Combantrin

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa Combantrin digunakan?

Combantrin adalah obat yang mengandung pyrantel, yaitu obat yang termasuk ke dalam golongan obat anthelmintic (obat cacing). Golongan obat ini adalah kelas obat yang biasa digunakan untuk mengobati cacing kremi (enterobiasis, oxyuriasis) atau infeksi cacing lainnya.

Combantrin utamanya digunakan untuk mengobati berbagai infeksi cacing, seperti infeksi cacing kremi, infeksi cacing gelang, dan infeksi cacing tambang. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi beberapa jenis cacing bersamaan.

Cara kerja obat ini adalah dengan melumpuhkan cacing di dalam tubuh sehingga dapat dikeluarkan secara alami melalui tinja. 

Obat yang berbentuk tablet ini merupakan obat bebas yang bisa Anda beli di apotek terdekat tanpa resep dokter. Combantrin juga dapat digunakan untuk tujuan medis lain yang tidak tertera dalam artikel ini. Hubungi dokter atau apoteker untuk kegunaan lain dari combantrin.

Bagaimana cara menggunakan Combantrin?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat menggunakan obat ini, yaitu:

  • Baca label kemasan untuk tahu kapan Anda harus minum obat cacing dan berapa banyak dosis yang dianjurkan.
  • Pastikan pula bahwa Anda mengetahui jenis cacing apa yang menginfeksi tubuh Anda. Jika Anda ragu, tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai penggunaan obat.
  • Anda boleh minum obat ini sebelum atau setelah makan.
  • Jangan lupa kocok dulu wadah obat cacing ini sebelum menuangkannya pada sendok takar.
  • Gunakan sendok takar obat untuk memastikan bahwa dosis yang Anda gunakan sudah benar.
  • Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengobati infeksi cacing kremi, jangan menggunakan obat ini lebih dari satu kali kecuali atas perintah dari dokter Anda.
  • Jangan menggunakan obat ini lebih dari 1 gram dalam satu kali dosis.

Ketika menggunakan obat ini, sebaiknya Anda juga harus memerhatikan beberapa hal berikut:

  • Lakukan pengobatan dan perawatan yang sama pada orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan Anda. Pasalnya, cacing akan sangat mudah pindak ke tubuh orang lain.
  • Pakaian, handuk, seprai harus diganti dan dicuci setiap hari. Kamar mandi juga harus dibersihkan dengan menyeluruh.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Combantrin paling baik disimpan pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan sinar cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                         

Jangan menyiram Combantrin ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Combantrin untuk orang dewasa?

Dosis Combantrin untuk orang dewasa berbeda, disesuaikan dengan jenis infeksi yang menjangkitnya.

Dosis dewasa untuk enterobiasis (infeksi cacing kremi)

11 miligram/kilogram (mg/kg) (maksimum 1 gram) diminum satu kali. Ulangi dosisnya setelah dua minggu.

Dosis dewasa untuk infeksi cacing tambang

11 mg/kg (maksimum 1 gram) diminum setiap hari selama tiga hari berturut-turut.

Dosis dewasa untuk ascariasis (infeksi cacing gelang)

11 mg/kg (maksimum 1 gram) diminum satu kali.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi tentang dosis Combantrin yang tepat untuk kondisi Anda. Rekomendasi dosis dalam beberapa kasus didasarkan pada berat badan dan akan ditentukan oleh dokter Anda.

Obat ini digunakan sebagai dosis tunggal dan mungkin perlu  diulang penggunaannya dalam dua sampai tiga minggu. Sebaiknya berkonsultasi kepada dokter sebelum mengulang penggunaannya setelah dua minggu.

Bagaimana dosis Combantrin untuk anak-anak?

Dosis Combantrin untuk anak-anak berbeda, disesuaikan dengan jenis infeksi yang menjangkitnya.

Dosis anak-anak untuk enterobiasis (infeksi cacing kremi)

Untuk anak usia dua tahun ke atas: 11 mg/kg (maksimum 1 gram). Diulang penggunaannya setelah dua minggu.

Dosis anak-anak untuk infeksi cacing tambang

Untuk anak usia dua tahun ke atas: 11 mg/kg (maksimum 1 gram). Diminum setiap hari selama tiga hari berturut-turut.

Dosis anak-anak untuk ascariasis (infeksi cacing gelang)

Untuk anak-anak usia dua tahun ke atas: 11 mg/kg (maksimum 1 gram) diminum satu kali saja.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi tentang dosis Combantrin yang tepat untuk kondisi Anda. Dosis biasanya akan diberikan berdasarkan berat badan. 

Obat ini digunakan sebagai dosis tunggal dan mungkin perlu diulang penggunaannya dalam dua sampai tiga minggu. Sebaiknya berkonsultasi kepada dokter sebelum mengulang penggunaannya setelah dua minggu. 

Dosis Combantrin belum ditetapkan pada anak-anak berusia kurang dari dua tahun. Obat ini mungkin tidak aman untuk anak Anda yang masih belum cukup umur.

Penting untuk selalu memahami keamanan obat sebelum menggunakannya. Silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut sebelum menggunakan obat ini untuk mengobati berbagai infeksi cacing.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Combantrin tersedia dalam bentuk sediaan dan dosis yang berbeda. Di Indonesia, Combantrin tersedia dalam sediaan berikut: 

  • Sirup: 10 mL rasa jeruk
  • Tablet: 125 mg, 250 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Combantrin?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Combantrin dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Ada beberapa efek samping obat cacing yang mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi Combantrin. Efek samping yang tercantum di antaranya adalah sebagai berikut:

Segera hubungi dokter dan hentikan penggunaan obat jika Anda mengalami reaksi alergi seperti di bawah ini:

  • Ruam kulit
  • Kulit terasa gatal
  • Kesulitan bernafas
  • Sesak di dada
  • Pembengkakan pada area mulut, wajah, bibir, atau lidah

Meski begitu, tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu setelah mengonsumsi Combantrin, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan & Pencegahan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Combantrin?

Sebelum menggunakan Combantrin, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan, di antaranya:

  • Jangan menggunakan Combantrin sebelum Anda memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Pastikan Anda membicarakan manfaat dan risiko dari penggunaan obat untuk Anda dan bayi Anda saat hendak menggunakan obat ini.
  • Jangan memberikan Combantrin kepada anak yang berusia kurang dari dua tahun.
  • Hindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti berkendara, karena obat ini bisa mengganggu konsentrasi Anda.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu juga kepada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan lain, makanan, pewarna, pengawet, atau bahkan alergi terhadap hewan.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep, obat non resep, vitamin, dan obat herbal yang Anda gunakan, khususnya piperazine (obat infeksi cacing lainnya). 
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, khususnya gangguan liver karena obat ini dapat berinteraksi dengan penyakit tersebut.
  • Segera hubungi dokter jika Anda masih menemukan cacing pada tinja Anda atau jika gejala tidak hilang atau justru semakin parah.
  • Hubungi dokter juga saat Anda merasa memiliki gejala infeksi dari jenis cacing lainnya.

Perlu diingat juga bahwa infeksi cacing sangat mudah menyerang orang di sekitar Anda, khususnya dengan orang yang tinggal satu atap dengan Anda.

Oleh sebab itu, sebaiknya orang yang tinggal bersama dengan Anda, atau jika Anda tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi cacing, segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan agar bisa mencegah tersebarnya infeksi tersebut.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan Combantrin pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Namun, obat pyrantel termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi
  •      N=Tidak diketahui

Belum diketahui apakah obat ini dapat keluar dari Air Susu Ibu (ASI) sehingga, jika Anda ingin menggunakan obat ini saat menyusui, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Hanya gunakan obat ini saat Anda sedang hamil dan menyusui jika manfaat penggunaan obat ini lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin Anda rasakan.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda sebelum menggunakan segala jenis obat-obatan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan Combantrin?

Combantrin dapat berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan yang dapat mengubah cara obat Anda bekerja atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Untuk menghindari interaksi obat, Anda harus menyimpan daftar semua obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep dan produk herbal) dan beritahu dokter dan apoteker.

Untuk keamanan Anda, jangan mulai menggunakan, berhenti menggunakan, atau mengubah dosis obat-obatan yang tercantum di bawah ini tanpa persetujuan dokter Anda.

Meskipun obat-obat tertentu tidak boleh digunakan bersamaan sekaligus, dalam kasus tertentu, dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama, bahkan jika interaksi mungkin terjadi.

Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan. Beritahu ahli kesehatan Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat resep atau obat non resep lainnya.

Ada dua jenis obat yang mungkin berinteraksi dengan Combantrin, yaitu:

  • sodium iodide i-123 (ARI Sodium Iodide (I123) 1-12 MBq, ARI Sodium Iodide (I123) 100-750 MBq)
  • sodium iodide-i-131 (Hicon, Iodotope, i3odine Max)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu, termasuk Combantrin, juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau yang sedang Anda gunakan.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Combantrin berpotensi untuk dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda. Interaksi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda atau mengubah cara kerja obat serta meningkatkan risiko efek samping dari Combantrin. Penting untuk selalu membiarkan dokter dan apoteker tahu semua kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Hanya ada satu masalah kesehatan yang diketahui bisa berinteraksi dengan obat ini, yaitu penyakit hati (liver). Jika Anda hendak menggunakan Combantrin namun memiliki kondisi kesehatan tersebut, hubungi dokter apakah penggunaan Combantrin aman untuk Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yang mungkin terjadi dari penggunaan obat ini adalah pingsan atau sesak nafas. 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Sering Disepelekan, Cacingan Bisa Menghambat Pertumbuhan Anak

    Masih ingat dengan KLB gizi buruk di Asmat, Papua? Salah satu penyebabnya ternyata adalah cacingan pada anak. Jadi, cacingan jangan dianggap sepele.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala

    Awas, Ini Serangkaian Gejala Cacingan yang Bisa Dialami Orang Dewasa

    Cacingan ternyata bukan hanya terjadi pada anak-anak lho. Orang dewasa juga bisa mengalaminya. Apa saja gejala cacingan pada orang dewasa? Simak di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

    Ternyata Obat Cacing Berpotensi Jadi Obat Kanker Usus dan Kanker Prostat

    Tak disangka, obat cacing bisa dikembangkan menjadi obat kanker usus dan kanker prostat. Bagaimana bisa obat cacing ini membantu pengobatan kanker?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    4 Penyakit yang Biasa Terjadi pada Anak Sekolah

    Sekolah bisa jadi tempat penyebaran penyakit, lho. Agar tetap waspada, simak jenis-jenis penyakit di sekolah yang paling sering menyerang anak di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu yang tepat minum obat cacing

    Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16/12/2018
    efek samping obat cacing

    Pahami Efek Samping Obat Cacing yang Mungkin Saja Muncul

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 15/09/2018
    penyakit infeksi pada anak

    Selain Diare, Ini 5 Penyakit Infeksi yang Sering Menyerang Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2018
    cacing di sarden

    3 Fakta Penting Seputar Isu Cacing di Sarden Kalengan yang Wajib Anda Tahu

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/03/2018