Ganirelix

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Ganirelix?

Ganirelix, atau yang disebut juga dengan ganirelix asetat, adalah obat suntik yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesuburan pada wanita.

Ganirelix umumnya digabungkan dengan obat hormon lainnya (FSH dan hCG). Ganirelix bekerja dengan menghambat pelepasan hormon tertentu (luteinizing hormone atau LH). Hal ini membantu menunda ovulasi dan meningkatkan peluang menghasilkan sel telur yang subur.

Bagaimana aturan pakai Ganirelix?

Cara pemberian obat Ganirelix adalah dengan disuntikkan di bawah kulit (subcutaneous). Ikuti aturan pemakaian obat injeksi atau suntik yang telah diberikan oleh dokter Anda.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan mengenai cara pemakaian Ganirelix:

  • Sebelum menggunakan obat suntik, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum menggunakan obat ini. Lalu, bersihkan area kulit yang akan disuntik dengan alkohol.
  • Penting untuk mengubah lokasi suntikan setiap hari untuk menghindari ketidaknyamanan atau masalah di area bawah kulit.
  • Suntikkan dosis yang diresepkan sesuai petunjuk dokter. Buang bagian obat apapun yang tidak digunakan segera setelah suntikan. Jangan menyimpannya untuk penggunaan selanjutnya.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Pelajari cara menyimpan dan membuang suntikan, jarum suntik, dan persediaan obat-obatan dengan aman. Konsultasikan kepada apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Simpan Ganirelix pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat.

Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ganirelix untuk orang dewasa?

Untuk mencegah keluarnya hormon luteinizing (LH) selama hiperstimulasi ovarium terkontrol: 0,25 mg di bawah kulit sekali sehari.

Ganirelix paling nyaman diberikan pada perut di sekitar pusar atau paha atas. Umumnya, hormon perangsang exogenous follicle (FSH) dimulai pada hari ke-2 atau 3 siklus menstruasi alami.

Ganirelix diberikan pada awal hari ke-7 atau 8 (hari ke-6 pengobatan FSH). Terapi ganirelix dilanjutkan sampai pendewasaan folikel yang memadai, pada saat itulah human chorionic gonadotropin (hCG) diberikan.

Bagaimana dosis Ganirelix untuk anak?

Dosis untuk anak-anak belum ditentukan. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apakah Ganirelix tersedia?

Larutan, di bawah kulit, sebagai asetat: 250 mcg/0,5 mL (0,5 mL)

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Ganirelix?

Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis. Gejala reaksi alergi dapat berupa:

  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Menurut Drugs.com, beberapa wanita yang memakai obat ini dilaporkan mengalami kondisi ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). Kondisi ini umumnya dijumpai setelah siklus pengobatan pertama. OHSS bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Hubungi dokter secepatnya jika Anda mengalami gejala OHSS di bawah ini:

  • Nyeri panggul luar biasa
  • Tangan atau kaki bengkak
  • Perut sakit dan bengkak
  • Napas pendek
  • Berat badan bertambah
  • Diare
  • Mual atau muntah atau
  • Lebih sedikit buang air kecil.

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Nyeri panggul (mirip dengan kram menstruasi)
  • Mual atau sakit perut ringan
  • Sakit kepala
  • Pendarahan vagina atau
  • Nyeri, merah, atau iritasi pada area suntikan.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Ganirelix?

Semua obat memiliki peringatan dan risiko yang penting untuk Anda pelajari. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Ganirelix:

  • Anda tidak boleh menggunakan obat ini jika Anda punya riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama Ganirelix atau obat-obatan serupa seperti leuprolide (Lupron, Eligard), goserelin (Zoladex), atau nafarelin (Synarel).
  • Sebelum menggunakan Ganirelix, beritahu dokter apabila Anda alergi karet latex.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan Ganirelix.
  • Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X alias kontraindikasi. Artinya, Ganirelix tidak boleh digunakan oleh wanita hamil.

Tidak ada penelitian memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi jika menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan kemungkinan manfaat melawan risiko sebelum menggunakan obat ini selagi menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ganirelix?

Walaupun obat-obatan tertentu sama sekali dilarang digunakan secara bersamaan, pada kasus lainnya dua obat yang berbeda boleh digunakan secara bersamaan sekalipun mungkin terjadi interaksi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis, atau peringatan lainnya mungkin penting. Beritahu penyedia layanan kesehatan profesional apabila Anda sedang menggunakan obat resep atau tanpa resep.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ganirelix?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, tim medis, atau apoteker.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ganirelix?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih: wanita dengan kondisi alergi aktif atau riwayat alergi.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau timbul gejala-gejala overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Hindari menggandakan dosis obat dalam satu kali penggunaan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Antibiotik digunakan untuk mencegah bakteri berkembang sekaligus mengatasi infeksi. Namun, apa yang terjadi jika seseorang mengalami resistensi antibiotik?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Fakta Unik 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

    Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Pernapasan, TBC 31/03/2020 . Waktu baca 6 menit

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

    Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

    Jerawat ternyata bisa disembuhkan dengan antibiotik. Namun, apa saja antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat? Lihat daftarnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Kulit, Jerawat 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bakteri bahaya dalam jamur enoki korea selatan

    Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    bakteri pada uang kertas

    Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    gedung perkantoran ditinggal kosong

    Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    puasa saat flu saat puasa

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit