Nama Generik: Clonidine Merek: Catapres, Clonidine Indo Farma dan obat clonidine adalah.

Penggunaan

Untuk apa Clonidine?

Clonidine adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat ini dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan obat lain.

Clonidine termasuk ke dalam kelas obat A (agonis alpha pusat) yang bekerja pada otak untuk menurunkan tekanan darah. Obat ini menurunkan tekanan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.  Obat ini juga dapat digunakan untuk gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), mengatasi hot flushes yang terjadi saat menopause, gejala akibat penggunaan narkotika, serta membantu orang untuk berhenti merokok.

Dosis clonidine dan efek samping clonidine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Clonidine?

Bacalah brosur Informasi Pasien jika tersedia dari apoteker Anda sebelum mulai menggunakan clonidine dan setiap kali Anda mendapatkan isi ulang. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

Buka kemasan dan tempelkan patch ke daerah yang bersih, kering, dan kulit lengan bagian atas yang tidak berbulu atau dada bagian atas. Tekan patch selama sekitar 10 detik untuk memastikan ia tetap pada tempatnya. Jangan menempelkan patch pada kulit berminyak, terluka, atau yang sedang iritasi. Hindari mengaplikasikan patch ke daerah kulit di mana ia mungkin mudah terlepas (seperti pada lipatan kulit). Gunakan obat ini seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Patch biasanya dipakai selama 1 minggu dan kemudian diganti. Ikuti jadwal pemberian dosis secara hati-hati. Cuci tangan setelah menyentuh patch.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon tubuh terhadap pengobatan.

Saat mengganti patch Anda, pastikan untuk menerapkan patch baru untuk daerah yang berbeda. Lipat patch yang lama setengah bagian dengan sisi yang lengket saling menempel dan buanglah di tempat sampah yang jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Jangan membuang patch ke toilet.

Jika patch mulai melonggar dari kulit, Anda dapat memasang perekat di atas patch sehingga tidak lepas selama kurang lebih 1 minggu. Perekat ini tidak mengandung obat apapun. Jika patch jatuh atau jika Anda memiliki kemerahan ringan/gatal/iritasi di sekitar lokasi yang ditempeli patch, buanglah patch seperti yang diarahkan dan tempelkan patch yang baru pada daerah yang berbeda.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sebagai pengingat, gantilah patch pada hari yang sama setiap minggu. Tandai kalender sebagai pengingat. Penting untuk terus menggunakan obat ini bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan sakit.

Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa perintah dari dokter Anda. Anda mungkin mengalami gejala seperti kegelisahan, agitasi, gemetar, dan sakit kepala. Tekanan darah naik pesat juga dapat terjadi jika penggunaan obat ini tiba-tiba dihentikan. Risikonya lebih besar jika Anda menggunakan obat ini untuk waktu yang lama atau dalam dosis tinggi, atau jika Anda juga mengambil beta blocker (seperti atenolol). Ada juga laporan langka mengenai kemungkinan reaksi fatal berat (seperti stroke) akibat berhenti menggunakan obat ini terlalu cepat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tidak kehabisan patch clonidine atau melewatkan dosis. Untuk mencegah reaksi apapun saat Anda menghentikan pengobatan dengan obat ini, dokter dapat mengurangi dosis secara bertahap. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya. Laporkan gejala baru atau apabila gejala memburuk.

Ketika digunakan untuk waktu yang lama, obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik dan mungkin memerlukan dosis yang berbeda atau obat tambahan. Bicarakan dengan dokter Anda jika fungsi obat ini menurun (misalnya tekanan darah Anda tetap tinggi atau cenderung meningkat).

Bagaimana cara penyimpanan Clonidine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Clonidine untuk orang dewasa?

Untuk mengatasi hipertensi, dosis clonidine adalah:

  • Dosis awal: 0,1 mg secara oral dua kali sehari (pagi dan sebelum tidur).
  • Pemeliharaan dosis: 0,2-0,6 mg/hari diberikan dalam dosis terbagi.

Untuk mengatasi hipertensi berat, dosis clonidine adalah:

0,2 mg oral sekali. Dosis tambahan dari 0,1 mg dapat diberikan sesuai kebutuhan dan ditoleransi setiap jam untuk mengontrol tekanan darah pasien ini. Waspadalah terhadap risiko stroke atau serangan jantung atau masalah lain yang terkait dengan penurunan tekanan darah yang agresif, terutama pada orang tua. Total dosis harian maksimum yang dianjurkan untuk setiap kasus hipertensi yang muncul adalah 0,8 mg.

Beberapa dokter melaporkan efek antihipertensi clonidine pada pasien yang mengalami cedera tulang belakang karena obat ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghambat nada simpatik perifer, sehingga sistem saraf pusat dan perifer terganggu pada pasien ini.

Bagaimana dosis Clonidine untuk anak-anak?

Untuk mengatasi Attention Deficit Disorder (ADHD), dosis clonidine adalah:

  • Dosis awal: 0,05 mg diminum pada waktu menjelang tidur. Penambahan dosis dilakukan secara bertahap setiap 3 sampai 7 hari sebesar 0,05 mg bertahap 2 kali sehari, kemudian 3 kali sehari, kemudian 4 kali sehari.
  • Dosis maksimum: 0,2 mg/hari secara oral untuk pasien dengan berat 40,5 kg ke 27; 0,3 mg/hari untuk pasien dengan berat 40,5-45 kg.

Dalam dosis apakah Clonidine tersedia?

Ketersediaan obat clonidine adalah:

  • Tablet
  • Suspensi

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Clonidine?

Efek samping yang tidak begitu serius antara lain:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Lelah
  • Gelisah
  • Mulut kering
  • Mata kering atau terbakar, penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Nafsu makan menurun
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Ruam kulit ringan atau gatal-gatal
  • Gairah seks menurun atau impotensi
  • Ruam pada kulit, perubahan warna, atau iritasi ringan di mana patch dikenakan.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai efek samping, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Clonidine?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

  • Alergi. Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.
  • Anak-anak. Belum ada studi yang akurat yang menggambarkan hubungan antara usia terhadap efek clonidine pada anak-anak muda usia 18 tahun dan Kapvay® extended-release tablet pada anak-anak muda dari usia 6 tahun. Belum ada ketetapan mengenai keamanan dan kemanjuran obat.
  • Lansia. Studi yang dilakukan hingga saat ini belum mengungkap masalah geriatri spesifik yang akan membatasi penggunaan clonidine pada orang tua. Namun, pasien usia lanjut lebih berisiko mengalami masalah ginjal atau hati terkait usia yang mungkin memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi dan penyesuaian dosis untuk pasien yang menggunakan clonidine.

Apakah Clonidine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •  A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Clonidine?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Amifampridine

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acebutolol
  • Amitriptyline
  • Amoxapine
  • Atenolol
  • Betaxolol
  • Bevantolol
  • Bisoprolol
  • Carteolol
  • Celiprolol
  • Clomipramine
  • Crizotinib
  • Desipramine
  • Dilevalol
  • Diltiazem
  • Dotiepin
  • Doxepin
  • Esmolol
  • Imipramine
  • Insulin Degludec
  • Levobunolol
  • Lofepramine
  • Metipranolol
  • Metoprolol
  • Mirtazapine
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nortriptyline
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Pindolol
  • Propranolol
  • Protriptyline
  • Sotalol
  • Tertatolol
  • Timolol
  • Trimipramine
  • Verapamil

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Cyclosporine
  • Fluphenazine
  • Mepivacaine
  • Nalokson
  • Yohimbine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Clonidine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Clonidine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Insufisiensi koroner parah
  • Dehidrasi
  • Serangan jantung
  • Blok jantung
  • Masalah jantung atau pembuluh darah
  • Gangguan irama jantung
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Penyakit ginjal akut
  • Masalah perut atau usus
  • Stroke
  • Sinkop (pingsan)
  • Penyakit ginjal

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis antara lain:

  • Pingsan
  • Denyut jantung yang lambat
  • Sulit bernapas
  • Gemetaran
  • Bicara cadel
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Dingin, kulit pucat
  • Mengatuk
  • Lemah
  • Pupil mata lebih kecil (lingkaran hitam di tengah mata)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 14, 2018 | Terakhir Diedit: September 14, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan