home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Berat Badan Dapat Turun Drastis Saat Stres?

Kenapa Berat Badan Dapat Turun Drastis Saat Stres?

Stres merupakan respons tubuh yang muncul karena banyaknya tekanan. Beragam situasi atau peristiwa dalam hidup dapat menyebabkan stres. Biasanya, hal ini terjadi karena dipicu oleh peristiwa baru tak terduga yang dapat mengancam diri atau membuat Anda ada di situasi sulit. Dampak stres tak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap fisik, seperti berat badan yang turun dengan sendirinya.

Mengenal stres lebih dalam

Stres sebenarnya adalah cara tubuh untuk melindungi diri. Dalam situasi berbahaya, stres memberi sinyal pada tubuh untuk bersiap menghadapi ancaman. Hal ini membuat denyut nadi dan napas menjadi lebih cepat, otot menjadi tegang, dan otak menggunakan lebih banyak oksigen.

Pada situasi yang tidak mengancam jiwa, stres dapat memberi Anda motivasi untuk bersiap menghadapi situasi pemicunya, misalnya membuat Anda lebih giat belajar sebelum menghadapi ujian.

Stres sangat wajar dan bisa dialami oleh semua orang. Jenis dan pemicunya pun bermacam-macam. Pemicu stres dapat terjadi satu kali dalam jangka pendek, bisa juga terjadi berulang kali dalam waktu yang lama.

Bila Anda terus membiarkan stres muncul, maka hal ini bisa berdampak kondisi mental dan fisik. Seiring waktu, stres yang tak terkendali dapat menimbulkan masalah yang serius.

Stres dapat berdampak pada kesehatan mental seperti gangguan kecemasan atau depresi. Sedangkan pada fisik, stres dapat menyebabkan masalah seperti penyakit jantung dan hipertensi. Stres juga dapat membuat nafsu makan hilang dan membuat berat badan turun drastis karena stres.

Kenapa berat badan bisa turun karena stres?

Berdasarkan beberapa penelitian, penyebab pasti turunnya berat badan karena stres belum diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat memicu turunnya berat badan Anda.

1. Kesulitan tidur

Pada beberapa orang, stres membuat mereka jadi lebih sulit untuk terlelap dari biasanya. Hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur sehari-hari, membuat Anda merasa lesu, dan mudah lelah.

Gangguan tersebut akhirnya memengaruhi produksi kortisol yang dapat berdampak pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan. Menurut sebuah penelitian dalam American Dietetic Association, kalori yang terbakar saat Anda tak bisa tidur lebih besar daripada saat Anda tertidur dan menjadi pemicu turun berat badan karena stres.

2. Efek fight or flight tubuh

Stres membuat tubuh Anda masuk ke mode fight or flight. Pada kondisi ini, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol.

Adrenalin mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas berat dan pada saat bersamaan mengurangi keinginan Anda untuk makan. Sedangkan kortisol akan memberi sinyal pada tubuh untuk menekan fungsi yang tidak dibutuhkan, seperti respons sistem pencernaan.

Selain itu, hormon-hormon tersebut juga dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan lebih cepat, sehingga membantu pembakaran kalori.

3. Perubahan pada sistem pencernaan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, selama respons fight or flight, tubuh Anda akan menekan fungsi yang tidak dibutuhkan, salah satunya dengan memperlambat pencernaan agar bisa fokus untuk merespons pemicu stres.

Stres memengaruhi komunikasi antara otak dan sistem pencernaan, termasuk kerongkongan, lambung, dan usus. Hasilnya, akan timbul beberapa kondisi seperti sakit perut, maag, diare, dan sembelit. Gejala sakitnya pun jadi lebih terasa ketika Anda sedang stres.

Rasa sakit tersebut akan membuat Anda makan lebih sedikit. Bila asupan makanan berkurang, tentu hal ini akan berpengaruh pada berat badan Anda.

Mengembalikan nafsu makan di kala stres

Anda bisa mengatasi berat badan yang turun karena stres dengan memicu kembali nafsu makan Anda. Cobalah mengatur pengingat di ponsel Anda untuk mengingatkan kapan Anda harus makan. Cara ini akan membantu Anda agar tidak melewatkan waktu makan.

Anda tak harus makan dengan porsi yang banyak. Mulailah makan dengan porsi kecil tapi pada jadwal makan yang teratur.

Usahakan untuk memilih makanan yang tinggi protein dan serat. Hindari gula, kafein, serta makanan yang berminyak, sebab jenis makanan ini dapat meningkatkan energi dengan cepat tapi kembali menurun dalam waktu yang cepat pula.

Bila penurunan berat badan Anda terjadi secara drastis atau terus berkurang, periksakan diri ke dokter untuk menemukan penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stress. (2021). Mental Health Foundation. Retrieved 15 November 2021, from https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/s/stress

5 Things You Should Know About Stress. (n.d.). National Institute of Mental Health. Retrieved 15 November 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/stress

Geiker, N., Astrup, A., Hjorth, M. F., Sjödin, A., Pijls, L., & Markus, C. R. (2018). Does stress influence sleep patterns, food intake, weight gain, abdominal obesity and weight loss interventions and vice versa?. Obesity reviews : an official journal of the International Association for the Study of Obesity, 19(1), 81–97. Retrieved 15 November.

Stress Effects on The Body. (2018). American Psychological Association. Retrieved 15 November 2021, from https://www.apa.org/topics/stress/body

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri