Nama Generik: Aminofilin Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa obat Aminofilin?

Aminofilin adalah obat untuk mengobati dan mencegah batuk dan kesulitan bernapas karena penyakit paru-paru berkepanjangan (contohnya asma, emphysema, bronkitis kronis).

Aminofilin termasuk dalam kelas obat bernama xanthine. Obat ini bekerja di dalam saluran udara dengan merilekskan otot-otot, membuka jalur udara untuk memulihkan pernapasan, dan mengurangi respon paru-paru terhadap zat-zat asing.

Obat ini tidak langsung bekerja serta tidak boleh digunakan untuk serangan gangguan pernapasan mendadak. Dokter harus meresepkan obat/pengisap instan (misalnya albuterol) untuk serangan napas pendek mendadak/asma selagi Anda sedang menggunakan obat ini. Anda harus selalu membawa pengisap instan ini ke mana-mana. Konsultasi dengan dokter atau apoteker untuk detail lebih lanjut.

Bagaimana aturan pakai Aminofilin?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya 2-4 kali atau sesuai dengan arahan dokter. Jika obat ini membuat Anda sakit perut, Anda boleh meminumnya dengan makanan.

Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet perpanjangan karena dapat melepaskan semua obat sekali waktu, yang meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan membelah tablet jika tidak memiliki score line dan dokter atau apoteker tidak menyuruh Anda. Anda bisa menelan atau membelah tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah.

Dosis berdasarkan kondisi medis, respon terhadap terapi, umur, berat badan, kadar obat dalam darah, dan obat-obatan lainnya yang mungkin Anda sedang minum. (Lihat juga bagian Interaksi Obat). Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari. Beritahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan Aminofilin?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Aminofilin untuk orang dewasa?

IV: (semua dosis berdasarkan aminofilin—pasien yang tidak menerima aminophyline atau theophylline)

  • Dosis awal (Loading dose): 6 mg/kg dalam 100-200 mL cairan IV melalui infus sekali dalam 20-30 menit.
  • Dosis rumatan (setelah dosis awal):
  • Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • Perokok dewasa muda: 0,9 mg/kg/jam infus cairan intravena berkelanjutan.
  • Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 0,25 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.

Oral: (Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline)

  • Dosis awal (Loading Dose): 6,3 mg/kg oral sekali.
  • Dosis rumatan: (setelah dosis awal):
  • Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 12,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah. Jangan melebihi 1,125 mg/hari.
  • Perokok dewasa muda: 19 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 6,25 mg/kg/hari dalam dosis terpisah. Jangan melebihi 500 mg/hari.

Bagaimana dosis Aminofilin untuk anak?

Dosis anak-anak untuk apnea prematur

Bayi 4 minggu ke atas: (IV atau oral, semua dosis berdasarkan aminofilin):

  • Dosis awal (Loading dose): (Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline): 5-6 mg/kg sekali—jika diencerkan dalam cairan IV dan diberikan melalui infus sekali selama 20-30 menit.
  • Dosis rumatan: 3-8 mg/kg/hari terpisah setiap 6-12 jam

Dosis anak-anak untuk asma-akut

IV: (semua dosis berdasarkan aminofilin dan pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline):

  • Dosis awal (Loading dose): 6 mg/kg diencerkan dalam cairan IV melalui infus sekali selama 20-30 menit.
  • Dosis rumatan (setelah dosis pemberian):
  • 6 minggu-6 bulan: 0,5 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 6 bulan-1 tahun: 0,6-0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 1-9 tahun: 1-1,2 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • 9-12 tahun: 0,9 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.
  • >12 tahun: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.

Oral: (Pasien yang tidak menerima aminofilin atau theophylline):

  • Dosis awal (Loading dose): 6,3 mg/kg oral sekali.
  • Dosis rumatan (setelah dosis pemberian):
  • 42 – 182 hari: 12-13,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 6 – 12 bulan: 15-22,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 1 – 9 tahun: 25-30 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 9 – 12 tahun: 17-20 mg/kg/hari dalam dosis terpisah.
  • 12 – 16 tahun: 15-17 mg/kg dalam dosis terpisah.
  • 16 tahun ke atas: 6,25-20 mg/kg dalam dosis terpisah.

Dalam dosis dan sediaan apakah Aminofilin tersedia?

Larutan, oral: 105 mg/5 ml.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Aminofilin?

Jika Anda mengalami efek samping serius di bawah ini, hentikan penggunaan aminofilin dan carilah perhatian medis darurat:

  • Reaksi alergi (sulit bernapas penyempitan tenggorokan pembengkakan bibir, lidah, atau wajah atau gatal-gatal)
  • Kejang-kejang
  • Detak jantung meningkat atau tidak teratur atau
  • Mual atau muntah berat.

Efek samping lain yang lebih ringan mungkin juga muncul, meskipun jarang terjadi pada dosis yang tepat. Lanjutkan minum aminofilin dan bicarakan dengan dokter bila Anda mengalami:

  • Mual ringan, nafsu makan berkurang, atau berat badan menurun
  • Gelisah, gemetaran, atau insomnia atau
  • Sakit kepala, merasa hendak pingsan, atau pusing.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Aminofilin?

Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter dan apoteker:

  • Jika Anda alergi aminofilin atau obat-obatan lainnya
  • Obat resep yang sedang Anda minum, terutama allopurinol (Zyloprim), azithromycin (Zithromax) carbamazepine (Tegretol), cimetidine (Tagamet), ciprofloxacin (Cipro), clarithromycin (Biaxin), diuretik (pil air’), erythromycin, litium (Eskalith, Lithobid), kontrasepsi oral, phenytoin (Dilantin), prednisone (Deltasone), propranolol (Inderal), rifampin (Rifadin), tetracycline (Sumycin), dan obat-obatan lain untuk infeksi atau penyakit jantung.
  • Obat resep dan tanpa resep yang sedang Anda minum, terutama obat tanpa resep yang mengandung ephedrine, epinephrine, phenylephrine, phenylpropanolamine, atau pseudoephedrine. Banyak obat tanpa resep mengandung obat-obatan ini (misalnya pil diet serta obat flu dan asma), jadi periksalah label dengan teliti. Jangan minum obat ini tanpa berbicara dengan dokter karena dapat meningkatkan efek samping aminofilin.
  • Jika Anda sedang atau pernah menderita kejang, penyakit jantung, kelenjar tiroid terlalu atau sama sekali tidak aktif, tekanan darah tinggi, atau penyakit hati atau Anda memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan aminofilin, hubungi dokter.
  • Jika Anda menggunakan produk tembakau. Merokok mungkin mempengaruhi efektivitas aminofilin.

Apakah Aminofilin aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (A= Tidak berisiko, B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C= Mungkin berisiko, D= Ada bukti positif dari risiko, X= Kontraindikasi, N= Tidak diketahui).

Aminofilin masuk ke dalam ASI dan mampu mempengaruhi bayi. Jangan minum aminofilin tanpa berbicara dengan dokter sebelumnya kalau Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Aminofilin?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak berisikan semua kemungkinan interaksi obat-obatan. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) serta beritahu dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

  • Alkohol
  • Cimetidine (Tagamet, Tagamet HB)
  • Antibiotik fluoroquinolone such as enoxacin (Penetrex), lomefloxacin (Maxaquin), ciprofloxacin (Cipro), norfloxacin (Noroxin), dan ofloxacin (Floxin)
  • Clarithromycin (Biaxin) dan erythromycin (Ery-Tab, E.E.S., E-Mycin, dan sebagainya)
  • Disulfiram (Antabuse)
  • Estrogen (Ogen, Premarin, dan banyak jenis lainnya)
  • Fluvoxamine (Luvox)
  • Methotrexate (Folex, Rheumatrex)
  • Mexiletine (Mexitil) dan propafenone (Rythmol)
  • Propranolol (Inderal)
  • Tacrine (Cognex)
  • Ticlopidine (Ticlid) dan
  • Verapamil (Verelan, Calan, Isoptin).

Obat-obatan berikut mungkin mengurangi kadar aminofilin di dalam darah, yang mengakibatkan pengendalian asma yang buruk:

  • Aminoglutethimide (Cytadren),
  • Carbamazepine (Tegretol),
  • Isoproterenol (Isuprel),
  • Moricizine (Ethmozine),
  • Phenobarbital (Luminal, Solfoton),
  • Phenytoin (Dilantin),
  • Rifampin (Rifadin), dan
  • Sucralfate (Carafate).

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Aminofilin?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

  • Tembakau
  • Kafein
  • Makanan

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Aminofilin?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Gagal jantung kongestif atau
  • Cor pulmonale (kondisi jantung) atau
  • Demam 102 derajat Fahrenheit atau lebih selama 24 jam atau lebih atau
  • Hypothyroidism (tiroid tidak aktif) atau
  • Infeksi, parah (contoh: sepsis) atau
  • Penyakit ginjal pada bayi kurang dari 3 bulan atau
  • Penyakit hati (contoh: sirosis, hepatitis) atau
  • Pulmonary edema (kondisi paru-paru) atau
  • Shock (kondisi serius dengan aliran darah yang sangat sedikit di dalam tubuh)—gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat dari dalam tubuh yang lebih lambat.
  • Gangguan ritme jantung (contoh: aritmia) atau
  • Kejang-kejang, atau riwayat atau
  • Ulkus perut—gunakan dengan hati-hati. Mungkin memperparah kondisi.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis aminofilin termasuk mual, muntah, sakit kepala, insomnia, tremor (tangan bergetar atau tersentak), gelisah, kejang-kejang, dan detak jantung tidak teratur.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 14, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 14, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan