4 Fakta Soal Kesuburan Wanita yang Sering Disalahpahami

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/12/2018
Bagikan sekarang

Bagi pasangan yang ingin memiliki anak, kesuburan adalah hal terpenting yang perlu diperhatikan. Namun, masih banyak beredar hal-hal mengenai kesuburan wanita yang belum tentu benar. Banyak orang yang menganggap wanitalah yang paling banyak memiliki masalah kesuburan. Padahal, pria juga bisa jadi penyebab pasangan tidak subur. Apalagi mitos yang harus dibongkar seputar kesuburan wanita? Cek fakta-faktanya di bawah ini, yuk!

Beberapa fakta tentang kesuburan wanita

1. Sehat belum tentu subur

Secara keseluruhan, memiliki kesehatan yang baik tidak selalu menjadi pertanda bahwa Anda subur. Olahraga teratur, melakukan pola makan sehat, serta memiliki kolesterol dan tingkat tekanan darah yang normal itu baik. Namun, itu tidak berarti Anda dijamin subur.

Satu dari 10 pasangan usia subur yang sehat bisa mengalami masalah kesuburan. Penyebabnya macam-macam. Faktor terbesar yang memengaruhi kesuburan adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia. Hal ini diutarakan oleh dr. Sam Thatcher, seorang ahli endokrinologi reproduksi di Center for Applied Reproductive Science di Tennessee, Amerika Serikat.

Pada wanita sehat, puncak kesuburannya berada di pertengahan usia 20-an, mulai menurun pada usia 27 tahun, kemudian semakin turun di usia 37 tahun.

Jika Anda berusia di pertengahan 30-an atau lebih dan sedang mencoba untuk hamil, usahanya harus ekstra. Anda perlu mencari tahu kapan waktu Anda ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) dan bercinta di waktu yang tepat.

2. Bisa saja suami yang tidak subur

Kesuburan wanita jauh lebih sering dipertanyakan jika sepasang suami istri tidak kunjung mendapat momongan. Padahal, ketidaksuburan bisa datang dari pihak istri maupun suami.

Bahkan, penyebab infertilitas (tidak subur) bisa berlipat ganda. Maksudnya, baik istri maupun suami dua-duanya memiliki masalah kesuburan. Ini sering disebut dengan infertilitas faktor campuran.

3. Bercinta saat ovulasi dijamin paling tokcer

Jika Anda mencoba untuk hamil, Anda mungkin berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat ovulasi (ketika sel telur matang dilepaskan oleh indung telur). Padahal tidak mesti seperti itu. Sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga 3 hari setelah berhubungan seks. Hal yang terpenting adalah mengetahui kapan masa subur Anda.

Masa subur wanita adalah sekitar masa ovulasi yaitu antara 12-14 hari sebelum waktu menstruasi berikutnya. Umumnya masa subur wanita mulai terjadi pada hari ke 10-17 setelah hari pertama haid terakhir, jika siklus menstruasi Anda berlangsung selama 28 hari.

Sementara masa paling subur wanita adalah 5 hari sebelum ovulasi (pelepasan sel telur) dan pada hari Anda ovulasi. Oleh karena itu, dr. Melisa Holmes, seorang dosen kebidanan dan ginekologi di Medical University of South Carolina di Amerika Serikat menyarankan untuk melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum ovulasi. Seks di waktu tersebut adalah peluang besar untuk cepat hamil.

Namun, siklus menstruasi dan masa subur setiap wanita berbeda-beda, maka Anda harus menghitung masa subur Anda sendiri lewat Kalkulator Masa Subur Hello Sehat.

4. Berat badan memengaruhi peluang hamil

Jika tubuh Anda kekurangan gizi kronis, Anda tidak dapat menstruasi karena minimal 22 persen lemak tubuh diperlukan untuk ovulasi. Tak cuma terlalu kurus, kelebihan berat badan juga dapat mengubah hormon dan menghambat ovulasi.

Berat badan tidak hanya berpotensi memengaruhi kesuburan, tetapi juga kesehatan kandungan. Menurut March of Dimes, wanita hamil yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes. Selain itu, wanita yang kelebihan berat badan lebih berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi. Apa saja tes tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 04/11/2019

Minum Aspirin Bisa Meningkatkan Peluang Hamil, Kata Penelitian

Penelitian menemukan bahwa wanita dengan peradangan, bisa memiliki peluang hamil lebih besar dengan minum aspirin. Namun, benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

5 Mitos Seputar Penyakit PCOS yang Sebenarnya Keliru

Lima dari 10 wanita didiagnosis memiliki penyakit PCOS. Penyakit ini cukup umum terjadi, tapi masih banyak yang salah kaprah soal penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Bikin Sesi Bercinta Makin Nikmat Dengan Makan 5 Makanan Ini Sebelum Memulainya

Faktanya ahli menyatakan ada beberape persiapan sebelum bercinta yang perlu Anda lakukan, salah satunya dari segi makanan. Berikut ulasan lengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
phthalate mempengaruhi kesuburan

Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020
makanan berlemak meningkatkan kesuburan

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020
usia kesuburan wanita

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019