Apa itu Alprazolam?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Alprazolam Merek: Alprazolam, alprazolam obat apa, alprazolam obat apa, Alprazolam, Alprazolam dan Alprazolam.

Penggunaan

PERHATIAN: Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter. Penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan ketergantungan.

Alprazolam obat apa?

Mungkin Anda sempat bertanya-tanya alprazolam obat apa. Obat alprazolam digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan dan serangan panik.

Obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut benzodiazepin yang bekerja pada otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek menenangkan. Obat ini bekerja dengan meningkatkan efek dari zat kimia alami tertentu dalam tubuh (GABA).

Alprazolam digunakan untuk pengobatan gangguan mental seperti gangguan kecemasan dan serangan panik yang umumnya disebabkan oleh depresi.

Bagaimana cara penggunaan alprazolam?

Minumlah obat ini sesuai yang diarahkan oleh dokter Anda. Dosis didasarkan pada kondisi medis, usia, dan respon terhadap pengobatan. Jangan menggunakan obat ini dalam jumlah banyak atau lebih dari yang disarankan dokter. 

Dosis Anda mungkin dapat meningkat secara bertahap sampai obat mulai bekerja dengan baik. Ikuti petunjuk dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Obat ini dapat menimbulkan kecanduan. Jangan memberikan obat ini kepada orang lain, khususnya mereka yang memiliki riwayat kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Jauhkan obat ini dari jangkauan orang lain. 

Penyalahgunaan obat ini juga dapat membahayakan penggunanya. Oleh sebab itu gunakan sesuai dengan saran dokter saja. Jangan menjual atau memberikan obat ini kepada sembarang orang.

Jangan mengunyah atau menelan bulat-bulat obat ini. Biarkan obat ini larut dengan sendirinya di dalam mulut Anda dengan cara dikulum, bukan dikunyah.

Jika Anda menggunakan jenis sirup, gunakan sendok takar obat atau tutup dari botol obat. Jangan menggunakan sendok lain karena Anda bisa saja menggunakan dosis yang salah.

Jika obat ini sudah bekerja dengan baik, segera hubungi dokter Anda. Jangan berhenti menggunakan obat ini secara mendadak dan tanyakan kepada dokter bagaimana cara yang baik untuk berhenti menggunakannya.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Catat setiap dosis yang Anda gunakan untuk menghindari penyalahgunaan obat oleh orang lain karena obat ini dapat membahayakan kondisi seseorang jika diminum tanpa resep dokter.

Bagaimana cara menyimpan alprazolam?

Alprazolam baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan obat atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan, kecuali bila diinstruksikan. Buang obat ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan dengan apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara yang aman untuk membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis alprazolam untuk orang dewasa?

Dosis orang dewasa untuk gangguan kecemasan

Tablet immediate-release, tablet kunyah, konsentrat oral:

  • Dosis awal: 0,25-0,5 mg secara oral 3 kali sehari. Dosis ini mungkin meningkat secara bertahap setiap 3-4 hari jika diperlukan dan ditoleransi.
  • Dosis pemeliharaan: Dapat meningkat sampai dosis harian maksimum 4 mg, yang dibagi dalam tiga dosis.

Setelah mengetahui alprazolam obat apa, sebaiknya gunakan obat dalam dosis terkecil, dan jika Anda ingin menggunakannya dalam jangka panjang, harus dilakukan pengecekan terhadap kondisi Anda secara berkala.

Untuk berhenti menggunakan obat ini, hal yang harus dilakukan adalah mengurangi dosis secara bertahap. Kurangi dosis hingga 0.5 mg setiap tiga hari. Namun pada kondisi tertentu, Anda mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengurangi dosis.

Dosis orang dewasa untuk serangan panik

Tablet immediate-release, tablet kunyah:

  • Dosis awal: 0,5 mg secara oral 3 kali sehari. Dosis ini mungkin meningkat secara bertahap setiap 3-4 hari jika diperlukan dan ditoleransi.
  • Dosis pemeliharaan: 1-10 mg per hari dalam dosis yang terbagi.

Tablet extended-release:

  • Dosis awal: 0,5-1 mg, dikonsumsi sekali dalam sehari. 
  • Dosis pemeliharaan: 3-6 mg yang dikonsumsi sekali dalam sehari. Lebih baik dikonsumsi pada pagi hari. 
  • Dosis maksimum hariannya adalah 10 mg.

Dosis orang dewasa untuk depresi

Tablet immediate-release, tablet kunyah, konsentrat oral:

  • Dosis awal: 0,5 mg secara oral 3 kali sehari. Dosis harian dapat ditingkatkan secara bertahap tidak lebih dari 1 mg setiap 3-4 hari.
  • Dosis rata-rata: Studi tentang penggunaan alprazolam untuk pengobatan depresi telah dilaporkan memiliki dosis efektif rata-rata 3 mg oral setiap harinya dalam dosis yang terbagi.
  • Dosis maksimum: Dosis maksimum dari obat ini adalah 4.5 mg, dikonsumsi secara oral, dan diminum dalam dosis yang terbagi.

Bagaimana dosis alprazolam untuk anak-anak?

Dosis untuk anak belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah alprazolam tersedia?

Tablet, Oral: 0,5 mg, 1 mg, 2 mg, 3 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena alprazolam?

Dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi, seperti mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti akan pingsan.

Jika Anda mengetahui alprazolam obat apa, hentikan menggunakan alprazolam dan hubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • Perasaan depresi, pikiran ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, perilaku berisiko yang tidak biasa, berkurangnya pantangan, tidak takut bahaya
  • Kebingungan, hiperaktif, mudah marah, dan halusinasi
  • Merasa seperti Anda akan pingsan
  • Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Nyeri dada, jantung berdebar, atau rasa berkibar di dada
  • Gerakan otot yang tidak terkendali, tremor, kejang
  • Penyakit kuning (kulit atau mata)

Efek samping yang biasa terjadi:

  • Mengantuk, pusing, merasa lelah, atau mudah marah
  • Penglihatan kabur, sakit kepala, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Bengkak di tangan atau kaki
  • Kelemahan otot, kurangnya keseimbangan atau koordinasi, bicara cadel
  • Perut mulas, mual, muntah, sembelit, diare
  • Meningkatnya keringat, mulut kering, hidung tersumbat
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan, kehilangan minat pada seks
  • Masalah memori

Dengan mengetahui alprazolam obat apa, Anda bisa berhati-hati terhadap efek samping yang telah disebutkan. Namun, tidak semua efek di atas terjadi pada pengguna alprazolam.

Efek samping yang terjadi juga mungkin hilang seiring dengan adaptasi yang dilakukan tubuh Anda terhadap obat ini. Konsultasikan kepada dokter atau ahli profesional yang dapat membantu Anda bagaimana cara menghindari efek samping dari obat ini.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat alprazolam?

Sebelum menggunakan alprazolam, pastikan untuk memahami alprazolam obat apa dan melakukan hal-hal berikut ini: 

  • Beri tahu dokter dan apoteker Anda mengenai obat herbal yang Anda gunakan.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki glaukoma (peningkatan tekanan dalam mata yang dapat menyebabkan kebutaan). Dokter Anda mungkin mengatakan kepada Anda untuk tidak menggunakan alprazolam.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat chlordiazepoxide (Librium, Librax), clonazepam (Klonopin), clorazepate (Tranxene), diazepam (Valium), estazolam (ProSom), flurazepam (Dalmane), halazepam (Paxipam), lorazepam (Ativan), oxazepam (Serax), prazepam (Centrax), quazepam (Doral), temazepam (Restoril), triazolam (Halcion), atau obat lain.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang atau pernah mengalami depresi; jika Anda memiliki pikiran bunuh diri atau tindakan yang merugikan diri sendiri; jika Anda memiliki kebiasaan minum alkohol atau kecanduan alkohol dalam jumlah yang besar; jika Anda menggunakan atau pernah menggunakan narkoba atau menggunakan resep obat berlebihan; jika Anda merokok; jika Anda memiliki kejang, atau jika Anda memiliki atau pernah memiliki masalah paru-paru, ginjal, atau penyakit hati.
  • Bicaralah dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari minum obat ini jika Anda berusia 65 tahun atau lebih tua. Orang dewasa yang lebih tua harus menerima dosis rendah dari alprazolam karena dosis yang lebih tinggi mungkin tidak bekerja lebih baik dan dapat menyebabkan efek samping yang serius.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang penggunaan alprazolam.
  • Anda harus tahu bahwa alprazolam dapat membuat Anda mengantuk. Jangan mengendarai mobil atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana pengaruh obat ini terhadap tubuh Anda.
  • Bicaralah dengan dokter Anda tentang penggunaan alkohol yang aman saat Anda menggunakan obat ini. Alkohol dapat membuat efek samping alprazolam lebih buruk.

Apa obat alprazolam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Setelah memahami alprazolam obat apa, beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Penggunaan obat alprazolam dapat mengakibatkan cacat lahir pada bayi atau yang lebih parah lagi, kematian. 

Jika Anda hamil sewaktu menggunakan alprazolam, hubungi dokter Anda.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Alprazolam termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  D menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C= Mungkin berisiko,
  • D= Ada bukti positif dari risiko,
  • X= Kontraindikasi,
  • N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat apa yang mungkin berinteraksi dengan alprazolam?

Dengan pemahaman mengenai alprazolam obat apa, Anda harus lebih memperhatikan interaksi obat, makanan, dan masalah kesehatan yang mungkin berinteraksi dengan obat ini.

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Sebelum menggunakan alprazolam, beri tahu dokter Anda jika Anda secara teratur menggunakan obat-obatan lain yang membuat Anda mengantuk (seperti obat flu atau obat alergi, obat penenang lain, obat nyeri, obat tidur, dan obat-obatan untuk kejang, depresi, atau kecemasan).

Obat-obatan tersebut dapat menambah rasa kantuk yang disebabkan oleh alprazolam.

Beri tahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang Anda gunakan, terutama:

  • amiodarone (Cordarone, Pacerone)
  • atazanavir (Reyataz)
  • butabarbital (Butisol)
  • carbamazepine (Carbatrol, Equetro, Tegretol)
  • cimetidine (Tagamet)
  • clarithromycin (Biaxin)
  • deksametason (Cortastat, Dexasone, Solurex, DexPak)
  • delavirdine (Rescriptor)
  • desipramine (Norpramin)
  • diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac)
  • efavirenz (Atripla)
  • ergotamine (Cafatine, Cafergot, Wigraine)
  • eritromisin (E.E.S., E-Mycin, Erythrocin)
  • etravirine (Intelence)
  • felbamate (Felbatol)
  • fenobarbital (Solfoton)
  • flukonazol (Diflucan)
  • fluoxetine (Prozac, Sarafem)
  • fluvoxamine (Luvox)
  • imatinib (Gleevec)
  • imipramine (Tofranil)
  • indinavir (Crixivan)
  • isoniazid (INH, Nydrazid)
  • itrakonazol (Sporanox)
  • ketoconazole (Nizoral)
  • klaritromisin (Biaxin)
  • miconazole (Oravig)
  • nefazodone
  • nelfinavir (Viracept)
  • nicardipine (Cardene)
  • nifedipine (Adalat, Procardia)
  • nevirapine (ARV)
  • paroxetine (Paxil)
  • pentobarbital (Nembutal)
  • phenytoin (Dilantin)
  • oxcarbazepine (Trileptal)
  • Pil KB
  • posaconazole (Nofaxil)
  • primidone (Mysoline)
  • propoxyphene (Darvon)
  • quinidine (Quin-G)
  • rifabutin (Mycobutin)
  • rifampisin (Rifadin, Rifater, Rifamate)
  • rifapentin (Priftin)
  • ritonavir (ritonavir, Kaletra)
  • saquinavir (Invirase)
  • secobarbital (Seconal)
  • sertraline (Zoloft)
  • siklosporin (Gengraf, Neoral, Sandimmune)
  • St John Wort
  • telitromisin (Ketek)
  • vorikonazol (Vfend)

Apa saja jenis makanan yang dapat berinteraksi dengan obat alprazolam?

Setelah mengetahui alprazolam obat apa, maka Anda sebaiknya menghindari konsumsi alkohol karena penggunaan obat ini dapat meningkatkan efek samping dari alkohol. Bahkan, interaksi alprazolam dengan alkohol dapat berakibat pada kematian.

Makanan lain yang dapat berinteraksi dengan obat ini adalah jeruk bali atau jus jeruk bali. Jika mengonsumsi makanan ini saat Anda sedang menggunakan alprazolam ditakutkan akan timbul efek samping yang membahayakan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat alprazolam?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti:

  • Depresi
  • Epilepsi atau riwayat kejang
  • Penyakit paru-paru. Gunakan dengan hati-hati. Mungkin bisa membuat kondisi lebih buruk.
  • Glaukoma, sudut tertutup. Sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Obesitas
  • Ketergantungan obat. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan ketergantungan, sehingga sebaiknya tidak digunakan oleh orang yang memiliki riwayat ketergantungan pada obat.
  • Penyakit ginjal. Penggunaan obat ini sebaiknya diberikan dalam dosis sekecil mungkin untuk menghindari interaksi dengan penyakit ginjal yang Anda miliki.  
  • Penyakit hati. Gunakan dengan hati-hati. Efek dapat ditingkatkan karena pembersihan obat lebih lambat dalam tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan overdosis obat alprazolam?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Kantuk
  • Kebingungan
  • Masalah dengan koordinasi tubuh
  • Hilang kesadaran

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Juli 3, 2019

Yang juga perlu Anda baca