home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Meski kesannya sepele, perubahan gaya hidup sangat berpengaruh terhadap peluang kesembuhan orang yang mengalami depresi. Inilah mengapa dokter biasanya menganjurkan orang dengan depresi untuk berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta cukup istirahat.

Nah, salah satu makanan yang harus Anda tingkatkan untuk mengatasi gejala depresi adalah makanan yang mengandung probiotik. Mengapa harus mengonsumsi banyak makanan probiotik saat depresi? Ini dia jawabannya.

Depresi bukan sekadar galau biasa

Depresi bukan hanya soal suasana hati yang sedang kacau. Pasalnya, depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia dalam otak. Aktivitas sirkuit otak yang tidak normal serta gen tertentu juga bisa membuat Anda lebih rentan diserang depresi. Maka, depresi tidak akan hilang begitu saja jika dibiarkan.

Penting bagi Anda untuk melakukan sejumlah perubahan, misalnya makan makanan yang baik untuk kesehatan otak dan menghindari penyebab stres. Dengan begitu, Anda bisa mengembalikan fungsi otak dan mengusir gejala depresi.

Bagaimana probiotik bisa mengatasi gejala depresi?

Sebuah penelitian pada 2016 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nutrients menyebut probiotik mampu mengurangi gejala depresi secara cukup signifikan. Penelitian terbaru pada 2017 dalam jurnal Scientific Reports juga mendukung temuan tersebut. Kedua penelitian ini membuktikan bahwa probiotik yang baik untuk usus ternyata juga baik untuk kesehatan otak Anda yang diserang depresi.

Probiotik bisa membantu meringankan depresi karena kandungan bakteri baik bernama Lactobacillus. Di dalam usus, Lactobacillus bertugas untuk mengusir bakteri jahat. Bakteri jahat dalam tubuh bisa menyebar dan menyebabkan kerusakan, misalnya memblokir produksi hormon serotonin dan dopamin.

Rendahnya kadar kedua hormon ini akan membuat suasana hati lebih sendu dan mudah putus asa. Bila disertai dengan tekanan batin dari luar, otak malah akan menghasilkan hormon stres bernama kortisol. Karenanya, reaksi kimia di otak jadi makin kacau.

Untuk menghentikan kerusakan dan gangguan yang disebabkan oleh bakteri jahat, tubuh memerlukan sistem daya tahan tubuh yang kuat. Nah, Lactobacillus dalam usus Anda bisa memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan kerusakan di otak.

Menurut dr. Emily C. Deans, dokter spesialis kejiwaan dari Amerika Serikat, efek mengonsumsi makanan probiotik hampir serupa dengan efek mengonsumsi obat antidepresan. Namun, bukan berarti probiotik bisa menggantikan antidepresan. Apalagi kalau dokter sudah meresepkannya buat Anda.

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Untuk menambah asupan bakteri baik dalam tubuh, Anda bisa mencoba berbagai makanan probiotik. Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang kaya akan probiotik.

  • Yogurt
  • Kefir
  • Acar
  • Tahu
  • Tempe
  • Susu kedelai
  • Cokelat hitam
  • Buah zaitun

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Probiotics for Depression. https://www.psychologytoday.com/blog/evolutionary-psychiatry/201602/probiotics-depression Diakses pada 7 April 2017.

Your New Antidepressant Goes Remarkably Well with Blueberries. http://www.prevention.com/mind-body/probiotics-antidepressants Diakses pada 7 April 2017.

Effect of Probiotics on Depression. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4997396/ Diakses pada 7 April 2017.

Probiotic found in yogurt can reverse depression symptoms. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170308114709.htm Diakses pada 7 April 2017.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 07/01/2021
x