home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Whey vs Soy: Sumber Protein Mana yang Lebih Ampuh untuk Membentuk Otot?

Whey vs Soy: Sumber Protein Mana yang Lebih Ampuh untuk Membentuk Otot?

Makanan berprotein tinggi sering menjadi rekomendasi asupan utama bagi orang-orang yang ingin membentuk otot, bahkan hingga disarankan menggunakan suplemen protein. Kebanyakan suplemen protein diperkaya oleh dua jenis protein, yaitu soy dan whey. Keduanya sama-sama dibutuhkan tubuh, tapi manakah yang lebih baik untuk membentuk otot: protein whey atau soy?

Apa bedanya protein whey dan protein soy?

Sebenarnya, kedua jenis protein ini memiliki fungsi yang sama di dalam tubuh: untuk membangun dan membentuk jaringan, termasuk jaringan otot. Namun keduanya memiliki cara kerja yang berbeda di dalam tubuh.

Protein whey adalah protein yang didapatkan dari sumber makanan hewani dan banyak ditemukan pada susu serta produknya. Sementara protein soy ditemukan di dalam makanan nabati, seperti kacang-kacangan.

Karena didapatkan dari sumber yang berbeda, tentu bentuk protein whey dengan protein soy akan berbeda. Hal ini juga menyebabkan keduanya diserap dengan cara yang berbeda pula. Whey cenderung lebih mudah diserap dengan baik oleh tubuh ketimbang soy.

Protein whey atau protein soy, mana yang lebih baik untuk membentuk otot?

Sampai saat ini banyak yang menyatakan bahwa protein whey jauh lebih ampuh untuk membuat otot Anda terbentuk. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of the American College of Nutrition menyatakan bahwa whey memiliki rangkaian asam amino yang lengkap dan baik untuk membentuk otot.

Selain itu, dalam penelitian tersebut juga diketahui jika whey dapat menurunkan kadar kortisol yang dapat menurunkan massa otot. Sehingga sangat tepat jika Anda mengonsumsi protein jenis ini jika sedang berencana membesarkan otot.

Namun beberapa penelitian yang baru-baru ini dilakukan menyatakan bahwa manfaat protein soy terhadap pembentukkan otot tidak bisa diremehkan. Meski protein soy tidak memiliki rantai asam amino yang sempurna seperti protein whey, tetapi di dalam protein soy terdapat asam amino arginin dan glutamine.

Arginin merupakan asam amino yang berperan penting dalam membentuk jaringan otot. Begitu juga dengan glutamine yang dapat menurunkan kadar stres pada otot ketika melakukan olahraga – sehingga otot yang terbentuk lebih maksimal.

steroid untuk membesarkan otot

Apa yang harus saya pilih, protein whey ataukah soy?

Walau memang whey lebih terbukti lebih efektif untuk membuat otot Anda besar dan terbentuk, tetapi bukan berarti Anda bisa menghiraukan manfaat dari protein soy. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, Anda dapat menggabungkan keduanya, yaitu mengonsumsi protein soy maupun whey.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan suplemen protein, Anda dapat memilih suplemen yang mengandung whey lebih banyak. Sementara, protein soy bisa Anda dapatkan dari makanan yang Anda konsumsi.

Tetapi ingat, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak bukan lah kunci untuk mendapatkan bentuk otot yang Anda inginkan. Hal ini harus diiringi dengan latihan fisik yang rutin dan keras. Bila latihan fisik yang Anda lakukan tidak sebanding dengan protein yang Anda konsumsi, maka Anda akan sulit untuk mendapatkan bentuk otot yang ideal.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

LIVESTRONG.COM. (2015). Is Soy Protein Good for Building Muscle?. [online] Available at: http://www.livestrong.com/article/360960-is-soy-protein-good-for-building-muscle/  [Accessed 3 Aug. 2017].

Healthline.com. (2017). Whey Protein 101: The Ultimate Beginner’s Guide. [online] Available at: http://www.healthline.com/nutrition/whey-protein-101#section6  [Accessed 3 Aug. 2017].

Montgomery, K. S. (2003). Soy Protein. The Journal of Perinatal Education, 12(3), 42–45. http://doi.org/10.1624/105812403X106946

LIVESTRONG.COM. (2015). Soy Protein vs. Whey Protein. [online] Available at: http://www.livestrong.com/article/17876-soy-protein-vs.-whey-protein/  [Accessed 3 Aug. 2017].

Men’s Fitness. (2017). What’s the Difference Between Whey, Soy, and Pea Protein?. [online] Available at: http://www.mensfitness.com/nutrition/what-to-eat/whats-difference-between-whey-soy-and-pea-protein  [Accessed 3 Aug. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M pada 23/08/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x