Mimisan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mimisan?

Hidung berdarah atau biasa disebut mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan darah yang keluar dari hidung. Ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya, darah hanya keluar dari salah satu lubang hidung.

Hampir setiap orang mengalami gangguan hidung yang satu ini setidaknya sekali seumur hidup. Pada sebagian besar kasus, mimisan dapat ditangani dengan cara menekan hidung. Namun bagi beberapa orang, dibutuhkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini cukup lazim. Usia anak-anak kemungkinan mengalami mimisan dua kali lipat lebih tinggi daripada orang dewasa.

Menurut Cleveland Clinic, anak-anak lebih rentan mengalami perdarahan di hidung karena jumlah pembuluh darah di dinding saluran hidungnya jauh lebih banyak dibanding dengan orang dewasa.

Dengan mengurangi risiko penyebab pendarahan pada hidung, Anda dapat terhindar dari kondisi ini. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mimisan?

Mimisan adalah gejala yang ditandai dengan adanya pendarahan dari satu atau dua sisi hidung. Darah dapat pula mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan dapat menyebabkan batuk maupun muntah darah.

Apabila feses Anda berwarna gelap, berarti Anda telah menelan darah yang cukup banyak.

Ada gejala lain yang mungkin tidak dipaparkan di atas. Silahkan berkonsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai gejala-gejala ini.

Kapan sebaiknya saya berkonsultasi dengan dokter?

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami mimisan dengan kondisi-kondisi berikut:

1. Mimisan berlangsung selama lebih dari 20 menit

Mimisan dikatakan parah apabila berlangsung selama lebih dari 20 menit. Kondisi ini mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah.

Namun, bila Anda tidak menggunakannya, mimisan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda dari gangguan pembekuan darah.

2. Anda kehilangan banyak darah

Rata-rata, jumlah darah yang keluar saat mimisan tidak lebih dari 1,5 sendok teh. Darah di sekitar pembuluh darah yang terluka kemudian membeku sehingga alirannya terhenti.

Waspadalah jika mimisan begitu parah sehingga Anda harus menghabiskan berlembar-lembar tisu hanya dalam waktu 5 menit.

3. Mimisan terjadi akibat cedera parah

Selain penyebab alami, perdarahan pada hidung juga dapat terjadi akibat cedera atau benturan parah.

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami hal ini. Pemeriksaan sedini mungkin akan membantu mendeteksi adanya patah tulang pada hidung, gegar otak, hingga cedera pada bagian tubuh lain yang tidak disadari.

4. Anda merasakan darah pada lidah

Kebanyakan kasus mimisan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah pada bagian depan rongga hidung.

Anda tidak akan merasakan adanya darah pada mulut Anda karena darah akan langsung mengalir keluar dari rongga hidung menuju lubang hidung.

Apabila Anda bisa merasakan adanya darah di lidah atau mulut Anda, bisa jadi ini merupakan gejala perdarahan posterior.

Perdarahan ini berlangsung pada bagian belakang hidung dan lebih sulit dihentikan. Mimisan yang terjadi biasanya lebih parah dan membutuhkan penanganan medis.

Penyebab

Apa penyebab mimisan?

Mimisan adalah kondisi yang disebabkan karena pembuluh dalam hidung pecah akibat cedera.

Penyebab lainnya bisa disebabkan pengaruh zat kimia, infeksi, kelainan pembuluh darah di hidung, serta penyakit seperti hipertensi.

Udara kering pada musim dingin juga menjadi penyebab umum hidung menjadi kering dan mimisan.

Berikut adalah sederet kondisi yang bisa menjadi penyebab mimisan:

  • kebiasaan mengorek upil
  • meniup hidung terlalu keras
  • bagian dalam hidung terlalu kering
  • trauma atau cedera hidung
  • polip hidung
  • tekanan darah tinggi
  • penyakit gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau penyakit Von Willebrand
  • obat-obatan tertentu, seperti warfarin

Faktor-faktor risiko

Apa faktor-faktor yang meningkatkan risiko saya mengalami kondisi ini?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko adalah:

1. Kondisi cuaca yang kering

Pada musim dingin atau musim panas, udara yang kering dapat menyebabkan kelembapan udara berkurang sehingga mukosa hidung yang kering membuat pembuluh darah dalam hidung rentan terluka.

Mimisan sering terjadi ketika jaringan tubuh menghadapi perubahan tingkat kelembapan udara pada pergantian musim.

2. Nasal septum (dinding pemisah rongga hidung)

Letak septum yang menyimpang ke salah satu sisi rongga hidung membuat aliran udara yang masuk menjadi tidak seimbang.

Perbedaan tekanan udara yang masuk melalui rongga hidung yang sempit membuat dinding mukosa hidung menjadi kering, pecah, hingga memicu risiko mimisan.

3. Menderita pilek dan alergi

Infeksi saluran pernapasan dan alergi dapat menyebabkan peradangan di dalam hidung. Pembuluh darah yang meradang menyebabkan hidung tersumbat.

Mengembuskan napas terlalu keras lewat hidung dapat membuat mengalami perdarahan kembali setelah hemostasis.

4. Iritasi akibat paparan zat kimia

Asap yang dihirup oleh perokok pasif juga berisiko menyebabkan perdarahan di hidung terjadi.

Seseorang juga dapat mengalami kondisi ini akibat paparan asam sulfat, amonia, bensin atau bahan kimia lain di lingkungan kerjanya.

5. Menderita penyakit tertentu

Orang-orang yang mengidap penyakit bawaan tertentu juga berisiko mengalami mimisan.

Beberapa di antaranya adalah gagal ginjal, trombositopenia, hipertensi, dan gangguan pembekuan darah bawaan (seperti hemofilia).

6. Ketergantungan alkohol

Alkohol memengaruhi fungsi normal trombosit dalam darah sehingga proses pembekuan darah menjadi lebih lambat.

Alkohol juga membuat permukaan pembuluh darah melebar dan rentan terhadap cedera dan perdarahan.

7. Menggunakan obat-obatan yang memengaruhi proses pembekuan darah

Obat-obatan ini meliputi obat resep seperti antikoagulan, obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), dan aspirin seperti ibuprofen.

Serupa dengan antikoagulan, beberapa suplemen mungkin mengandung bahan kimia yang memperpanjang proses pendarahan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Mimisan umumnya adalah kondisi yang dapat diobati sendiri di rumah. Dokter akan mendiagnosis penyakit sesuai dengan obat-obatan yang dikonsumsi pasien dan hasil pmeriksaan klinis.

Anda dapat menjalani tes darah lengkap apabila mengalami perdarahan besar atau dicurigai mengidap penyakit atau kelainan darah sebagai penyebab mimisan Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mimisan?

Berikut adalah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan ketika perdarahan di hidung terjadi:

  • Hal pertama yang dapat dilakukan adalah menundukkan kepala. Ini dilakukan agar darah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Duduk dan bungkukkan badan ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan dan mencegah terjadinya muntah darah.
  • Kemudian, hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menekan batang hidung. Tekan batang hidung (tepat di bawah tulang hidung) dengan ibu jari dan telunjuk selama 8-10 menit sampai pendarahan berhenti.
  • Untuk membantu mengurangi pendarahan, kompres leher atau hidung dengan es.

Untuk obat-obatan mimisan yang dijual bebas di apotek, Anda bisa memilih semprotan dekongestan hidung yang mengandung oxymetazoline. Obat ini akan membantu menghentikan perdarahan.

Namun, semprotan dekongestan hanya bisa Anda gunakan paling lama 3 hari. Setelah itu, Anda harus berhenti menggunakannya selama seminggu terlebih dahulu.

Larutan saline yang disemprotkan ke dalam hidung juga dapat mengurangi kekeringan pada hidung.

Jika terjadi perdarahan berat, Anda memerlukan bantuan dokter. Bila diperlukan, sediakan kain kasa agar hidung tersumbat untuk sementara waktu.

Dokter juga dapat melakukan tindakan pada pembuluh darah yang rusak untuk mencegah perdarahan.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah mimisan?

Berikut pola hidup dan pengobatan rumah tangga yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi keluarnya darah dari hidung:

  • Kontrol tekanan darah Anda.
  • Hindari penggunaan aspirin.
  • Jaga kelembaban udara di rumah dan tempat kerja. Jika memungkinkan, oleskan sedikit petroleum jelly ke dalam lubang hidung dan gunakanlah masker atau syal ketika kondisi udara dingin dan kering. Semprotan hidung dengan larutan saline juga dapat menghentikan perdarahan akibat cuaca kering.
  • Hindari paparan zat kimia, debu atau masker filter. Dokter mungkin meresepkan obat semprot hidung steroid jika Anda memiliki infeksi atau alergi.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Berpikiran Mesum Bisa Bikin Hidung Mimisan?

Dalam film anime Jepang, tokoh yang sedang terangsang akibat berpikiran mesum bisa tiba-tiba mimisan. Namun, bisakah ini terjadi dalam kehidupan nyata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Secondary traumatic stress adalah kondisi yang rentan menyerang orang terdekat korban trauma. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Panik, Ini 3 Langkah Aman untuk Menangani Cedera Hidung Pada Anak

Anak-anak rentan dengan cedera pada hidung. Lantas, bagaimana orangtua harus menghadapinya? Yuk, intip beberapa langkahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 25 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Tiba-tiba Mimisan Tanpa Sebab Jelas? Mungkin Anda Sedang Stres

Udara kering atau kebiasaan mengupil terlalu keras bisa membuat hidung mimisan. Namun, tahukah Anda kalau mimisan juga bisa karena stres berkepanjangan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
racial trauma adalah

Mengenal Racial Trauma, Stres Berat Akibat Menjadi Korban Rasisme

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit