Acetylcysteine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa acetylcysteine digunakan?

Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat untuk memecah lendir yang ada di mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Obat ini juga biasa digunakan untuk mengencerkan lendir pada orang yang memiliki masalah paru-paru tertentu seperti:

Acetylcysteine juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol.

Obat ini juga digunakan selama operasi atau anestesi dan untuk tes persiapan medis yang mengecek kondisi tenggorokan dan paru-paru.

Cara Pakai

Bagaimana cara menggunakan obat ini?

Untuk mengobati masalah kesehatan paru-paru, hiruplah obat ini seperti yang telah diarahkan dokter. Umumnya dokter atau perawat akan mengajarkan Anda pakai obat ini. Pelajari semua persiapan dan petunjuk penggunaan.

Saat menggunakan obat acetylcysteine Anda mungkin merasakan sedikit bau menyengat ketika pertama kali menghirup obat. Bau ini akan cepat hilang. Setelah dihirup, mungkin ada efek kaku pada wajah setelahnya. Cuci wajah Anda dengan air untuk menghilangkan lengket bekas obat

Jangan mencampur acetylcysteine dengan obat inhalasi lain kecuali jika memang diresepkan oleh dokter atau apoteker.

Jika Anda minum obat ini melalui mulut, gunakan sesuai petunjuk dokter Anda. Solusinya biasanya dicampur dengan cairan lain (seperti soda) untuk mengurangi mual dan muntah. Minumlah obat dalam waktu 1 jam setelah dicampur dengan cairan lain. 

Beri tahu dokter Anda jika Anda muntah dalam waktu 1 jam setelah minum obat. Anda mungkin perlu mengambil dosis lainnya yang lebih rendah.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Obat asetilsistein paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan berikut ini bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum mulai melakukan pengobatan.

Bagaimana dosis acetycysteine untuk orang dewasa?

Dosis nebulizer

Untuk mukolitik

Gunakan 1 hingga 10 mL larutan 20% atau 2 hingga 20 mL larutan 10%  yang dapat diberikan setiap 2 hingga 6 jam dalam sehari, dosis yang dianjurkan untuk kebanyakan pasien adalah 3 sampai 5 mL larutan 20% atau 6 hingga 10 mL larutan 10% tiga hingga empat kali sehari.

Dosis oral

Untuk mukolitik

600 mg per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam 3 dosis.

Untuk keracunan parasetamol

  • Untuk  dosis muatan berikan 140 mg / kg berat badan, oral, sekali sebagai dosis pemuatan (lihat instruksi di kemasan obat)
  • Untuk Dosis Pemeliharaan berikan  70 mg / kg berat badan, secara oral, 4 jam setelah dosis pemuatan dan setiap 4 jam untuk 17 dosis total, kecuali tes paracetamol berulang menunjukkan kadar nontoksik (lihat instruksi persiapan di bawah)

Bagaimana dosis untuk anak-anak?

Dosis asetilsistein untuk anak bisa diberikan melalui resep dokter yang akan diberikan berdasarkan berat badan anak tersebut.

Dalam bentuk apa obat acetylcysteine tersedia?

Acetylcysteine tersedia dalam sediaan tablet 600 mg dan untuk nebulizer ampul dalam sediaan 300 mg/3 ml.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat terjadi akibat acetylcysteine?

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping, tidak terkecuali asetilsistein. Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya.

Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.

Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi:

  • Sesak dada atau kesulitan bernapas
  • Lengket di sekitar wajah yang terkena topeng nebulizer
  • Bercak putih atau luka di dalam mulut atau di bibir Anda
  • Mual dan muntah
  • Demam, pilek, sakit tenggorokan

Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis. Gejala reaksi alergi dapat berupa:

  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan acetylcysteine adalah sebagai berikut:

  • Pasien yang memiliki asma bronkial harus dipantau terhadap kemungkinan terjadinya bronkospasme. Jika bronkospasme terjadi, pengobatan harus segera dihentikan.
  • Obat ini ada dalam bentuk sediaan aerosol dapat memperburuk batuk pada pasien yang memiliki asma bronkial akut.
  • Penggunaan acetylcysteine, terutama pada awal pengobatan, dapat mencairkan sekresi bronkus dan secara bersamaan meningkatkan volumenya. Jika pasien tidak mampu untuk meludah, perlu untuk membersihkan saluran udara dengan drainase postural atau menggunakan bronchosuction untuk menghindari retensi sekresi.
  • Tanyakanlah dosis acetylcysteine untuk anak-anak kepada dokter.
  • Acetylcysteine bisa menyebabkan rasa kantuk pada sebagian orang. Hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi atau menggunakan obat ini.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan asetilsistein.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama asetilsistein atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini.

Apakah obat ini  aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai tentang apakah acetylcysteine aman untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut adalah penjelasan kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A: Tidak berisiko
  • B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C: Mungkin berisiko
  • D: Ada bukti positif berisiko
  • X: Kontraindikasi
  • N: Tidak diketahui

Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi

Obat-obatan apa yang bisa bereaksi dengan acetylcysteine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam laman ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menurut Drugs.com, obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan asetilsistein adalah:

  • charcoal atau arang aktif
  • ifosfamide
  • insulin hirup

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada penggunaan yang berlebihan atau tertelan tidak disengaja, maka gejala overdosis bisa saja terjadi. Adapaun tanda dan gejala sama seperti efek samping di atas namun lebih parah lagi. Sejauh ini tidak ada laporan efek samping serius ataupun gejala keracunan, walaupun dengan overdosis yang sangat tinggi.

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum ?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Pastikan Anda tidak menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/03/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Obat herbal digunakan sebagai alternatif untuk mengobati suatu penyakit. Namun, ada beberapa daftar obat herbal yang bisa meningkatkan penyakit hati.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 11/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati, Sembarang Minum 4 Obat Ini Dapat Merusak Saraf Mata

Setiap obat harus diminum sesuai dosis dan aturan pakainya. Empat jenis obat ini efek sampingnya dapat merusak saraf mata jika digunakan sembarangan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Paramex

Paramex adalah obat sakit kepala. Cari tahu informasi dosis dan cara pakai Paramex di Hello Sehat. Termasuk risiko efek samping dan keamanannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 18/06/2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat anyang-anyangan

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
cara menyimpan obat padat

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . Waktu baca 4 menit