Meropenem obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Meropenem Merek: Caprenem, Caronem, Eradix, Granem, Lanmer, Merobat, Merocef, Merofen, Meromed, Meronem, Meropros, Merosan, Merotik, Meroxi, Merpen, Metpenem, Opimer, Penemac, Propenem, Rindonem, Ronem, Sefanem, Simpenem, Merem, Meropenem Hexpharm, Meropenem Yarindo, Meropex, Phanem, Pinur dan Sohonem.

Penggunaan

Untuk apa Meropenem?

Meropenem adalah obat antibiotik yang berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini tergolong ke dalam kelas antibakteri carbapenem beta laktam. Antibiotik jenis ini bekerja dengan dengan cara mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

Meropenem adalah antibiotik spektrum luas. Biasanya dokter menggunakan obat ini untuk melawan infeksi bakteri parah seperti meningitis, sepsis, appendicitis ataupun infeksi yang menyerang kulit. Penting dipahami bahwa obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu.

Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan. Anda mungkin akan mendapatkan pengawasan ketat oleh dokter selama mengonsumsi obat ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping yang berbahaya dan berakibat fatal.

Bagaimana cara penggunaan Meropenem?

Meropenem adalah obat antibiotik yang hanya tersedia dalam bentuk parenteral, yang diberikan melalui infus atau suntikan ke pembuluh darah. Maka itu, sebaiknya obat ini diberikan oleh dokter atau tenaga medis yang sudah terlatih dan profesional.

Jangan coba-coba untuk menyuntikkan sendiri obat ke pembuluh darah. Tanpa pengawasan yang tepat, kondisi Anda bisa saja semakin memburuk atau Anda justru mengalami efek samping yang berbahaya.

Biasanya dokter akan memberikan obat ini setiap 8 jam sekali. Namun, pemberian obat ini bisa saja lebih cepat atau lambat, tergantung pada kebutuhan setiap pasien.

Dosis obat ini disesuaikan dengan kondisi medis dan respon pasien terhadap pengobatan. Khusus untuk anak-anak, dosisnya disesuaikan dengan berat badan mereka.

Obat-obatan antibiotik akan bekerja lebih optimal bila digunakan secara teratur sesuai yang dianjurkan dokter. Supaya tidak lupa, pastikan Anda menggunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.

Selama menjalani pengobatan dengan antibiotik jenis ini, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tes darah. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi ginjal dan hati pasien. Sebab, obat ini bisa saja memengaruhi fungsi kedua organ tersebut.

Meski gejala sudah menghilang dalam beberapa hari, tetap lanjutkan penggunaan obat ini sampai periode perawatan yang dianjurkan berakhir. Terlalu dini menghentikan pengobatan bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri berlanjut, yang mana mampu mengundang kembali infeksi untuk muncul lagi.

Jangan ragu untuk berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk. Semakin cepat kondisi Anda diobati, maka pengobatannya akan semakin mudah. Plus, peluang Anda untuk bisa sembuh lebih cepat juga akan semakin besar.

Bagaimana cara penyimpanan Meropenem?

Meropenem adalah salah satu jenis antibiotik yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Juhkan obat ini dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Meropenem untuk orang dewasa?

Untuk mengatasi infeksi bakteri, dosis obat ini yang direkomendasikan adalah 500 miligram (mg) diberikan lewat suntikan atau infus setiap 8 jam.

Pada pasien yang mengalami pneumonia, peritonitis, septikemia, dan neutropenia, dosis obat dapat dinaikkan menjadi 2 kali lipat, menjadi 1 gram (g). Obat diberikan lewat suntikan atau infus setiap 8 jam.

Sedangkan dosis obat untuk mengatasi meningitis adalah 2 gram diberikan setiap 8 jam.

Setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis yang berbeda. Dokter menentukan dosis berdasarkan kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan. Selalu tanyakan pada dokter tentang keamanan dosis obat yang Anda gunakan.

Bagaimana dosis Meropenem untuk anak-anak?

Pemberian dosis obat pada anak-anak disesuaikan dengan berat badan (BB) mereka.

Untuk mengatasi infeksi pneumonia, peritonitis, septikemia, dan neutropenia pada anak usia 3 sampai 12 tahun, dosis obat dapat berkisar dari 10-20 mg/kgBB. Obat akan diberikan setiap 8 jam.

Dosis obat yang direkomendasikan untuk anak dengan meningitis adalah 40 mg/kgBB diberikan setiap 8 jam.

Sementara untuk anak-anak usia 4-12 tahun yang mengalami infeksi saluran napas bawah pada fibrosis kistik, dosis obat dari 25 sampai 40 mg/kgBB diberikan setiap 8 jam.

Anak yang berat badanya lebih dari 50 kg, dosisnya sama dengan orang dewasa.

Dalam dosis apakah Meropenem tersedia?

Obat ini tersedia dalam tabung suntikan 20 mililiter (ml) dan 30  ml dengan kekuatan 500 mg atau 1 gram.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Meropenem?

Sama seperti obat-obatan lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping dari yang ringan hingga berat. Sejumlah efek samping yang paling umum dan sering dikeluhkan pasien setelah mengonsumsi obat Metopenem adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Bengkak dan rasa nyeri di area bekas suntikan
  • Sakit kepala

Sebaiknya hentikan pengobatan dan segera berobat ke dokter bila Anda mengalami syok anafilaksis. Anafilaksis merupakan reaksi alergi parah yang ditandai dengan gatal-gatal di sekujur badan, kulit memerah atau pucat, kesulitan bernapas, detak jantung melemah atau cepat, serta pembengkakan di tenggorokan, bibir, dan wajah.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Meropenem?

Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, pastikan Anda memahami hal-hal berikut:

  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda mengalami alergi terhadap meropenem, penisilin, sefalosporin [cefaclor (Cefaclor), sefadroksil (Duricef), atau sefaleksin (Keflex) dan obat-obatan lainnya.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun. Khususnya probenecid (Benemid), valproic acid (Depakene, Depakote).
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang atau pernah mengalami gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang atau pernah mengalami cedera kepala, tumor otak, epilepsi, atau gangguan kejang lainnya.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat penyakit kronis lain, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda tengah mengandung, atau berencana akan hamil atau tengah menyusui.

Apakah Meropenem aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko,
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C = Mungkin berisiko,
  • D = Ada bukti positif dari risiko,
  • X = Kontraindikasi,
  • N = Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah Meropenem dapat terbawa ke ASI dan apakah ia dapat membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Meropenem?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat.

Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beberapa obat-obatan yang berpotensi menyebabkan interaksi dengan obat metopenem adalah:

  • Amifampridine
  • Bupropion
  • Divalproex sodium
  • Encorafenib
  • Entecavir
  • Estradiol
  • Ethinyl estradiol
  • Fluphenazine
  • Iohexol
  • Iopamidol
  • Metrizamide
  • Mycophenolate mofetil
  • Mycophenolic acid
  • Pemetrexed
  • Pretomanid
  • Probenecid
  • Teriflunomide
  • Tramadol
  • Valproic acid

Mungkin masih banyak obat lain yang bisa berinteraksi dengan obat ini. Maka dari itu, pastikan Anda memberi tahu dokter perihal semua obat-obatan yang sedang rutin diminum belakangan ini. Hal sederhana ini penting dilakukan untuk mencegah efek samping berbahaya bisa berakibat fatal. 

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Meropenem?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Meropenem?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alergi terhadap penicilin, sephalosporins, dan alergi lainnya.
  • Infeksi otak karena bakteri
  • Cedera kepala yang mengenai otak
  • Kejang, obat ini dapat menyebabkan efek samping yang bisa lebih parah
  • Penyakit ginjal dan hati

Mungkin masih banyak kondisi kesehatan lain  yang bisa berinteraksi dengan obat ini. Maka dari itu, pastikan Anda memberi tahu dokter tentang riwayat kesehatan yang pernah atau sedang Anda alami. Hal sederhana ini penting dilakukan untuk mencegah efek samping berbahaya bisa berakibat fatal. 

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, biasanya mereka akan mengalami gejala khas seperti:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 1, 2019

Sumber