10 Gejala Ketergantungan Obat dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ternyata, bukan hanya penggunaan obat terlarang (narkoba) yang dapat disebut sebagai ketergantungan obat. Saat Anda mengonsumsi obat-obatan melebihi dosis dan dalam waktu yang lama pun bisa diartikan bahwa Anda telah ketergantungan obat. Meski hanya digunakan sebagai upaya untuk mengatasi gejala atau keluhan tertentu, meredakan rasa sakit, ataupun menunjang keseharian. Contohnya seperti obat tidur dan juga obat antidepresan.

Sekarang, apakah obat yang Anda konsumsi sudah sesuai dosis atau malah lebih dari jumlah yang dibutuhkan? Lalu, apa yang harus dilakukan kalau sudah ketergantungan obat? Simak dalam ulasan berikut ini.

Apa yang dimaksud dengan ketergantungan obat?

Dilansir dari laman Healthyplace, ketergantungan obat dapat diartikan sebagai proses konsumsi obat yang dilakukan secara berulang-ulang melebihi aturan penggunaannya atau tidak sesuai anjuran dokter. Hal ini dilakukan tanpa memikirkan efek samping yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan ini. Di sisi lain, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, ataupun keduanya.

Saat Anda telah ketergantungan untuk terus mengonsumsi obat-obatan tertentu, berarti tubuh Anda telah menyesuaikan diri dengan kehadiran obat tersebut. Akhirnya ketika Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya, tubuh akan menghasilkan reaksi berbeda yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya suatu zat kimia yang telah menjadi kebiasaan dalam tubuh Anda.

Apa saja gejala ketergantungan obat?

Saat tubuh mulai menyadari bahwa Anda telah mengonsumsi obat dalam jumlah yang terlalu banyak, maka akan menimbulkan beberapa gejala pada tubuh Anda. Sepuluh gejala yang paling sering terjadi antara lain:

  • Sakit perut, mual, dan muntah
  • Hilang kesadaran (pingsan)
  • Masalah pernapasan dan tekanan darah
  • Nyeri dada
  • Pupil mata membesar
  • Tremor (gemetaran)
  • Kejang
  • Halusinasi
  • Diare
  • Kulit seketika menjadi dingin dan berkeringat, serta panas dan kering

Jika Anda mengalami hal-hal serupa, dan mengetahui riwayat Anda mengonsumsi obat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama maka sangat disarankan agar Anda mencari pertolongan medis guna segera mendapatkan bantuan kesehatan.

Lalu bagaimana cara mencegah sebelum ketergantungan obat?

Ketergantungan akibat konsumsi obat yang tidak sesuai aturan dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  • Apabila Anda minum obat berdasarkan resep dokter, patuhilah sesuai petunjuk penggunaan obat yang dianjurkan. Jangan mencampur konsumsi obat dengan obat jenis lain tanpa berkonsultasi lebih dulu pada dokter.
  • Apabila Anda merasakan hasrat untuk mengonsumsi obat dengan jenis tertentu dalam dosis lebih banyak, sebaiknya Anda hubungi dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut dibanding Anda mengambil keputusan sendiri.

Apakah ada cara untuk mengatasi hal ini?

Ada beberapa cara yang dapat Anda dilakukan jika mengalami ketergantungan obat, tapi tetap pertimbangkan situasinya. Jenis obat apa yang dikonsumsi, berapa banyak jumlah yang telah dikonsumsi, berapa lama waktu konsumsinya merupakan beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menentukan cara mengatasi ketergantungan obat ini.

Biasanya pengobatan yang dapat Anda lakukan jika sudah mengalami hal ini adalah menemui dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater) atau konselor guna membantu mengatasi ketergantungan yang Anda alami, bisa dengan terapi atau penanganan lain secara tepat. Misalnya penyesuaian dosis atau mengganti golongan obat. 

Lainnya, bisa dilakukan dengan cara membebaskan jalan napas atau memasukkan tabung pernapasan ke dalam pernapasan ketika gejala sudah menyerang saluran pernapasan yang semakin memburuk, pemberian arang aktif (activated charcoal) di klinik atau rumah sakit untuk menyerap obat yang menyebabkan ketergantungan, serta pemberian cairan infus untuk membantu tubuh mengeluarkan zat obat tersebut lebih cepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 1, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca