Meropenem obat apa?

Oleh

Nama Generik: Meropenem Merek: Caprenem, Caronem, Eradix, Granem, Lanmer, Merobat, Merocef, Merofen, Meromed, Meronem, Meropros, Merosan, Merotik, Meroxi, Merpen, Metpenem, Opimer, Penemac, Propenem, Rindonem, Ronem, Sefanem, Simpenem, Tripenem, Merem, Meropenem Hexpharm, Meropenem Yarindo, Meropex, Phanem, Pinur dan Sohonem.

Penggunaan

Untuk apa Meropenem?

Meropenem adalah obat dengan fungsiĀ untuk menangani penyebaran berbagai variasi infeksi bakteri. Obat ini tergolong ke kelas obat yang bernama carbapenem-type antibiotic. Obat ini bekerja untuk menghentikan pertumbuhan bakteri.

Dosis meropenem dan efek samping meropenem akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Meropenem?

Pengobatan ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah. Biasanya setiap 8 jam sekali atau sesuai dengan arahan dokter. Dosisnya didasarkan kepada kondisi medis dan respon Anda terhadap perawatan tersebut. Untuk anak-anak, dosisnya juga didasarkan kepada berat badan.

Jika Anda menjalani rawat jalan dengan pengobatan ini, pelajari semua persiapan dan instruksi yang ada dari perawat kesehatan yang profesional. Sebelum menggunakan obat ini, silahkan periksa produk ini apakah ada partikel atau perubahan warna. Jika ada, jangan gunakan cairannya. Pelajari cara menyimpan dan membuang persediaannya juga dengan aman.

Antibiotik bekerja dengan baik ketika jumlah obat yang ada di dalam tubuh Anda tersimpan dengan level yang konstan. Oleh karena itu, gunakan obat ini pada jarak yang merata.

Lanjutkan penggunaan obat ini sampai periode perawatan yang dianjurkan berakhir, meski gejala sudah menghilang dalam beberapa hari. Terlalu dini menghentikan pengobatan bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri berlanjut, yang mana mampu mengundang kembali infeksi untuk muncul lagi.

Bicarakan kepada dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Meropenem?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Meropenem untuk orang dewasa?

Dosis biasa untuk orang dewasa untuk infeksi kulit

500 mg IV setiap 8 jam

Infeksi rumit karena Pseudomonas aeruginosa: 1 g IV setiap 8 jam

Dosis biasa untuk orang dewasa untuk penyakit Meningitis

Infectious Diseases Society of America (IDSA) merekomendasikan 2 gram IV setiap 8 jam selama 7-21 hari

Dosis biasa untuk dewasa untuk penyakit Nosocomial Pneumonia

American Thoracic Society, IDSA merekomendasikan 1 g IV setiap 8 jam

Bagaimana dosis Meropenem untuk anak-anak?

Dosis biasa untuk anak-anak dengan infeksi kulit

3 bulan atau lebih: 10 mg / kg IV setiap 8 jam

Dosis maksimum: 500 mg / dosis

Infeksi rumit karena P aeruginosa: 20 mg / kg IV setiap 8 jam

Dosis maksimum: 1 g / dosis

Dosis biasa anak-anak untuk Infeksi Intra Abdomen

3 bulan atau lebih: 20 mg / kg IV setiap 8 jam

Dosis maksimum: 1 g / dosis

Dosis biasa anak-anak untuk Meningitis

3 bulan atau lebih: 40 mg / kg IV setiap 8 jam

Dosis maksimum: 2 g / dosis

Dalam dosis apakah Meropenem tersedia?

Meropenem untuk suntikan USP (I.V.) tersedia dalam tabung suntikan 20 ml dan 30 ML yang mengandung cukup meropenem untuk menyediakan 500 mg atau 1 g pemberian obat secara intravena.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Meropenem?

– Reaksi alergi (sulit bernafas, menelan, pembengkakan di bibir, lidah, wajah atau gatal-gatal

– Kejang

– Diare

– Kulit yang mengelupas

– Rasa lelah yang tidak biasa dan lemas

– Perdarahan dan luka

Efek samping serius lainnya yang mungkin muncul antara lain:

– mual atau muntah

– diare atau sembelit

– sakit kepala, atau

– nyeri, kemerahan, dan bengkak ringan di tempat suntikan.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Meropenem?

Sebelum menggunakan meropenem,

– Katakan kepada dokter atau petugas obat Anda jika Anda memiliki alergi terhadap meropenem, penisilin, sefalosporin [cefaclor (Cefaclor), sefadroksil (Duricef), atau sefaleksin (Keflex) dan obat-obatan lainnya.

– Katakan kepada dokter dan petugas obat Anda, obat dengan resep dan nonresep apa yang tengah Anda konsumsi khususnya probenecid (Benemid), valproic acid (Depakene, Depakote) dan vitamin

– Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki gangguan dengan ginjal dan hati

– Katakan kepada dokter Anda jika Anda tengah mengandung, atau berencana akan hamil atau tengah menyusui. Jika Anda tengah hamil saat mengonsumsi obat ini, hubungi dokter Anda

Apakah Meropenem aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah Meropenem dapat terbawa ke ASI dan apakah ia dapat membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Meropenem?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

– divalproex sodium;

– probenecid

– valproic acid.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Meropenem?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Meropenem?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

– Alergi terhadap penicilin, sephalosporins, dan alergi lainnya.

– Infeksi otak karena bakteri

– Luka di otak

– Kejang, obat ini dapat menyebabkan efek samping yang bisa lebih parah

– Penyakit ginjal.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca