Aminofilin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Aminofilin?

Aminofilin adalah obat untuk mengobati batuk dan kesulitan bernapas karena penyakit paru-paru berkepanjangan (contohnya asma, emfisema, dan bronkitis kronis).

Aminofilin termasuk dalam kelas obat bernama xanthine. Obat ini bekerja di dalam saluran udara dengan merilekskan otot-otot, membuka jalur udara untuk memulihkan pernapasan, dan mengurangi respon paru-paru terhadap zat-zat asing.

Obat ini tidak langsung bekerja serta tidak boleh digunakan untuk serangan gangguan pernapasan mendadak. Dokter harus meresepkan obat atau pengisap instan (misalnya albuterol) untuk serangan napas pendek mendadak atau asma selagi Anda sedang menggunakan obat ini.

Anda harus selalu membawa pengisap instan ini ke mana-mana. Konsultasi dengan dokter atau apoteker untuk detail lebih lanjut.

Bagaimana aturan pakai Aminofilin?

Aminofilin bisa diminum sebelum atau setelah makan. Biasanya obat ini diminum 2-4 kali atau sesuai dengan arahan dokter. Jika obat ini membuat Anda sakit perut, Anda boleh meminumnya dengan makanan.

Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet perpanjangan karena dapat melepaskan semua obat sekali waktu, yang meningkatkan risiko efek samping.

Selain itu, jangan membelah tablet jika tidak memiliki garis pembatas pada obat, atau jika dokter atau apoteker tidak menyuruh Anda untuk melakukannya. Anda bisa menelan atau membelah tablet tanpa menghancurkan atau mengunyahnya terlebih dahulu.

Dosis untuk obat ini ditentukan berdasarkan kondisi medis, respon terhadap terapi, umur, berat badan, kadar obat dalam darah, dan obat-obatan lainnya yang mungkin Anda sedang minum.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan merasakan hasil yang maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari. Beritahu dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan Aminofilin?

Simpan obat pada suhu ruangan, jauh dari paparan cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan jangan pula dibekukan. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda.

Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhkan obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi.

Konsultasi dengan apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat untuk detil lebih mendalam tentang bagaimana cara membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Aminofilin untuk orang dewasa?

Intravena (IV): semua dosis berdasarkan aminofilin—pasien yang tidak menerima aminophyline atau theophylline

  • Dosis awal (Loading dose): 6 mg/kg dalam 100-200 mL cairan IV melalui infus sekali dalam 20-30 menit.
  • Dosis rumatan (setelah dosis awal):
  • Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • Perokok dewasa muda: 0,9 mg/kg/jam infus cairan intravena berkelanjutan.
  • Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 0,25 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.

Oral: Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline

  • Dosis awal (Loading Dose): 6,3 mg/kg oral sekali.
  • Dosis rumatan: (setelah dosis awal):
  • Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 12,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah. Jangan melebihi 1,125 mg/hari.
  • Perokok dewasa muda: 19 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 6,25 mg/kg/hari dalam dosis terpisah. Jangan melebihi 500 mg/hari.

Bagaimana dosis Aminofilin untuk anak?

Dosis anak-anak untuk apnea prematur

Bayi 4 minggu ke atas: (IV atau oral, semua dosis berdasarkan aminofilin):
  • Dosis awal (Loading dose): (Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline): 5-6 mg/kg sekali—jika diencerkan dalam cairan IV dan diberikan melalui infus sekali selama 20-30 menit.
  • Dosis rumatan: 3-8 mg/kg/hari terpisah setiap 6-12 jam

Dosis anak-anak untuk asma-akut

IV: (semua dosis berdasarkan aminofilin dan pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline):
  • Dosis awal (Loading dose) untuk penyembuhan asma: 6 mg/kg diencerkan dalam cairan IV melalui infus sekali selama 20-30 menit.
  • Dosis rumatan (setelah dosis pemberian):
  • 6 minggu-6 bulan: 0,5 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 6 bulan-1 tahun: 0,6-0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 1-9 tahun: 1-1,2 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 9-12 tahun: 0,9 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • >12 tahun: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
Oral: (Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline):
  • Dosis awal (Loading dose): 6,3 mg/kg oral sekali.
  • Dosis rumatan (setelah dosis pemberian):
  • 42 – 182 hari: 12-13,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 6 – 12 bulan: 15-22,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 1 – 9 tahun: 25-30 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 9 – 12 tahun: 17-20 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 12 – 16 tahun: 15-17 mg/kg dalam dosis terpisah.
  • 16 tahun ke atas: 6,25-20 mg/kg dalam dosis terpisah.

Dalam dosis dan sediaan apakah Aminofilin tersedia?

Obat ini tersedia dalam larutan injeksi dan tablet: 105 mg/5 ml.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Aminofilin?

Jika Anda mengalami efek samping serius di bawah ini, hentikan penggunaan aminofilin dan segera cari pertolongan medis: 

  • Reaksi alergi (sulit bernapas penyempitan tenggorokan pembengkakan bibir, lidah, atau wajah atau gatal-gatal)
  • Kejang-kejang
  • Detak jantung meningkat atau tidak teratur atau
  • Mual atau muntah berat.
  • Dada terasa sakit

Efek samping lain yang lebih ringan mungkin juga muncul, meskipun jarang terjadi pada dosis yang tepat. Lanjutkan minum aminofilin dan bicarakan dengan dokter bila Anda mengalami:

  • Mual ringan, nafsu makan berkurang, atau berat badan menurun
  • Gelisah, gemetaran, atau insomnia atau
  • Sakit kepala, merasa hendak pingsan, atau pusing.
  • Jumlah urine meningkat

Ada juga efek samping yang tidak membutuhkan bantuan medis, karena akan menghilang seiring berjalannya waktu Anda beradaptasi dengan obat ini, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala ringan
  • Mudah marah
  • Susah tidur, bahkan tidak bisa tidur sama sekali
  • Selalu merasa kurang beristirahat

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Aminofilin?

Sebelum menggunakan obat untuk penyembuhan asma ini, beri tahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi aminofilin atau obat-obatan lainnya
  • Mengenai daftar obat resep yang sedang Anda minum, terutama
    • allopurinol (Zyloprim)
    • azithromycin (Zithromax)
    • carbamazepine (Tegretol)
    • cimetidine (Tagamet)
    • ciprofloxacin (Cipro)
    • clarithromycin (Biaxin)
    • diuretik (pil air’)
    • erythromycin
    • litium (Eskalith, Lithobid)
    • kontrasepsi oral
    • phenytoin (Dilantin)
    • prednisone (Deltasone)
    • propranolol (Inderal)
    • rifampin (Rifadin)
    • tetracycline (Sumycin)
    • obat-obatan lain untuk infeksi atau penyakit jantung.
  • Mengengai obat resep dan tanpa resep yang sedang Anda minum, terutama obat tanpa resep yang mengandung ephedrine, epinephrine, phenylephrine, phenylpropanolamine, atau pseudoephedrine. Banyak obat tanpa resep mengandung obat-obatan ini (misalnya pil diet serta obat flu dan asma), jadi periksalah label dengan teliti. Jangan minum obat ini tanpa berbicara dengan dokter karena dapat meningkatkan efek samping dari aminofilin.
  • Jika Anda sedang atau pernah menderita kejang, penyakit jantung, kelenjar tiroid terlalu atau sama sekali tidak aktif, tekanan darah tinggi, atau penyakit hati atau Anda memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan aminofilin, hubungi dokter.
  • Jika Anda menggunakan produk tembakau. Merokok mungkin dapat mempengaruhi mekanisme kerja aminofilin dalam tubuh Anda.

Apakah Aminofilin aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Penyerapan aminofilin pada tubuh Anda mungkin berubah jika Anda sedang hamil. Namun, pada penelitian yang dilakukan terhadap hewan, dalam jumlah tiga kali dosis yang direkomendasikan untuk manusia, tidak ada tanda-tanda cacat yang ditunjukkan.

Meski begitu, tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C berdasarkan kategori yang dibuat oleh US Food and Drug Administration (FDA). 

Kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi
  • N= Tidak diketahui

Sementara itu, aminofilin dapat masuk ke dalam ASI dan mampu mempengaruhi bayi. Jangan minum aminofilin jika Anda sedang menyusui tanpa berbicara dengan dokter sebelumnya kalau Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Aminofilin?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat-obatan dengan aminofilin.

Simpan daftar semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) serta beritahu dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

  • Alkohol
  • Cimetidine (Tagamet, Tagamet HB)
  • Antibiotik fluoroquinolone such as enoxacin (Penetrex), lomefloxacin (Maxaquin), ciprofloxacin (Cipro), norfloxacin (Noroxin), dan ofloxacin (Floxin)
  • Clarithromycin (Biaxin) dan erythromycin (Ery-Tab, E.E.S., E-Mycin, dan sebagainya)
  • Disulfiram (Antabuse)
  • Estrogen (Ogen, Premarin, dan banyak jenis lainnya)
  • Fluvoxamine (Luvox)
  • Methotrexate (Folex, Rheumatrex)
  • Mexiletine (Mexitil) dan propafenone (Rythmol)
  • Propranolol (Inderal)
  • Tacrine (Cognex)
  • Ticlopidine (Ticlid) dan
  • Verapamil (Verelan, Calan, Isoptin).

Obat-obatan berikut mungkin mengurangi kadar aminofilin di dalam darah, yang membuat asma semakin sulit dikendalikan:

  • Aminoglutethimide (Cytadren),
  • Carbamazepine (Tegretol),
  • Isoproterenol (Isuprel),
  • Moricizine (Ethmozine),
  • Phenobarbital (Luminal, Solfoton),
  • Phenytoin (Dilantin),
  • Rifampin (Rifadin), dan
  • Sucralfate (Carafate).

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Aminofilin?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Aminofilin?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat yang bisa digunakan untuk mengobati bronkitis ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, khususnya:

  • Gagal jantung kongestif 
  • Cor pulmonale (kondisi jantung) 
  • Demam 102 derajat Fahrenheit atau lebih selama 24 jam atau lebih 
  • Hypothyroidism (tiroid tidak aktif) atau
  • Infeksi, parah (contoh: sepsis) 
  • Penyakit ginjal pada bayi kurang dari 3 bulan 
  • Penyakit hati (contoh: sirosis, hepatitis) 
  • Pulmonary edema (kondisi paru-paru) 
  • Shock (kondisi serius dengan aliran darah yang sangat sedikit di dalam tubuh)—gunakan obat dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat dari dalam tubuh yang lebih lambat.
  • Gangguan ritme jantung (contoh: aritmia)
  • Kejang-kejang, atau riwayat
  • Ulkus perut—gunakan dengan hati-hati. Mungkin penggunaan obat ini dapat memperparah kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis aminofilin termasuk mual, muntah, sakit kepala, insomnia, tremor (tangan bergetar atau tersentak), gelisah, kejang-kejang, dan detak jantung tidak teratur.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

    Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Asma, Health Centers 19 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

    5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

    Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kebugaran, Tips Sehat 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

    Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

    Tidak semua pengidap asma perlu pakai inhaler. Anda mungkin juga membutuhkan jenis obat semprot asma yang berbeda dengan pengidap asma lain.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Asma, Kesehatan Pernapasan 4 Desember 2019 . Waktu baca 11 menit

    Penyebab Asma Pada Anak, dan 8 Pencetus Gejalanya yang Perlu Orangtua Tahu

    Faktor penyebab asma pada anak ada banyak. Penelitian menyebut bahwa berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko yang jadi penyebabnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Anak, Parenting 1 Desember 2019 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    efek samping salep obat kortikosteroid

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    penyebab bronkitis

    Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
    penderita asma covid-19

    Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    asma kambuh saat udara dingin

    Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit