Awas, Makan Singkong Mentah Bisa Sebabkan Keracunan Sianida

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan singkong. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, singkong dijadikan sebagai makanan pokok. Namun, tahukah Anda jika terlalu banyak makan singkong akan meningkatkan risiko keracunan sianida? Mengapa bisa begitu? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Makan singkong terlalu banyak bisa sebabkan keracunan sianida

Singkong bisa berbahaya jika dikonsumsi mentah dan dalam jumlah yang terlalu banyak. Pasalnya, singkong mentah menghasilkan sianida dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin. Kandungan senyawa glikosida sianogenik pada singkong memang dalam jumlah yang sangat kecil dan relatif tidak beracun, tapi proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi hidrogen sianida, salah satu bentuk racun sianida yang paling beracun.

Racun tersebut akan menghambat kerja sitokom oksidase, yakni enzim dalam mitokondria yang berfungsi mengikat oksigen untuk memenuhi kebutuhan pernapasan sel-sel tubuh. Nah, jika enzim tersebut tidak bekerja karena dihambat oleh racun sianida, sel-sel tubuh Anda akan mengalami kematian.

Keracunan sianida berakibat buruk pada sistem jantung dan pembuluh darah, termasuk peningkatan tahanan pembuluh darah dan tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan, dan sistem susunan saraf pusat. Tidak hanya itu, sistem endokrin juga biasanya terganggu pada keracunan sianida kronis.

Jadi, jika singkong dimakan dalam jumlah banyak ditambah dengan cara pengolahan yang tidak benar, hal tersebut akan meningkatkan risiko keracunan sianida yang bisa mengganggu fungsi tiroid dan saraf. Ini tidak hanya menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan organ, namun juga bisa berakibat fatal seperti kematian.

Beberapa orang lebih berisiko keracunan sianida dalam singkong

Orang yang memiliki status gizi buruk dan asupan protein rendah cenderung lebih rentan mengalami keracunan sianida akibat makan singkong terlalu sering dan dalam jumlah banyak. Inilah sebabnya mengapa keracunan sianida akibat terlalu banyak makan singkong menjadi perhatian yang lebih besar bagi mereka yang tinggal di negara berkembang. Hal ini karena banyak orang di negara-negara berkembang menderita kekurangan protein dan bergantung pada singkong sebagai sumber utama kalori mereka.

Terlebih lagi, di beberapa daerah di dunia, singkong telah terbukti menyerap bahan kimia berbahaya dari tanah, seperti arsenik dan kadmium. Terutama jika singkong ditanam di daerah industri. Akibatnya, ini bisa meningkatkan risiko kanker pada mereka yang bergantung pada singkong sebagai makanan pokoknya.

Bukan berarti makan singkong itu berbahaya

Meski ada beberapa risiko makan singkong, terutama yang mentah dan yang ditanam di daerah industri, bukan berarti singkong itu tidak aman. Singkong adalah sumber karbohidrat yang padat nutrisi dan tetap dianjurkan untuk dikonsumsi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada umumnya singkong aman untuk dikonsumsi, asalkan diolah dengan cara yang tepat dan dikonsumsi dalam jumlah yang sedang. Berikut ini beberapa cara mengolah singkong agar lebih aman dikonsumsi:

  • Kupas kulitnya. Pertama-tama kupas kulit singkong secara keseluruhan, karena sebagian besar senyawa penghasil sianida terkandung di kulit singkong.
  • Rendam. Rendam singkong dalam air selama 48-60 jam (2 sampai 3 hari) sebelum dimasak dan dimakan. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah bahan kimia berbahaya yang dikandungnya.
  • Masak sampai matang. Karena bahan kimia berbahaya ditemukan di singkong mentah, sangat penting untuk memasaknya sampai benar-benar matang. Ada berbagai metode memasak yang bisa Anda coba, mulai dari direbus, dipanggang, ataupun dibakar.  
  • Tambahkan protein. Menyajikan olahan singkong dengan beberapa jenis makanan tinggi protein bisa sangat bermanfaat, karena protein membantu membersihkan tubuh dari racun sianida. Sebagai contoh, Anda bisa menyajikan olahan singkong dengan segelas susu atau parutan keju. Selain protein Anda juga bisa menambahkan asupan makanan lainnya yang tidak kalah bergizi sesuai dengan kesukaan Anda. Namun ingat, perhatikan porsi makannya, ya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit