Nama Generik: Xanax Merek: xanax atau xanax XRdanxanax-1mg-30-tablets.

Fungsi & Kegunaan

Untuk apa obat Xanax digunakan?

Xanax adalah obat yang termasuk ke dalam jenis obat benzodiazepine, yang digunakan untuk mengatasi depresi, sindrom kecemasan, serta gejala panik yang berlebihan.

Bagaimana aturan pakai Xanax?

Ikuti petunjuk atau anjuran yang tertera pada kemasan obat. Jangan gunakan obat ini dalam dosis yang besar dan diminum dalam waktu yang lama. Konsultasikan pada dokter, sampai kapan Anda harus mengonsumsi obat ini.

Jangan pernah memberikan atau berbagi obat ini pada orang lain, apalagi pada orang yang memiliki riwayat kecanduan obat.

Telan tablet sekaligus, jangan mengunyahnya atau bahkan menghisapnya.

Bagaimana cara menyimpan Xanax?

Xanax paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Jangan gunakan lagi dan buang obat ini jika sudah melewati kedaluwarsa.

Dosis

Berapa dosis Xanax untuk dewasa?

Dosis Xanax untuk orang yang mengalami gangguan kecemasan:

  • Dosis utama: 0,25 – 0,5 mg diminum sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Dosis akan meningkat setiap 3-4 hari jika gejala tak kunjung teratasi. Dosis maksimal yaitu 4 mg Xanax per hari.

Untuk orang yang mengalami gangguan panik berlebihan (panic disorder), biasanya akan diberikan dosis lebih besar dari 4 mg per hari. Namun hal ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dalam dosis dan sediaan apakah Xanax tersedia?

  • Tablet 0,25 mg, mengandung alprazolam 0,25 mg per tablet
  • Tablet 0,5 mg, mengandung alprazolam 0,5 mg per tablet
  • Tablet 1 mg, mengandung alprazolam 1 mg per tablet

Efek Samping

Apa efek samping Xanax yang mungkin terjadi?

Penggunaan obat ini dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti:

  • Kepala terasa ringan
  • Produksi air liur meningkat
  • Dapat mengubah gairah seksual
  • Rasa lelah
  • Kesulitan dalam mengingat
  • Perubahan berat badan, berat badan turun atau naik
  • Diare
  • Insomnia
  • Meningkatkan atau menurunkan nafsu makan
  • Sembelit

Pada beberapa kasus lainnya, obat ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti:

  • Hipotensi
  • Gangguan seksual

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Xanax?

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap alprazolam atau jenis obat benzodiazepines lainnya.

Selain itu, sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya beritahukan dokter Anda terkait riwayat penyakit, khususnya jika Anda memiliki masalah pernapasan, penyakit liver, penyakit ginjal, glaukoma, serta kecanduan alkohol atau obat-obatan.

Apakah Xanax aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Xanax tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan karena dapat berisiko pada janin. Sementara, pada ibu yang sedang menyusui, obat jenis ini dapat ditransferkan melalui ASI pada bayi, jadi ibu menyusui juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Xanax?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Beberapa jenis obat-obatan yang menimbulkan interaksi dengan Xanax, yaitu:

  • Obat anti jamur, sporanox atau Nizoral
  • Obat jenis benzodiazepine lainnya seperti Librium, Librax, Klonopin, Tranxene, Valium, ProSom, Dalmane, Ativan, Versed, Serax, Restoril, dan Halcion
  • Obat tidur contohnya, Lunesta, Unisom, Rozerem, Sonata, and Ambien, Ambien CR, Edluar, or Zolpimist
  • Obat antipsikotik, seperti Abilify, Saphris, Thorazine, Clozaril, Prolixin, Haldol, Fanapt, Adasuve, Loxitane, dan Latuda
  • Obat antidepressant, seperti Elavil, Etrafon, Asendin, Celexa, Anafranil, Norpramin, Sinequan, Lexapro, Prozac, dan Zoloft.
  • Obat antikejang, Carbatrol, Tegretol, Depakote or Depakote ER, Depakene, Felbatol, Trileptal, Dilantin, dan Mysoline.
  • Obat antibiotik, contohnya, Biaxin, erythromycin, Mycobutin, rifampin, Priftin, and Ketek
  • Obat HIV/AIDS, seperti eyataz, Rescriptor, Sustiva, Atripla, Intelence, Crixivan, Viracept, Viramune, Invirase, Norvir, dan Kaletra
  • Pil KB
  • Obat bius
  • Obat anti-alergi

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Xanax?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Makanan yang akan menimbulkan interaksi yang kurang baik dengan obat Xanax atau Xanax XR, yaitu anggur atau jus anggur. Anggur diketahui dapat berinteraksi dengan Xanax dan bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Xanax?

Bila Anda mengalami kondisi kesehatan berikut, maka Anda tidak dianjurkan untuk minum obat jenis ini.

  • Penyakit liver (hati)
  • Depresi
  • Kejang
  • Obesitas
  • Gangguan pernapasan
  • Glaukoma
  • Penyakit ginjal

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Xanax dan apa efeknya?

Gejala yang akan timbul ketika seseorang mengalami overdosis obat ini yaitu:

  • Kelelahan
  • Koordinasi saraf terganggu
  • Gangguan releks tubuh
  • Koma

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Oktober 10, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 10, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan