering meresepkan obat ini pada orang yang punya riwayat atau berisiko tinggi terkena tukak lambung.

Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar asam di lambung. Dengan minum obat ini, risiko terjadinya luka atau perdarahan di lambung dapat diminimalisir.

Selain mencegah tukak lambung, misoprostol adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengakhiri kehamilan, alias aborsi. Untuk kasus tersebut, obat ini biasanya digabungkan dengan obat lain seperti mifepristone.

Tak hanya itu, obat ini juga bisa digunakan sebagai obat penolong pada saat persalinan. Dokter akan menggunakan obat ini untuk induksi dan mengobati perdarahan yang parah setelah persalinan.

Ketika digunakan untuk persalinan, obat ini bekerja dengan cara membuat otot pada rahim berkontraksi.

Dokter juga bisa meresepkan obat ini untuk tujuan lain yang belum disebutkan. Gunakan obat ini dengan hati-hati. Jika tidak, obat ini bisa saja menimbulkan efek samping berbahaya yang berkibat fatal.

Bagaimana aturan pakai misoprostol?

Misoprostol adalah obat keras yang penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter. Oleh karena itu, obat ini umumnya tidak dijual bebas di apotek atau toko obat. Anda hanya bisa mendapatkan misoprostol dengan resep dokter.

Untuk mencegah tukak lambung, obat ini diminum sebanyak empat kali sehari, sesudah makan dan saat akan tidur. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping diare. 

Sementara bila digunakan untuk menginduksi persalinan, dokter atau perawat akan memasukkannya melalui vagina. Tanyakan pada dokter untuk mengetahui mekanisme obat ini dalam perawatan persalinan.

Gunakan obat ini secara rutin supaya Anda bisa merasakan manfaat yang maksimal. Gunakan aplikasi pengingat di ponsel atau catat jadwal minum obat dalam sebuah buku khusus agar Anda tidak lupa minum obat.

Dosis yang diberikan biasanya bergantung pada kondisi kesehatan dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan. Itu sebabnya, ada baiknya Anda tidak memberikan obat ini ke orang lain walau mereka mengeluhkan gejala serupa.

Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat sembarangan. Selain dapat menurunkan keampuhan obat, hal ini juga dapat meningkatkan risiko efek samping.

Segeralah periksa ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Dokter dapat mengubah dosis atau mengganti obat lain yang lebih cocok dengan kondisi Anda.

Sebenarnya kuncinya satu, gunakan obat jenis apa pun sesuai aturan dokter atau anjuran yang tertera pada label kemasan obat. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Bagaimana cara menyimpan misoprostol?

Misoprostol adalah obat yang sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Misoprostol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis misoprostol untuk orang dewasa?

Dosis standar yang dianjurkan adalah 200 mikrogram (mcg), diminum 4 kali sehari setelah makan dan saat akan tidur. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mcg diminum 2 kali sehari. 

Dosis obat untuk setiap orang mungkin bisa berbeda. Pasalnya, pemberian dosis obat biasanya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, serta respons tubuh terhadap pengobatan.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Ini untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana dosis misoprostol untuk anak-anak?

Dosis untuk anak belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apakah misoprostol tersedia?

Obat misoprostol tersedia dalam bentuk tablet dengan kekuatan 200 mcg.

Efek Samping Misoprostol

Efek samping apa yang dapat dialami karena misoprostol?

Misoprostol adalah obat yang dapat menyebabkan diare ringan hingga sedang, perut kram, dan mual. Efek samping ini biasanya terjadi selama minggu pertama pengobatan. Kemungkinan terjadinya diare dapat diperkecil dengan mengonsumsi obat setelah makan. 

Efek samping yang tidak begitu serius lainnya juga dapat terjadi. Beberapa di antaranya seperti:

  • Muntah-muntah
  • Perut kembung
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kram menstruasi, bercak, atau haid tidak teratur

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, sebaiknya segera berobat ke dokter jika Anda melihat atau mengalami gejala reaksi alergi serius, termasuk:

  • Gatal-gatal di kulit
  • Bengkak terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan
  • Pusing parah
  • Kesulitan bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping yang sudah disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang belum disebutkan.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan misoprostol?

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan sebelum minum obat misoprostol adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap misoprostol atau salah satu bahan dalam tablet obat ini. Tanyakan pada apoteker atau periksa bagian komposisi bahan yang tertera di kemasan obat.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang semua obat-obatan yang sedang atau akan rutin Anda minum. Termasuk di antaranya obat resep, nonresep, hingga obat-obatan alami.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda sedang atau memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal serius.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda mengalami gangguan perdarahan dan masalah menstruasi.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda sedang atau punya riwayat gangguan pencernaan kronis seperti radang usus dan irritable bowel syndrome (IBS).
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika tekanan darah Anda rendah.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda sedang hamil dan menyusui.

Selama mengonsumsi obat ini, hindari minum obat antasida yang mengandung magnesium karena bisa menyebabkan diare. Bila perlu minum obat antasida, sebaiknya konsultasi terlebih dulu untuk memilih jenis obat mana yang paling baik dan cocok untuk kondisi Anda.

Penting untuk diketahui bahwa salah satu efek samping misoprostol adalah diare, terutama pada minggu-minggu pertama pemakaian. Sebaiknya segera berobat ke dokter bila diare yang Anda alami tidak kunjung membaik atau semakin buruk.

Misoprostol juga memiliki efek samping pusing dan sakit kepala ringan. Sebaiknya Anda tidak bangun terlalu cepat dari posisi berbaring atau duduk karena bisa membuat terjatuh.

Guna membantu menghindari masalah itu, usahakan untuk bangun dari tempat tidur pelan-pelan. Posisikan kaki di lantai selama beberapa menit sebelum Anda mantab berdiri.

Pastikan Anda mengikuti semua aturan dan saran yang diberikan dokter/atau instruksi terapi. Dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat lain yang lebih aman berdasarkan respons pengobatan.

Apakah misoprostol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Misoprostol tidak boleh diberikan untuk ibu hamil. Obat ini dapat membahayakan kehamilan karena memicu kontraksi rahim, pendarahan, serta keguguran.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Selain itu, obat ini juga dapat terserap ke dalam ASI. Menurut Drugs.com, kemungkinan obat ini dapat menyebabkan diare pada bayi yang menyusui apabila terserap ke dalam ASI. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter bila Anda menyusui.

Interaksi Obat Misoprostol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini?

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Kemungkinan artikel ini tidak mencantumkan semua interaksi obat.

Simpanlah daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan dengan atau tanpa resep serta produk-produk herbal) dan ceritakan pada dokter dan apoteker. Jangan memakai, berhenti, atau mengubah dosis obat yang Anda gunakan tanpa seizin dokter.

Salah satu obat yang berpotensi menimbulkan efek samping negatif dengan obat misoprostol adalah phenylbutazone.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena berpotensi menimbulkan interaksi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan profesional kesehatan Anda penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah medis lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lain, terutama:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Penyakit jantung
  • Gangguan pembuluh darah
  • Epilepsi
  • Gangguan pencernaan seperti radang usus dan irritable bowel syndrome (IBS)

Overdosis Misoprostol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Bawalah kotak obat, wadah, atau label ketika akan pergi ke rumah sakit untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul, yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Jika Anda melewatkan dosis, minum segera setelah Anda ingat. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal pemberian dosis Anda. Jangan gunakan dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jika Anda terus ketinggalan dosis, pertimbangkan untuk mengatur alarm atau meminta anggota keluarga untuk mengingatkan Anda.

Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk membahas perubahan dalam jadwal dosis Anda atau jadwal baru untuk menebus dosis yang terlewat, jika Anda telah melewatkan terlalu banyak dosis baru-baru ini.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat Medis dan Alami untuk Tukak Lambung

    Gejala tukak lambung yang kambuh sangat mengganggu aktivitas. Tenang, Anda bisa minum obat tukak lambung yang ada di apotek maupun alami berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 22 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit

    Seberapa Cepat Famotidine Mengatasi Asam Lambung Naik?

    Famotidine merupakan salah satu obat yang dinilai paling efektif mengatasi masalah asam lambung. Lantas, seperti apa cara kerja dan keampuhan famotidine?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Konten Bersponsor
    famotidine mengatasi asam lambung
    Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 8 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

    Mengulas Antasida, Obat yang Efektif Redakan Asam Lambung Naik

    Antasida adalah salah satu obat untuk meredakan asam lambung naik. Agar lebih paham, cari tahu jenis, manfaat, serta efek sampingnya lebih lanjut, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

    Apa Itu Maag Akut?

    Maag kadang digolongkan dalam dua kelompok, yakni kronis dan akut. Sebenarnya apa itu maag akut? Yuk, gali lebih dalam informasinya di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Gastritis, Health Centers 19 Juli 2019 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat maag alami herbal asam lambung

    Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    obat sakit maag cair tablet

    Obat Maag Cair dan Tablet: Sama-Sama Efektif, Tetapi…

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    obat maag ibu hamil

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 16 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    cara mengobati tukak lambung

    11 Cara Terbaik untuk Mengobati Tukak Lambung di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit