home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ada Kandungan Sianida dalam Biji Apel, Apakah Bahaya?

Ada Kandungan Sianida dalam Biji Apel, Apakah Bahaya?

Apel merupakan satu dari banyak buah yang yang mengandung sianida pada bagian bijinya. Mendengar nama zat beracun ini mungkin membuat Anda ngeri, apalagi karena efek sianida begitu fatal. Namun, apakah sianida pada biji apel menimbulkan dampak yang sama pada tubuh Anda?

Dari mana asalnya kandungan sianida dalam biji apel?

manfaat dan kandungan gizi buah apel

Buah apel memiliki lima kantong biji dengan jumlah biji yang berbeda-beda pada setiap kantongnya. Masing-masing biji ini mengandung amygdalin, yakni senyawa (zat) yang dapat mengeluarkan sianida ketika terjadi kontak dengan enzim pencernaan manusia.

Amygdalin sendiri merupakan zat glikosida, yaitu zat yang terbuat dari gula sederhana dan senyawa lain pada salah satu ikatan kimianya. Selain dalam biji apel, amygdalin juga terkandung dalam biji aprikot, persin, plum, ceri merah, dan almon.

Beberapa obat-obatan dan racun yang terbuat dari tumbuhan mengandung glikosida seperti amygdalin. Ketika amygdalin berinteraksi dengan enzim tertentu (seperti enzim pencernaan), zat ini dapat melepaskan hidrogen sianida.

Saat mendengar kata “sianida”, hal pertama yang terlintas dalam benak Anda mungkin adalah “keracunan”. Sianida memang merupakan racun yang sangat berbahaya, tetapi kandungan sianida pada biji apel memiliki efek yang berbeda pada tubuh Anda.

Apakah makan biji apel bisa menyebabkan keracunan sianida?

Faktanya, kandungan amygdalin pada biji apel sangatlah kecil. Selain itu, biji apel juga memiliki lapisan pelindung yang tahan terhadap enzim pencernaan. Untuk mengubah amygdala menjadi sianida, Anda perlu mengunyah biji apel hingga lumat.

Jika Anda mengunyah beberapa butir biji apel, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Tubuh Anda mampu menetralisasi sianida menggunakan enzim detoksifikasi. Sianida akan berubah menjadi tiosianat yang tidak berbahaya dan dapat keluar melalui urine.

Uniknya lagi, sianida dalam jumlah kecil justru bermanfaat bagi kesehatan saraf dan sel darah merah Anda. Bersama beberapa senyawa lain, zat yang memiliki rumus kimia HCN ini bahkan dapat membentuk vitamin B12.

Namun, pendapat berbeda diungkapkan oleh Agency for Toxic Substances & Disease Registry, AS. Mereka menyebutkan bahwa kontaminasi sianida dalam jumlah kecil pun berisiko menyebabkan kerusakan jantung, dan otak, bahkan koma, dan kematian.

Mereka juga menambahkan bahwa biji-bijian sejenis seperti biji persik, ceri, dan aprikot mungkin menimbulkan efek yang sama bagi tubuh. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk menghindari biji-bijian ini saat mengonsumsi buah-buahan.

Dosis fatal sianida dan cara mengatasinya

menangani keracunan sianida

Mengacu Centers for Disease Control and Prevention AS, dosis sianida yang bersifat fatal yakni sekitar 1 – 2 miligram per kilogram berat badan. Dosis ini bisa menyebabkan kematian pada orang dewasa dengan berat badan rata-rata 70 kilogram.

Kandungan amygdalin pada biji apel tentunya terlalu sedikit untuk menghasilkan sianida dengan dosis yang fatal. Anda harus mengunyah sekitar 200 biji apel atau kira-kira 40 bagian tengah buah apel hingga lumat untuk mendapatkan dosis sianida sebanyak ini.

Pada dosis yang berbahaya, sianida dapat menimbulkan gejala dalam hitungan menit atau bahkan detik. Gejala keracunan sianida antara lain:

  • badan lemah,
  • kebingungan,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • sakit perut,
  • sesak napas,
  • kejang,
  • denyut jantung meningkat,
  • gemetar, serta
  • gagal jantung.

Orang yang keracunan sianida harus segera mendapatkan pertolongan medis, sebab kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Jika keracunan bersifat ringan, pasien biasanya mendapatkan oksigen hingga kemampuan bernapasnya kembali.

Sementara pada kasus keracunan yang lebih berat, tenaga medis akan memberikan natrium nitrit dan natrium tiosulfat untuk menghentikan efek sianida terhadap tubuh.

Apakah minyak biji apel bisa menyebabkan keracunan?

apel merah dan apel hijau

Minyak biji apel merupakan produk sampingan dari pengolahan sari buah apel. Minyak ini biasanya digunakan sebagai pewangi serta untuk mengatasi peradangan kulit dan memperbaiki kondisi rambut.

Seperti bahan bakunya, kandungan amygdalin pada minyak biji apel sangatlah kecil. Amygdalin juga hanya menghasilkan sianida saat bereaksi dengan enzim pencernaan, bukan ketika Anda menggunakannya untuk tujuan lain.

Dengan demikian, penggunaan minyak biji apel relatif aman dan bukanlah penyebab keracunan sianida. Minyak ini justru memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dan bahkan antikanker.

Biji apel memang tidak menimbulkan bahaya langsung bagi tubuh. Namun, terlepas dari potensi bahayanya, biji apel meninggalkan rasa pahit yang kuat yang tidak lezat. Jadi, mungkin lebih baik bila Anda mengonsumsi daging buah apel saja yang menyegarkan dan menyehatkan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Apple Facts. (n.d.). Retrieved 25 May 2021, from ttps://web.extension.illinois.edu/apples/facts.cfm

Cyanides (as CN). (2014). Retrieved 25 May 2021, from https://www.cdc.gov/niosh/idlh/cyanides.html

Facts About Cyanide. (2020). Retrieved 25 May 2021, from https://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp

Opyd, P. M., Jurgoński, A., Juśkiewicz, J., Milala, J., Zduńczyk, Z., & Król, B. (2017). Nutritional and Health-Related Effects of a Diet Containing Apple Seed Meal in Rats: The Case of Amygdalin. Nutrients, 9(10), 1091. https://doi.org/10.3390/nu9101091

Walia, M., Rawat, K., Bhushan, S., Padwad, Y., & Singh, B. (2013). Fatty acid composition, physicochemical properties, antioxidant and cytotoxic activity of apple seed oil obtained from apple pomace. Journal Of The Science Of Food And Agriculture, 94(5), 929-934. https://doi.org/10.1002/jsfa.6337

Foto Penulis
Ditulis oleh Rizki Pratiwi pada 07/12/2016
x